Jika Aku

Jika Aku
Tersaingi


__ADS_3

Setelah semalaman gue nangis mendengar bentakan-bentakan Papa yang membuat Hati gue sakit, Akhirnya pagipun tiba yang pada hari ini adalah hari gue mengambil hasil Ujian di Sekolah.


"Kamu baru bangun?"Tanya Papah saat gue menuruni anak tangga.


"Dari tadi Pah cuman baru turun aja"


"Yaudah sarapan dulu"Suruh Papah.


Guepun duduk berhadapan dengan Papah diruang makan, Sarapan pagi ini sangatlah canggung dan menakutkan menurut gue pasca kejadian semalam.


"Kenapa mata kamu sembab? Nangis?"Tanya Papah yang membuat gue terkaget-kaget.


"Emm gakk kok Pah, ini biasa aja"


Setelah selesai Sarapan gue segera mengganti baju dan langsung pergi menuju rumah Mamah yang jaraknya lumayan jauh dari rumah gue ini.


"Mau diantar Papah?"


"Gausah Pah, Hasby naik angkutan umum aja"Jawabku menolak.


"Baiklah, Hati-hati"


Memang cukup melelahkan menaiki angkutan umum karena sangat tidak biasa melakukannya tapi gue juga masih takut dan terbayang-bayang bentakan Papah malam tadi.


Diangkot gue merenung "Apa Absy juga sama sakit hatinya kaya gue kalau dibentak Papah?"Tanda tanya dibenak gue.


Sampai sudah didepan rumah yang ditinggali Mamah dan Absy, Guepun langsung menekan bel yang tersedia didepan gerbang tinggi rumah Mamah.


"Silahkan Masuk"Ucap petugas keamanan.


^^^(AbsyPov)^^^


Di hari yang aku tunggu-tunggu akhirnya tiba juga dan aku yakin bahwa hasil belajar aku selama setahun ini bisa memuaskan dan membuat aku bangga tak lupa juga dengan Mamah.

__ADS_1


"Absy!"Panggil Mamah.


"Iya sebentar Mah"


Akupun langsung menghampiri Mamah yang terlihat sudah bersiap pergi menuju sekolahanku.


"Ayo sayang"


"Mana Hasby? bukannya dia mau bareng kita ya"Tanyaku saat belum melihat kembaranku datang.


"Oh iya, Mama coba telfon"Saat Mamah hendak menelfon tiba-tiba terdengar suara bel rumah berbunyi.


"Biar aku aja Mah"Ucapku.


Akupun membuka pintu untuk melihat siapa yang bertamu dipagi hari ini atau emang ini adalah Hasby yang baru saja tiba.


"Hasby?"Panggilku.


"Ya, Sekarang aja"


"Mah ini Hasby udah datang, Ayo pergi!!"Teriakku pada Mamah.


Beberapa menit kemudian sampailah kami disekolah. Cukup banyak wali murid yang datang kesini, Ada yang sama Papahnya,Mamahnya,adapula yang bersama kedua orang tuanya.


"Langsung masuk saja bu"Ucap wali kelasku menyuruh Mama masuk.


Setelah Mamah masuk terdengar suara bisikan yang menusuk telingaku "Eh itu anak dan istrinya penambang itu yaa, Katanya udah pisah tuh"Ucap Ibu-ibu yang melihat aku dan Hasby.


"Anaknya yang satu jerawatan parah katanya Jeng, Serem deh kayaknya"


"Oh yaa, Pantes selalu pake masker yaa"


Ternyata bukan anak-anaknya saja yang suka membullyku tapi juga orang tua mereka seperti itu hobi membicarakan orang. Memang yaa buah gak akan jatuh jauh dari pohonnya.

__ADS_1


"Ah gue malu deket sama lo"Ucap Hasby dan langsung pergi meninggalkanku sendiri diluaran kelas.


Pembagian hasilpun dimulai, Jantung rasanya berdebar tapi saat melihat Mama tersenyum padaku sudah cukup menenangkanku.


"Ibu dan bapak ada juara kelas dan juga juara satu sekolah loh dikelas kita ini"Ucap Wali kelasku. Aku berharap akulah yang menjadi salah satu juara itu.


"Heh lo gausah ngarep bisa juara kelas apalagi juara satu angkatan haha"Kata Hasby berbisik.


"Liat aja nanti"Ucapku.


Akupun mendengar dengan seksama apa yang dikatakan Wali kelasku kepada para Wali Murid yang hadir pada kesempatan hari ini.


"Juara kelasnya diraih olehh...." Deg jantungku berdetak kencang.


"Putri Ammabell" Semua orang tua bertepuk tangan mendengar siapa yang menjadi juara kelas dengan nilai tertinggi.


"Nah kan lo gak masuk haha"Bisik Hasby lagi.


"Iya nih, Lo juga ya hehe"Balasku.


Akupun mendengar lagi pengumuman yang akan disampaikan Wali kelasku. "Dan yang Juara satu sekolah adalah......"


"Pasti gue nih, Pastiiii"Dengan pedenya Hasby berbicara seperti itu.


"Absy Vander Vi" Aku kaget dan tak percaya mendengar semua itu.


"Loh kok dia sih"Ucap Hasby.


"Haha tersaingi ya bosss"Aku langsung meninggalkan Hasby dan masuk kedalam kelas untuk menerima sertifikat dan piala yang diberikan langsung oleh Kepala Sekolah.


"Selamat ya sayanggg"Teriak Mamah disela-sela gemuruhnya tepuk tangan.


"Selamat nak, Sukses selalu kedepannya"Kata Kepala sekolahku.

__ADS_1


"Terima Kasih"


__ADS_2