Jawaban Sholat Istikhoroh Ku

Jawaban Sholat Istikhoroh Ku
BAB 42


__ADS_3

ada rasa bahagia namun sedih saat dirinya didorong agar menemui angga. siapa sih yang tidak ambigu karena dirinya tak pernah dianggap. saat pintu ruangan terbuka. angga mencoba duduk dengan sekuat tenaga hingga berhasil duduk.


"aku ingin bicara berdua dengan sefina". menyuruh regar pergi dan langsung dilaksanankan.


"apa kau masih sakit??". tanya angga.


"tidak!, aku sudah baikan". jawab singkat.


"maaf gara2 aku kau jadi begini". suara lembut. baru pertama kalinya dia meminta maaf apa lagi dengan suara lembut.


"ti-dak apa2,ini sudah tugasku" memutar kursi roda namun agga langsung menghentikan langkahnya.


"apa kau sebegitu bencinya kepadaku hingga tak mau menemuiku??".


"bukannya kamu yang tak suka keberadaanku, aku hanya ingin pergi agar kau bahagia". ucap sefina yang memalingkan wajah.


"tatap aku. jika kau berani pergi dariku maka tatap mataku". ucapnya tegas.


"aku tahu kamu benci sama aku. aku sudah janji setelah kau siuman aku akan pergi. bukannya kamu harusnya senang". dengan derasnya air mata yang keluar dan tak sanggup menatap wajah angga.


"siapa bilang aku ingin kau pergi?. yang aku inginkan kau mau memaafkan aku karena sudah menjadi suami yang jahat dan tak berperasaan. aku mau kita mulai dari awal. aku janji hanya kamu wanita yang sekarang dihatiku tak akan pernah tergantikan". mencoba turun dari ranjang untuk menghampiri sefina.


"aku mau kita bercerai!". tak sanggup mengeluarkan kata-kata namun terus dipaksa oleh keadaan. sungguh berat sekali mengucapkannya namun itu yang selalu ingin diucapkan sefina selama ini.


"sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan kamu!". ucap angga tegas dan masih mencoba melepaskan infus.


"kenapa??". berteriak kencang ke angga


"karena aku ingin membayar jasamu dan juga menjadikan istri dan ibu untuk anak2ku. hanya kamu yang aku perjuangkan saat ini, aku memang salah karena obsesi namun setelah kejadian ini aku sadar bahwa kamu wanita yang harus aku perjuangkan. aku tahu kamu benci sekali sama aku tapi ku mohon beri aku satu kesempatan agar aku bisa menebus semuanya". sefina sudah tidak bisa mengeluarkan satu katapun karena ucapan angga. seperti sebuah keajaiban. dia bingung harus pilih mana karena hatinya hanya untuk angga tak ada yang lain.


"ku mohon, kau masih cinta aku kan. hati kamu hanya untuk aku dan hanya ada aku kan sayang". mendengar ucapan angga memanggilnya sayang itu terdengar aneh. baru pertama kali dari seumur hidup dia bersama tak pernah ada ucapan sayang dari mulutnya. harus senang atau harus sedih takut tersakiti kembali. sefina bengong diam seribu kata.


"ku mohon jadilah istri dan ibu dari anak2 ku. hanya kamu yang pantas. istriku tersayang😊". senyumanya pun baru pertama kali bagi sefina. tak pernah angga senyum padanya. sungguh berat bagi sefina. tapi sefina terkejut karena angga berada didepanyya yang telah memcopot alat infus bahkan sampai pergelangan tangannya berdarah.

__ADS_1


"ka angga kenapa kaka bisa disini dan kenapa alat infus kaka dicopot, regar cepat masuk tolong ka angga, dokter tolong ka angga". sefina langsungteriak karena terkejut takut apalagi melihat angga pucat dan lemas.


"sefina, tolong rujuk dengan ku. aku akan lakukan apapun sebagai penebusanku". menggenggam erat tangan sefina.


"kama bicara apa, regar cepat bawa cepat ka ngga ke ranjangnya. dokter cepat tolong ka angga".


"ya ampun tuan kenapa bisa seperti ini". langsung membawa angga kekasurnya dan langsung ditangani dokter. disisi lain regar dan sefina sedang diluar menunggu pemeriksaan.


"maaf nyonya kalau saya lancang. tadi kenapa tuan ada dibawah bahkan mencopot infusnya". tanya regar.


karena merasa bersalah sefina hanya menunduk dan menangis kecil.


"di-a min-ta rujuk denganku". jawab sefina dengan terbata2.


"apa nyonya tak ingin rujuk dengan tuan??".


"entahlah. aku juga bingung".


"aku tahu nyonya sakit hati karena perlakuan tuan tapi aku yakin tuan sekarang sudah berubah". meyakinkan sefina. sefina yang masih syok hanya diam mendengarkan ucapan regar.


beberapa dokter pun keluar dan kondisi angga sudah membaik.


"bolehkan saya bicara sebentar dengan ibu sefina!". pinta dokter.


"ya silahkan". jawab sefina yang masih bingung. regar langsung pergi namun tak pergi jauh. dia pergi keseberang dan menguping pembicaraan mereka.


"ibu kondisi pak angga baru membaik dan jantungnya baru beroperasi. saya mohon dengan ibu. jangan pernah buat dia marah, cape dahulu dan jangan buat sesuatu yang membahayakan dirinya seperti tadi. dan satu hal lagi. ibu harus selalu denganya karena saya yakin pak angga bisa sembuh ditangan ibu". penjelasan dokter.


"kenapa harus saya dok!".


"bukannya ibu istrinya??". jawab dokter heran.


"memang tapi tapi rumah tangga saya sudah hancur lama". jawab sefina yang emosional.

__ADS_1


"tapi hanya ibu yang sekarang bisa buat pak angga sembuh. dia hanya ingin kehadiran ibu. kumohon. buat pak angga bahagia dan jangan buat dia kesal. saya yakin itu berhasil". sefina hanya diam. perasaanya betcampur aduk.


"apa benar dengan adanya aku disampingnya dia akan baik atau malahsebaliknya"


"baiklah dok saya akan mencoba semaksimal mungkin". jawab sefina percaya diri.


"semangat ibu. semoga berhasil". semangat dari dokter.


selepas berbicara dengan dokter. sefina langsung pergi ke ruangan angga. sefina yang masih menggunakan kursi roda merasa susah bergerak karena tidak berbiasa. kalau saja kaki kirinya tidak patah dia bisa berjalan seperti biasanya. melihat sefina yang susah bergerak regar langsung keluar dari persembunyiannya yang dari tadi menguping pembicaraan.


"nyonya sini saya bantu". langsung mendorong sefina.


"loh ko kamu disini??".


"tak pa nyonya, aku yakin nyonya bisa berhasil merebut hati tuan. semangat nyonya!". langsung nyerocos.


regar dan sefina masuk keruangan yang dari tadi sudah ditunggu angga.


"kenapa lama sekali kalian keluar, kemana saja kau bawa istriku". gerutu angga. lagi2 ucapannya membuat sefina kaget dan bahagia. sekarang dirinya sudah dipanggil istri oleh angga.


"benarkan kataku nyonya, tuan sekarang malah sudah mencintaimu". bisik regar yang dijawab senyuman lebar sefina.


"apapun yang terjadi aku akan terina dengan lapang dada, tujuanku hanya ingin membuat ka angga sehat dan pulih seperti sedia kala"


"sayang maafkan aku karena membuatmu cemas tadi". ucap angga.


"ti-dak apa2. yang penting kamu harus sembuh". gerogi. sefina sudah disebelah angga.


"apa kau sudah baikan??". tanya sefina yang senyum lebar terpancar diwajahnya.


"sudah karena kau sudah ada disini". jawab angga yang bahagia dengan respon sefina.


"aku hanya jadi nyamuk disini, lebih baik pergi. aku senang akhitnya mereka bisa bersatu". batin regar. regar pergi keluar mencari makan.

__ADS_1


"apa benar ka angga mencintai aku??". ucap sefina.


"ya aku mencintamu. ya walau belum sepenuhnya namun aku akan berusaha mencintaimu dengan semua yang aku miliki. tolong beri aku kesempatan satu kali". sefina kaget dengan jawaban angga. sefina hanya ingin mengetes saja dan iseng namun jawaban angga membuat hatinya bahagia. karena ini yang dia mau. di panggil sayang, diakui sebagai istri, di minta menjadi ibu dari anakanya bahkan dia memintaa maaf dan tersenyum. yang tak pernah dia dapatkan setelah menikah 2 tahun lebih bahkan sebelum menikah pun sama hanya dianggap sebagai budak. tapi semua kelembutan sefina ditujukan untuk kesembuhan angga bukan untuk menggali cinta angga.


__ADS_2