
cahaya terang menerangi ruangan rumah sakit membuat sefina yang tidur disebelah angga terbagun. tapi angga masih diam tak bergerak membuat sefina kawatir karena dokter berkata dia akan segera sadar namun sudah berjam2 menunggu angga tak kunjung sadar.
"ka apa kau sungguh ingin tidur terus??. apa kau tidak mau melihatku lagi??. apa sungguh tak ada sedikitpun aku dihatimu??..ah tidak!!, kenapa aku bertanya seperti itu.. sungguh bodohnya diriku!". memengang erat tangan angga. tak terasa air mata jatuh ke tangan angga.
"air mata bodoh". mengusap air mata yang tak bisa dibendung.
regar masih berada di dalam dari malam. menunggu sefina takut terjadi sesuatu hal yang diinginkan.
"kalau saja nyonya itu istriku pasti aku pasti akan bersyukur sekali" batin regar.
" bangunlah!!. aku janji setelah kau bangun dari tidur pulasmu aku akan pergi seperti permintaan mu tapi kabulkan permintaan ku dulu. bangunlah jangan buat aku khawatir sebelum pergi. aku tahu kaka benci sama aku namun buka lah matamu setelah itu aku tidak akan pernah menampakan wajahku dimatamu. aku janji".menangis tanpa henti. melihat regar yang memandangi terus dengan tatapan sendu dan khasian membuat sefina merasa ada yang menemaninya dan menyongsong dirinya.
"regar saya meminta bantuan mu. tolong pencet tombol agar dokter kesini apakah bisa??". menyuruh dengan sopan.
"baik nyonya". mendengar tugas dari sefina. regar langsung melaksanakan tugas.
"sefina kau dimana??". teriak angga yang mendengar suara tangisan sefina. terlihat cahaya yang silau dan dimana suara sefina didengar angga di alam baka.
"bagaimana dok??. kenapa ka angga belum siuman sampai sekarang??". cemas.
"maaf bu tiba-tiba semalam jantungnya melemah makanya beliau belum sadar2 tapi ibu tenang saja sekarang sudah stabil dan bisa berinteraksi satu sama lain tunggu berapa jam lagi". penjelasan dokter.
"baik lah dok. terima kasih".dokter dan suster keluar ruangan begitupun regar yang membeli sarapan pagi. tak lama kemudian suster yang menjaga sefina menghampirinya untuk diperiksa.
"tok..tok permisi bu sefina. ibu sekarang harus keruangan untuk diperiksa". masuk kamar angga dan menghampiri sefina untuk mendorong kursi roda yang digunakan sefina.
"tunggu sebentar, di sini tidak ada yang jaga. tunggu sampai regar kembali baru aku pergi
keruangan. tolong tunggu suster duduk sebentar sembari menunggu regar kembali". suster menuruti permintaannya dan duduk menemani sefina.
"sungguh beruntung suami anda dapat istri sepertimu yang mau menunggu walaupun sedang sakit!". ucapnya memuji. namun berbalik bagi sefina yang terasa teriris dihati dengan ucapan suster itu.
__ADS_1
"terima kasih😊". entahlah bukannya senang namun membuat sedih hati hingga satu tetes air mata jatuh ke bawah.
"apa kau beruntung mempunyai istri seperti ku atau malah sebaliknya??. aku tahu persis ini dan jangan ditanya lagi aku tahu lebih dari dia" batin sefina.
tak lama kemudian regar kembali membawa nasi beserta lauknya.
"nyonya makanlah. dari semalam nyonya belum makan. nyonya lagi sakit jadi harus makan!!". memberi bungkusan.
"saya tidak lapar. kamu saja yang makan. kamu pasti lapar". disela2 pembicaraan dengam regar. tangan angga bergerak sedikit dan mata sedikit demi sedikit membuka.
"se-fi-na". suara serak dan lemah menghiasi. karena kaget mendengar suara sefina sontak langsung melepas cengkraman tangannya dari angga. rasanya bahagia dicampur sedih karena setelah sadar dia harus pergi sesuai janjinya.
"tuan anda sudah sadar. dokter!!". ucap keras regar sambil memencet tombol agar dokter segera masuk keruangan. disisi lain sefina hanya bengong memandangi angga yang sudah sadar hingga tak terasa tangannya memundurkan kursi roda agar menjauh darinya. dokterpun masuk dan langsung memeriksa angga. sefina tersadar karena ucapan suster yang merawatnya.
"ibu kita keruangan dulu yah setelah itu kita kesini lagi". ucap suster mengagetkan sefina.
"i-iya kita keruangan tapi ngak usah kesini lagi, ayu cepat". sefina didorong suter keluar namun karena regar melihat sefina dibawa keluar langsung memberhentikannya " nyonya mau kemana??. tuan baru sadar lalu nyonya akan pergi kemana??".
"ya allah semoga ini jalan terbaik untukku".
"sefina kamu mau kemana. jangan tinggalkan aku. aku butuh kamu" batin angga.
sefina dirawat di ruangannya
"suster tolong kunci ruangan ini, aku lagi pengen sendiri. kalau ada yang tanya aku dimana bilang aja aku ngak ada disini".
"tapi bu!!/ ku mohon". suster mengiyakan keinginan sefina. suster mengunci ruangan sesuai kode yang diberikan sefina agar saat sefina ingin keluar dia bisa dengan sendirinya membuka pintu.
di sisi lain
keadaan angga sudah stabil dan sudah pindah keruangan Vip yang dipesan.
__ADS_1
"regar dimana sefina??". ucap angga
"nyonya sedang diperiksa!".
"apa dia sakit gara2 menunggu kesadaranku??". ucapnya lagi.
"apa aku beri tahu saja yah.. sudahlah aku beri tahu saja" batin regar.
"begini tuan. karena saat tuan ditempak dan jangtung tuan yang kena tembakan maka nyonya pergi ke markas meminta tolong carikan donor jantung untuk tuan dan penjaga menghajar nyonya alhasil nyonya patah tulang di bagian kaki sebelak kiri". jelas regar. mendengar penjelasan regar membuat hati angga tertusuk keras. bahwa wanita yang di sia2kan dia malah mengutamakan dirinya dari pada dipada diri sendiri. air mata tiba mengalir. ini baru pertama kalinya angga menangis karena wanita dan air mata sangatlah mahal untuk dikeluarkan angga.
"saya ingin pergi keruangan sefina!".
"maaf tuan bukannya saya melarang namun tuan tidak cape atau turun dari kasur ini. nyonya juga bilang akan kesini setelah pemeriksaanya selesai ".akhirnya angga mengalah dan menunggu sefina kembali ketuangannya namun setelah ber jam2 ditunggu tak kunjung sefina keruangannya membuatnya gelisah.
"regar tolong antar aku ke ruangan sefina!".
"tuan diaini saja, aku yang akan kesana melihatnya dan menyuruhnya kesini, tuan tenang saja". regar langaung pergi menuju ruangan sefina. saat membuka pintu malah terkunci. membuatnya bertanya2 dan segera mencari suster yang ditugaskan menjaga sefina hingga ketemu
"suster kenapa ruangan nyonya dikunci??"
"maaf ibu bilang sedang ingin sendiri dan tak mau diganggu".
"cepat buka pintunya atau kau akan dipecat dari rumah sakit ini dan tak akan pernah bisa mendapatkan pekerjaan karena ini perintah tuan angga". ancam regar.
karena diancam suster langsung gerak cepat. sia pasih yang tidak kenal dengan tuang angga. semua pasti langsung berlutut dihadapannya. pintu telah dibuka dan regar langsung masuk melihat sefina yang duduk dikursi roda sedang menandangi jendela seperti biasanya saat di kamarnya.
"nyonya kenapa minta dikunci??". langsung mengagetkan sefina dan langsung mendorong kursi rodanya keluar menuju ruangan angga.
"tunggu!! apa2an ini kenapa saya dibawa keluar". memberontak.
"maaf nyonya ini perintah tuan".
__ADS_1