Jawaban Sholat Istikhoroh Ku

Jawaban Sholat Istikhoroh Ku
hari pertama kuliah


__ADS_3

haripun telah menampakkan cahaya mentari yang membuat nabila berhenti membaca sebuah buku yang selalu dibaca orang muslim. yaitu al-qur'an.


sodakallohuladzim


"jam berapa yah ko kayanya nyante banget.."bergumam


"astaghfirullah jam 6 rupanya, jangan sampai telat , masa telat di hari pertama kuliah".dengan sigap dia menaruh alqur'an dan tak lupa ia mencium dahulu alqur'an. dan langsung mengambil make up dan buku pelajaran.


nabila bersiap-siap untuk berangkat kuliah dengan hiasan yang selalu dia pakai dan dia tak suka dengan gaya dan baju yang bergaya modern yang terlaluan lebih mending dengan gaya yang asli, tak lupa dia selalu memakai cadar nya.


setelah merias diri dan mempercantik diri. nabila turun ke bawah untuk berangkat kuliah dan tak lupa bersalaman dengan seorang wanita dengan seragam guru/dosen yang tak lain umi, umi zahra.


" nak , makan dulu, nanti kalo ngak makan sakit inikan hari pertama kamu kuliah sayang. ayo makan jangan terburu-buru".melihat nabila yang berlari kearahnya saat menaruh hidangan makan pagi.


"umi...nanti nabila terlambat kalo ngak cepet-cepet, kan ini hari pertama masuk kuliah ku umi!!."


"ya sudah ayo makan dulu".dengan nada crewet agar nabila bisa makan dengan keluarga.


"ouh ya umi kaka mana ko jam segini belum turun-turun juga, dasar kalo dandan harus satu jam". sambil duduk di meja makan dan sebel dengan tingkah laku kakaknya.


"sirik aja, kaka yang cantik kenapa kamu yang marah". seorang wanita yang khas dengan gaya modis yang tak lain ka alina.


mendengar suara yang terdengar di atas tangga, membuat nabila jengkel dan geram pada kakanya tersebut


"sudah, ka ayo makan nanti keburu dingin, cepet ayo nanti telat". memecah cekcok antara kedua anaknya.


"pagi-pagi udah bikin gue naik darah". duduk dan mengambil makanan.


"ya emang kebiasaan kaka kaya gitukan..kalau dandan satu jam, makanya kalau lagi mendesak pasti kaka rempong banget." gerutu nabila.


keluarga mereka terlihat sangatlah tenang walaupun tak selalu seperti ini. hari ini nabilapun berangkat kuliah dengan menggunakan gober yang telah ia pesan namun sudah ½ jam gobernya tak ada yang mengambil, akhirnya dia berinisiatif menggunakan ojek.


"di jalan raya''


"kenapa lama sekali sih.....!, udah 20 menit ngak ada yang ngambil, ngak pada butuh uang apa yah" mulai kesal karena udah lama nunggu tetapi ngak ada yang ngambil ordernya.


setelah beberapa menit, tiba-tiba ada laki-laki yang menunggangi motor berhenti di sebelah, dikiranya adalah tukang ojek yang akan menarik penumpang, akhirnya dia langsung menyampiri ojeknya yang sedang mengangkat telpon


"mas ojek kan". langsung duduk di jok motor belakang dan langsung menepuk agar dia langsung menjalankan motornya ke kampus.


"pak antarkan saya kekuliah A. cepetan pak saya hampir terlambat". sambil menepuk bahu menyuruh nya jalan kedua kalinya.


"saya bukan"/"sudah lah pak cepat nanti saya bisa terlambat nih". yang memotong pembicaraan ojek tsb.


pak ojek pun akhirnya langsung mematikan hp dan langsung menyalakan motor.


"sudah pak cepat saya sudah terlambat nih, ayo pak jalan". menggoyang-goyangkan badan ojek tsb.


"baiklah, mau ke ma..na???."kata pemuda tersebut karena gerogi baru pertama berboncengan dengan wanita yang tak dia kenal.


" cewe siapa sih ini...tiba-tiba nongol dan panggil aku ojek". batin laki-laki tersebut.


"ke kuliah A pak. kan aku tadi sudah bilang. ko bapak gugup sih kaya ngak pernah naikin penumpang!!."( dengan hati kecewa)

__ADS_1


"aneh!!!!🤔". gumamnya.


diperjalanan merasa kenapa pemuda ini gerogi menyetiri motornya dan rasa canggunglah yang meliputi perjalanan ini, entah kenapa muncul rasa deg degan dan rasanya berbeda dengan laki-laki yang pernah nabila kenali.


"aku kenapa sih....ko jantung ku ngak beraturan sih...rasanya mau copot"batin nabila sembari memegangi dadanya yang rasanya ingin copot dan melayang.


setelah 30 menit akhirnya sampai didepan kampus dan ingin langsung masuk karena rasanya ngak karuan disamping pemuda tersebut.


"makasih yah pak, inipak bayarannya"


"ngak usah......" kata pemuda tsb dengan gerogi dan malu.


"sebenarnya saya bukan ojek melainkan saya seorang dokter"(sambil melepas helm dan jaket agar dapat dilihat baju dinas kedokteran).


"a....pa!!!, bapak bukan ojek??.". merasakan setruman ke seluruh tubuh saat mendengar penjelasan pemuda itu dan begitu terkejut sampai tak menghiraukan apa yang keluar dari mulutnya.


"maafkan saya sudah lancang dengan memanggil bapak ojek, maaf". karena rasa malu yang meliputi diri sampai harus tertunduk malu dengan kelakuan dirinya sendiri.


"tak apa, perkenalkan saya zidan"( orang yang di sangka ojek oleh nabila).mengulurkan tangan seperti orang biasa saat perkenalan


"ouh, sekali lagi saya minta maaf" ( tak bisa memperkenalkan nama entah apa yang menyelimuti hati . hanya mendungkluk karena malu sebegitu malu dengan kejadian tadi.


memang dari perjalanan nabila mendungkluk tetapi tak seperti ini, rasanya benar-benar malu dan canggung atas apa yang dirinya lakukan). bisa dibilang ditertimpa batu karena ulahnya.


"sudahlah jangan malu-malu, kitakan sesama manusia harus saling menolong!."menghilangkan canggung diantara keduanya.


"saya minta maaf,..ouh ya ini uang untuk ganti rugi dan ucapan terima kasih."


"astahfirullah..jam 08.40 bisa telat"gumam nabila saat melihat jam tangan.


"em....baiklah terimakasih banyak, saya permisi dulu mau masuk kuliah nanti saya telat."melambaikan tangan sambil berlari menuju gerbang.


nabila akhirnya pergi meninggalkan zidan yang senyum-senyum sendiri, dengan berlarian kencang akhirnya memasuki gerbang dan tiba-tiba ada yang mengeder yang membuat jantug terasa lepas dan terbang dari dalam dada ditambah rasa kaget yang dirasakan ini.


"hayoh... lari-larian kaya di kejar hantu aja!. telat yah??. "aduh kasihan, udah pakenya besar banget kaya gini lari-larian segala lagi!."dia tak lain wanita tomboy yang selalu ada untuk nabila. dia adalah sahabat nabila yang bernama intan.


intan adalah wanita tomboy tetapi dia malah benci wanita-wanita yang bergaya seperinya tetapi centil. memang aneh tapi itu kebiasaannya. membicarakan para wanita yang tomboy dan centil saat bertemu wanita seperti itu dijalan.


"udah deh intan aku cape nih, malah ditakutin kaya tadi!.".mengelus dada.


"yyaya maaf" kata intan santay


"di dalam kelas"


dosen: selamat pagi, perkenalkan say dosen kalian, saya pak fauzan. saya sudah 2 tahun jadi dosen disini, semoga kalian bisa belajar dengan baik berama saya.


"kenapa rasanya aku kenal sama orang ini yah!!."(bergumam).sembari mengingat ingat apakah memang kenal atau tidak.


" loh ngomong apa??"intan kaget mendegar gumaman nabila.


"ngak ada, kamu kali yang salah denger!....." langsung mengelak agar tak terjadi pertanyaan yang mesti akan dilontarkan intan.


"siapa yah!!! .....sudahlah"(dalam hati).bigung dengan pikirannya sendiri.

__ADS_1


setelah 3 jam akhirnya tiba waktu istirahatpun dan semua mahasiswa berhamburan keluar kelas.


"bil makan yuk, dari pagi gue belum makan nih!.". merasa lapar intan mengajak nabila kekantin.


"ya udah ayuk, tetapi aku ngak makan yah, aku udah makan dirumah, masih kenyang nih perut...". sambil memegang perut buncitnya.


"ya, udah ayo." dengan menarik tangan nabila yang tak sabaran


nabila dan sahabatnya pergi kekantin untuk makan dan berbincang -bincang, disela-sela perbincangannya mendengar pak fauzan menelpon seorang yang nabila rasa nengenali suara dan nama yang disebut dosen mereka.


"ya saya sehabis mengajar, saya akan kerumah kamu sayang"kata pak dosen. yang didengar oleh nabila


"beneran, mas mau ke rumah sekarang, mau ngomongin keinginan kita ke umi??."kata wanita tersebut.


nabila mendengarkan pak dosen sampai omongan intan tak didengarnya, saking seriusnya sampai di sekitarnya tak terdengar oleh telinga nabila.


"ya, sayang ku alina!!."kata pak dosen.(nama yang disebut pak dosen membuat nabila kaget dan bingung).


"apa..!!!. aku ngak salah denger. pak dosen panggil nama alina..emmm ngak mungkin kakaku lah..masa iya kakaku kenal sama pak dosen". batin nabila sembari mendengar srmua omongan dosennya.


"tetapi nanti nabila mau ngak yah ke rumah abi??."kata wanita tsb.(dan lagi-lagi nama yang disebut membuat nabila terkejut dan seperti mengenal nama dan suara yang diucapkan wanita ditelponnya pak dosen).


"apa...nabila!!!".mendenger ucapan wanita tersebut membuat nabila makin heran dan kebingungan.


"insaallah, ya sudah yah sayang ini sudah mau masuk".(sambil melihat jam tangan).


"woy...loh denger ngak apa yang gue omongin nabila". membentak nabila dengan keras, terlihat wajah kesal dari wajah intan yang membuat nabila kaget dan membuat nabila membuang minumannya hingga terlihat oleh pak dosen.


"astahfirulah...intan, kamu itu bikin aku jantungan terus sih". marah atas apa yang telah intan lakukan padanya yang membuyarkan semua orang.


"yah loh nya aja...gue lagi cerita loh nya malah bengong sendiri". gerutu intan yang tak terterima dengan mengerutkan dahi.


"ya maaf". merasa bersalah saat melihat raut wajah intan yang begitu sebel dengan nabila.


akhirnya obrolah mereka berhenti setelah telponya dimatikan dan nabila merasakan ada hal yang aneh dan seperti menyangkut dirinya..


" gara-gara ribut sama intan... ketinggalan deh ceritanya"batin nabila yang kesal dan meremas dan menarik bajunya sendiri.


"kenapa orang yang dia sebut familiar didenger yah dan lagi nama aku disebut??".(dalam hati).


"loh nanti mau langsung pulang apa ke apoteknya bu salma??". menyadarkan nabila dari lamunan yang ngak jelas.


"aku ke apotek dulu baru pulang".menjelaskan sambil memandangi dosennya yang pergi keluar kantin.


dengan ekspresi masih bingung dan bertanya-tanya. nabila melihat terus langkah dosenyya yang mencurigakan.


kelas pun akan segera dimulai. semua mahasiswa berjalan menuju kelas termasuk nabila. dengan santai berjalan menuju kelas.


setelah berjam-jam kelas berakhir, nabila dan intan langsung pergi ke apotek yang biasa di kerja untuk mencari uang tambahan dan memperluas pengetahuan.


berjalan kaki menelusuri jalan yang ramai dan begitu banyak kendaraan melewatinya yang membuat nabila bersyukur atas apa yang telah allah berikan padanya.


menatap gedung-gedung besar yang menjulang tinggi seperti menggapai langit, begitu kagum melihat para pekerja bangunan saat lelah mereka tetap semangat, yang begitu banyak debu dari pasir dan bahan bangunan yang tak menyurutkan kerja kerasnya, harus panas-panasan tetapi tak takut hitam dan melihat pepohonan yang di tanam di tepi jalan membuat udara ibu kota semakin sejuk dari polusi udara membuat nabila tambah semangat dengan keadaan sekitar walaupun begitu banyak debu yang berhamburan dilangit.

__ADS_1


__ADS_2