
mereka pergi ke mal dahulu untuk membeli sesuatu yang akan diberikan kepada bapak dan ibu halim sebagai buah tangan. saat mereka dalam perjalanan dan sesampainya di mal. mereka merasa ada yang mengikutinya dari jauh. entah itu hanya perasaan saja atau hanya kebetulan.
"mas" ucap nabila yang merasa aneh dari tadi.
"ada apa sayang" sahut zidan sambil menggandeng nabila.
mereka jalan sambil melihat-lihat.
"emm...aku omongin sama mas ngak yah...jangan deh nanti mas kepikiran lagi sama yang aku omongin" batinku.
zidan memandangi istrinya yang tiba-tiba berhenti dan melamun.
"ko diem sayang".merasa aneh pada nabila.
"ngak ko sayang...a...ku bingung mau pilih baju yang mana". sahut nabila yang bangun dari lamunannya dan mengacak-ngacak barang didepanya.
nabila tak menyadari apa yang dipegangnya. karena begitu kagetnya saat zidan bicara dan nabila berbicara langsung tanpa berpikir apapun.
" baju???..kamu sadar ngak yang kamu pegang apa??" heran.
"ya baj.....sabun!".heran dengan sikapnya sendiriš¤.
"ko bisa sabun yah...emang aku ngomong apa tadi". masih heran dengan ucapannya sendiriš¤.
"kamu mikirin apa sih sayang..sampe sabun mandi dikira baju..masa ngak bisa bedain mana kain mana benda". mengelus kepala nabila.
"emmm...maaf mas, aku lagi ngak fokus".
"sebenarnya apa yang sedang istriku pikirkan...apa jangan-jangan dia juga diteror"batin zidan.
" mas..kita beli baju yu".menyeret tangan zidan.
setelah mereka membeli baju dan sedikit cemilan dan buah-buahan. mereka pergi ke rumah ibu.
#rumah ibu#
tok..tok...tok
"assalamualaikum". mereka berdua mengetuk pintu dan memberi salam.
__ADS_1
"waalaikumsalam".sahut ibu yang langsung memeluk nabila setelah membukakan pintu.
"ya ampun anakku.."berpelukanš
"ibu...apa kabar bu".mencium tanga ibu.
"baik anakku".
"anak kandungnya siapa yang di sayang siapa". rajuk zidan.
"sirik aja kamu nak".timpa ibu.
nabila tertawa kecil melihat tingkah laku ibu dan anak.
"ouh ya bu..kita tadi mampir di mal dan ada sesuatu buat ibuš"memberikan tas belanjaan.
"wah anakku memang baik dan pengertian ngak kaya dia". menyindir seseorang.
"yah ibu aku emang anak yang ngak baik dan pengertian". marah dan langsung duduk di sofa.
"aduh ada marah nih...".goda ayah.
"tak ku sangka, ternyata keluarga mas zidan lucu jugaš" batin nabila yang tertawa.
"ayah".mencium tangan nya.
"menantuku memang sangat sopan, kesini saja bawa buah tangan".
"ouh ya..kalian udah makan belum??". tanya ibu.
"ya belum lah bu..kita ini baru beli baju buat ibu, mana sempet makan". ucap zidan.
"wah kebetulan..ibu tadi masak opor ayam kesukaan anak ku yang paling ganteng".
"loh..loh..loh..ibu mu saja yang dibelikan baju..ayah tidak??".
"ouh..ayah dibelikan baju ko..satu set sama ibu". ucap nabila.
"terima kasih menantukuš".
__ADS_1
"ehmm..cuma menantunya??".ujar zidan yang langsung menyambar.
"ih..anakku ini tak mau mengalah. kaya ayahnya sama..kalian berdua sama saja". ucap ibu.
nabila pun dibuat tertawa ke3 kalinya .
"nak..kita kedapur yu..menyiapkan makan malam".
"ya bu". terbangun dari tertawaannya.
mereka makan dengan opor ayam yang telah disiapkan ibu dan juga sedikit makanan ringan untuk memenuhi makanan.
begitu harmonis rumah tangganya. di setiap makan ada sebuah kebahagiaan yang mengalir di setiap detik berjalan hingga selesai makan.
zidan dan nabila tak merasakan apa yang sedang menimpa rumah tangga mereka. mereka begitu tenang dan gembira dengan keharmonisan yang dirasakan mereka.
haripun mulai gelap gulita dan sudah waktunya masuk sholat isya. dan mereka berdua melaksanakan sholat isya berjamaah.
dari awal mengucapkan"allahuakbar". begitu terasa nikmat dan bahagia. begitu kusyu sholat mereka sampai akhir sholat "assalamualaikumwarohmatullahiwabarokatu"
"ini hari kedua aku sholat isya berjamaah dengan suamiku". batin nabila yang sedang begitu gembira.
"apakah kamu bahagia sayang"sambil mengangkat tangan dan dicium oleh istri tercintanya.
"aku bahagia sekali mas, bisa menjadi istrimu". dicium keningnya oleh suami.
mereka bersiap-siap istirahat karena sudah larut. hanya ada lelah yang menyelimuti tubuh mereka saat berada di kasur yang lembut.
nabila telah tidur lelap dan zidan masih belum tidur karena memikirkan teror yang telah memberi email padanya.
"benernya siapa yang ingin rumah tanggaku hancur" ucap zidan sambil menyayangi istrinya yang sudah tidur lelap.
"sayang..apa kamu juga diteror..aku heran ..kenapa kamu sering melamun saat setelah aku mendapatkan email ini".
didalam hati zidan menginginkan solusi dan menginginkan esok tidak akan ada hal yang tidak terduga.
tapi mungkin kehendak berkata lain.
zidan akhirnya tertidur dengan memeluk tubuh istrinya yang sangat dia sayangi.
__ADS_1