Jawaban Sholat Istikhoroh Ku

Jawaban Sholat Istikhoroh Ku
hari menyebalkan


__ADS_3

hari sudah sore, nabila dan intan pulang dari tempat kerjanya.


dengan badan yang lepek, muka kusam, badan cape, nabila melangkah masuk kerumah dan tak lupa mengucapkan "asaalamualaikum...." kata ini yang pertama selalu diucapkan saat memasuki rumah agar seisi rumah merasa ketenangan dihati.


mendengar ucapan salam seorang wanita yang duduk berdua di sofa menjawab salam nabila


"waalaikumsalam, eh adek udah pulang kamu....". sorotan mata yang melihat nabila begitu lesu dan lemas.


"udah ka, ko kaka tumben baik nanyain aku udah pulang belum".heran dengan tingkah laku kakanya yang tak seperti biasanya.


nabila melihat kanan kiri depan belakang atas bawah seisi rumah dan yang membuat terkejut ada orang laki-laki duduk disamping kakanya.


" siapa yang disamping kaka?"(dengan rasa penasarannya yang begiti dalam).


" masa kamu ngak kenal sama dia , ini loh"kata wanita tsb tak lain adalah ka alina. dengan memegang tangan laki-laki tersebut dan menepuk-nepukan tangannya di bahunya.


"hay dek, masa kamu ngak kenal kaka sih??.".


dengan menampakkan mukanya ke hadapan nabila dan sontak membuat kaget. nabila kaget dan menjawab pertanyaan yang membuatnya bingung saat mendengar seseorang membicarakan namanya dan nama kakanya.


"astagfirullah pak dosen, kenapa bapak disini".(laki-laki tersebut ternyata adalah pak dosennya pak fauzan).


"lah ko panggilnya pak sih dek, inikan ka fauzan! masa kamu lupa sama ka fauzan!."kata ka alina.


"apa !.. ka fauzan!!.". sambil mengigat ingat.


mendengar kakanya nabila melototi wajah ka fauzan dan heran kenapa orang yang begitu dekat dengannya dia sendiri tak mengenalinya..


"jadi yang jadi dosen aku adalah kaka!.".masih tak percaya dengan apa yang terjadi bahwa yang tadi pagi mengajar adalah ka fauzan


"ya pantes disaat dia mengajar ku merasa mengenal dengan pak dosen, ternyata memang dia adalah ka fauzan ". dalam hati


"ya masa kamu ngak kenal kaka lagi adek manis,..". fauzan biasa memanggil adek manis atau adek kecil.


mendengar fauzan memangilnya dengan sebutan dek manis. nabila langsung tampak segar,senang dan berbunga-bunga. seperti sedang melayang diudara.


"sekarang adek manis beda yah, pake cadar segala sekarang. seharusnya kaka yang lupa bukan kamu!"kata ka fauzan.


"ya maaf, jadi kaka tadi nelpon sama ka alina yah.. sampai bawa aku segala lagi!!!. hemm... aku heran deh ka..kenapa bisa namaku disebut dan juga sampai bahas profesor lagi!!.". (dengan nada rendang saat mengucapkan profesor)


"nabila ko kamu bilang kaya gitu!!....,dia itu abi kita, kenapa sih kamu sampai sekarang ngak bisa maafin abi!!". ka alina kesal dengan apa yang nabila lontarkan dan merasa kesal jika nabila memanggil abinya dengan nama profesor.


"kenapa ka??. dia yang udah buat aku kaya gini!!..., apa aku harus menerima kenyataan pahit ini!!."dengan rasa kesal menjawabnya.


"cukup, disini saya mau memperjelas hubungan ku dengan alina, bukan mau bertengkar!!!."kata ka fauzan yang membentak nabila.

__ADS_1


"memperjelas hububungan ! apa maksud kaka!!.". ucapan ka fauzan membuat kaget dan berasa hancur berkeping-keping.


"kaka kesini mau bicarain lamaran kaka ke alina, agar abi tau tentang hubungan kami, kan abi yang jadi wali kaka kamu!!!".(dengan nada menjelaskan dan tegas).


"lamaran!?, jadi kalian.... kalian pacaran." tak menyangka selama in merasa bahwa ka fauzan menyukainya, tetapi kenyataannya dia malah lebih memilih kaka.


dengan mata yang membendung air mendengar penjelasannya... membuat badannya seketika hancur dan terasa tak ada beban badan membuatnya goyah tetapi harus bangkit karena itu bukanlah solusi yang terbaik


"ya kita udah 1tahun pacaran, jadi kaka mau minta restu abi untuk bisa nikahin kaka kamu"


mendengar kedua kalinya. membuat meneteskan 1 air mata dengan memalingkan wajahnya agar tak terlihat bahwa dirinya telah remuk berkeping-keping.


karena tak kuat saat berdiri didepan orang yang dia selalu sayangi, cintai, dan selalu berdoa walau sudah begitu lama tak pernah bertemu tetapi dia selalu mencintainya mengucapkan bahwa ingin melamar kakanya.


yang hanya nabila bisa lakukan adalah mengganti topik pembicaraan.


"umi gimana, apa umi setuju!!?."dengan suara tegar yang menutupi semua rasa sedih dan terpuruk


"umi setuju, tinggal abi yang belum tau tentang ini!."kata ka alina.


"kenapa kaka kesini!! karena kaka mau bilang sama umi tentang keinginan kami!."kata ka fauzan.


"kapan kalian mau mengadakan lamaran". suara yang kesal dan jutek.


"nanti 1 minggu lagi kita akan mengadakan lamaran di semarang.. kamu ikut yah ke semarang!" kata ka alina agar nabila bisa ketemu dengan abi.


"tenang aja kan dosenmu saya!."kata ka fauzan.


"maafkan ngak bisa!!!"( sambil pergi meninggalkan mereka berdua dan meneteskan air mata yang jatuh bercucuran dari matanya yang indah menjadi merah karena menangis. saat memasuki kamar nabila menangis dengan kencang dan tersedu-sedu


di kamar****


"kenapa semua orang ngak perduli sama aku, kenapa!!. aku dusini buat apa!!. kenapa orang yang selalu aku sayangi harus pergi untuk orang lain!!!."


" semua orang tak menghiraukan kehadiran aku apa??. apa aku orang yang seharusnya tak lahir.. kenapa!!!. aku benci hidup ku, akubenci, benci dan benci!!!!!!!...( menangis sejadi-jadinya).


"orang ku sayangi harus diambil orang lain seperti ayahku dan sekarang orang yang selalu ku kagumi, dambakan, sayangkan harus bersama dengan kaka ku. dari kecil ku selalu berdoa agar ka fauzan bisa bersama dengan ku, tetapi setiap ku ingin mengucapkan kata ka fauzan di solat istikhoroh ku, mulut kuseperti digembok dan tak bisa katakan satu huruf pun!!. mungkin memang bukan jodoh" gumamnya sambil menangis.


setelah berhenti menangis, kepalanya tiba-tiba merasa pusing, dan badannya melemas. tak bisa di gerakan. semua yang ada di kamar terlihat buram, semuanya hitam, ingin rasanya minta tolong tetapi mulutnya tak berkuasa untuk mengucapkan satu katapun.


ada apa dengan mataku..badan ku..seisi runah pun berputar-putar dan semuanya kacau balau". suara dalam dirinya.


tokk..tok..


"dek..kamu didalam.. dari tadi kamu ngak keluar kamar sama sekali..kamu lagi apa sih..". kata ka alina yang heran dengan adiknya.

__ADS_1


nabila bisa mendengar suara kakanya.. tetapi dia tak bisa apa-apa. ingin minta tolong tetapi tak bisa dia hanya bisa terbaring lemad dan tak bisa mengeluarkan sepatah katapun.


karena tak ada jawaban maka alina turun dan menemani fauzan


"nabila udah pulang ka??" seorang wanita lanjut usia menghampiri mereka berdua yang tak lain adalah umi.


"sudah mi, tadi dikamar! tapi dia ngak jawab sama sekali " dengan nada rendah dan kecewa.


"kalian kenapa? ko mukanya kusut banget, nabila ngak papakan! ", umi tahu ini pasti kenyataan pahit untuk nabila tetapi nabila harus tahu apa yang terjadi dan harus memperjelas hubungan mereka. dan membuat umi kawatir


"itu mi..., tadi nabila marah karena kita bahas abi...". setahu alina.


"ya sudah kalian ngobrol, umi mau ke


kamar nabila dulu". umi tahu ini pasti membuat nabila terpuruk akhirnya umi memilih pergi ke kamar nabila untuk mengecek kondisi nabila.


umi pergi kekamar nabila untuk membicarakan perihal ini, walaupun umi belum siap tetapi ini menyangkut masa depan kakanya dan anak kesayangannya.


tok...tok..tok...(suara pintu).


"nabila sayang buka ini umi, buka dong umi mau bicara, penting sayang ayo lah!.". tak ada sahutan dari nabila.


"umi tolong aku" dalam hati nabila berbicara.


"nak!... nabila sayang...... nak... jangan marah segitunya sampai umi harus berdiri terus kaya gini....". tak ada suara sedikitpun dari dalam yang membuat umi kawatir takut terjadi apa-apa deban putri kesayangannya.


"nabila ...jawab sayang... jangan buat umi kawatir...".umi mulai kawatir karena dari tadi sudah memanggil nabila tetapi tak ada jawaban yang diberi nabila.


"nabila...buka... nabila... kamu didalamkan nabila buka ". umi menggedir -gedor mencoba membuka kamar dan mencoba membukanya tetapi kamarnya terkunci. karena sudah beberapa menit mencoba membuka pintu dan memanggil nabila tak ada hasil. umi sudah kawatir dengan kesunyian yang ada.


tangisan umi sampai terdengar dibawah hingga mereka berdua yang mendengar tangisan menghampiri umi takut terjadi apa-apa umi.


" umi kenapa menangis, umi di apain nabila??!."rasa takut alina.


"nabila sayang... nabila... dia ngak buka-buka pintu, dia juga ngak nyaut sama sekali...pinrunya juga kekunci didalam.". umi tak tau harus berbuat apa.


"nak fauzan tolong dobrak kamar nabila. umi takut nabila melakukan hal yang tak sewajarnya.". akhirnya umi memilih fauzan untuk mendobrak pintu.


"baik umi!." fauzan langsung mendobrak pintu sekuat tenaga.


dengan bersikeras fauzan pendobrak pintu. percobaan pertama gagal sampai 3 kali dobrak pintu kamar nabila pun tetap saja gagal. sampai akhirnya pintu terbuka dan ditemukan nabila yang sudah terbaring lemas di atas kasurnya.


melihat nabila pingsan umi langsung lemas melihat ini, tak pernah terpikirkan bahwa nabila akan jadi seperti ini. akhirnya nabila dibawa dirumah sakit agar bisa tahu apa yang diderita nabila dan apa yang telah nabila lakukan untuk menghilangkan rasa sakit hatinya pikir umi.


diperjalanan umi hanya bisa menangis lemas melihat nabila yang terbaring lemas dan begitu pucat.

__ADS_1


"ya allah kenapa dengan anakku ini...apa yang telh dia lakukan dan penyakit apa yang dideritanya sampai sebegiyu lemas dan tak berdaya". tak kuat melihat kondisi nabila yang terbaring lemas.


__ADS_2