
"nak bangun.. nak kamu denger umikan.... bangun sayang.. ini umi, katanya kamu ngak akan ninggalin umi selagi umi ngak pergi... jadi kamu bangun yah sayang... umi selalu ada di sisi kamu... bangun... huhu...hu." umi tak kuasa melihat anak kesayangannya harus pingsan.
mendengar ucapan umi...membuat alina merasa tertusuk hatinya..karena umi lebih mementingkan nabila dari pada dirinya dari kecil.
"ya allah kenapa aku selalu merasa semua keluargaku hanya mengingikan nabila..bukan aku". batin nabila dengan meneteskan air mata.
"sudahlah, umi sudah berjam-jam menangis, aku ngak mau umi sakit...".menenangkan umi walaupun dia juga tak kuasa memendam rasa iri hati dan tak kuat melihat adeknya terbaring lemas yang biasanya senyum, bertengkar,cekcok dan sekarang hanya bisa diam tertidur.
" tapi adek kamu ngak sadar -sadar !. umi takut sayang!!. huhu..hu.". menatap wajah nabila yang begitu pucat dan membuat tubuh umi goyah dan tak kuasa menahan semua ini.
"umi tenang aja ada dokter disini, jadi umi gak usah kaya gini...". fauzan ikut menenangkan umi karena tak tega melihat umi harus bercucuran air mata.
"ngak umi ngerasa bersalah sama nabila, umi ngak ngerti harus gimana...".menutup wajah sendiri.
"umi tenang yah, ada alina disini!!.". semua memang tak menduga nabila bisa langsung ngendrop begini.
tiba-tiba ada seorang laki-laki berjas putih dan disampingnya seorang perempuan. dia adalah dokter dan suster yang akan memeriksa keadaan nabila.
"permisi... saya dokter yang akan memeriksa keadaan pasien, bisa beri saya waktu.!!.".memberi hormat pada keisi ruangan.
"ya dok!,ayo mi, alina!.".menggandeng tangan umi yang dingin dan badan yang lemas.
mereka akhirnya keluar dari kamar rumah sakit dengan hati gelisah, sedih, dan tak karuan. umi selalu menangis walaupun sudah ditenangkan tetapi tetap saja umi meneteskan air matanya. umi sangat sedih karena ini pertama kalinya nabila seperti ini, umi tak pernah melihat nabila sakit, walaupun memang nabila setiap kali sakit selalu langsung ke dokter sebelum pulang kerumah agar seisi rumah tak ada yang tau penyakit apa yang dideritanya.
mungkin nabila sakit karena jarang makan, dia lebih suka menyendiri dikamar, dirumah pokoknya dimana-mana kecuali dengan intan. dia yang selalu bersama nabila dan ibunya hanya sebagai seorang pengerti isi hati anaknya tidak sedalam intan.
di dalam.
"cewe tadi yah!?. ko dia bisa sampai kaya gini sih, sebenernya dia kenapa".dalam hati dokter
"kenapa jantungku berdebar begitu kencang setelah tau muka aslinya dia jika tidak menggunakan cadar, ya allah rasa apa ini!!."dalam hati merasakan jantung yang begitu berdebar.
__ADS_1
"dok kenapa bengong, apa dokter mengenal wanita ini???.".tanya suster kepada dokter zidan.
"mungkin, hanya sekali". ucapan zidan singkat. dan langsung memeriksa pasien.
suster senyum denan tingkah laku dan ucapan dokter. karena dokter zidan tak pernah mengatakan seperti itu, seperti menyembunyikan sesuatu, setiap ada yang ia kenali pasti dia akan tude poin, keluarga, teman, sahabat, tetapi dilihat dari mukanya , keliatannya dia sok banget melihat wanita didepannya itu harus terbaring lemas tak berdaya seperti ini!!!...
diluar semua orang cemas karena hampir ½ jam mereka menunggu tetapi dokter pun tak kunjung keluar-keluar. umi hanya bisa ber do'a karena air matanya sudah habis dikeluarkan semua. umi terlihat sangat tak berdaya dan melamun terus!!...
"sebenarnya siapa namamu".. gumam zidan yang didengar suster.
"nabila pak dokter". suster langsung menjawabnya.
"ternyata benar pikiran ku, pak zidan mengenal dan menyukai wanita ini, dilihat dari wajah, wanita tsb sangatlah cocok dengan pak dokter" pikiran suster yang berbicara didalam hati.
zidan langsung kaget dengan ucapan suster dan merasa malu atas apa yang dirinya ucapkan.
"kejarlah jika dia baik untuk mu dok" suster memberi semangat kepada dokter. suster berani berbicara seperti ini karena dia lebih tua dari zidan dan zidan menganggap dia adalah seorang kaka.
"terimakasih ka"zidan selalu memanggil suster itu kaka jika diluar rumah sakit dan itulah yang membuat mereka akrab.
"dok bagaimana keadaan adik saya."ka alina yang menghampiri dokter saat keluar ruangan
"ya nabila mengalami gangguan pikiran yang sangat mempengaruhi otakya akhirnya dia tak kunjung bangun dari pingsannya, dikarenakan banyak beban dan pikulan yang dihadapinya dan dia mempunyai penyakit lambung dan lambungnya semakin meningkat karena dia jarang makan, selalu telat makan, jadi sekarang ibu harus bisa mengontrol asumsi makan nabila. baik itu saja!..." dokter menjelaskan.
"terimakasih dok atas bantuan dokter. "kata alina.
" saya sudah kasih obat penenang mungkin ini bisa membantu sedikit pikiran nabila". ucap dokter.
"baik dok terimakasih, sudah menolong anak saya".
"kenapa dokter ini tahu nama anak saya, apa jangan-jangan....".kata umi dalam hati karena mendengar pak dokter menyebut pasien dengan namanya langsung.
__ADS_1
"sama-sama, mari."kenapa rasanya setelah aku keluar dari kamar nabila, ada yang hilang yah, padahal kan aku sama dia ngak ada apa-apa, tetapi kenapa rasanya.... ya sudahlah )!!". pikirannya selalu ada nabila.
"dokter kenapa , mikirin mba nabila yah, ya ampun dari tadi pas didalem kamar mba nabila liatin aja muka, nama, pokoknya ngak ada yang keliwat lah, emang mba nabila siapa sih pak! ?. jadi penasaran nih.." kata suster yang menggoda zidan.
"sedahlah bu suster dia bukan siapa -siapa". dengan tegas langsung menjawab pertanyan suter.
"akhirnya aku bisa tahu namanya ya walaupun harus dapetnya di tempat tidur pasiem. huhh ".
"umi kita masuk yu, mungkin nabila udah bangun. "kata ka alina .
mereka pun masuk tetapi jangan sampai membuat keributan yang membuat kesehatan pasien memburuk.
"nak bangun disini ada umi, ka kamu, oyolah". umi yang masih kawatir karena nabila tak kunjung sadar-sadar.
"umi makan yah, ini sudah dibelikan nasi buat makan sama mas fauzan".sambil menunjukan makanan
"umi ngak laper(lemas)".
" kenapa sih..umi selalu dengerin nabila tetapi kalau aku jarang...disaat nabila butuh bantuan umi selalu ada tetapi disaat aku butuh bantuan umi jarang buat aku". batin alina yang merasa pilih kasih.
"maaf umi, umi lemes kaya gitu bilang ngak laper, umi ngak boleh gitu kalo umi sakit nanti alina nya sedih loh umi". fauzan mulai cemas dengan keadaan umi.
"ya umi ngak aper".jawab umi tegas.
"ya sudah, tetapi umi harus makan, berhubung udah malem, saya pulang dulu yah umi!. assalamualaikum". fauzan berpamitan karena hari sudah larut malam.
"waalaikumsalam". semau menjawab.
umi memilih mengaji untuk menenangkan hati dan membuat bangun nabila dengan mendengar lantunan ayat suci yang dibacakan umi.
umi berharap dengan melantunkan al-qur'an nabila membuka mata karena nabila sangat suka dengan lantunan ayat suci.
__ADS_1
sehubung nabila drop seperti ini, akhirnya rencana ingin pergi kesolo menemui abi dibatalkan dan lebih memilih menelpon abi untuk meminta restu disatukan dan jadi wali alina.
karena melihat adiknya terbaring lemas dan tujuannya mengadakan amaran kecil di solo agar dapat menyatukan nabila dengan abi..tetapi harus ditunda karena nabila sekarang sedang tak baik.