
Tak terasa jarum di Jam Dinding kamar Gue sudah menunjukan pukul 23.00 yang artinya sudah hampir 4jam kita telfonan. Ini menurut gue Rekor telfonan selama hidupnya si Gue.
Karena sudah cukup ngantuk dan mata sudah tidak bisa dibuka lama-lama lagi Guepun langsung tertidur tanpa menggunakan selimut seperti biasa.
.....
Esok harinya Gue terbangun diwaktu Adzan Subuh karena ada tamu lewat akhirnya Gue gak bisa melaksanakan sembahyang wajib ditambah Mama sudah mengetuk pintu sedari tadi.
"Sebentar Mah..."Kataku.
Guepun membuka pintu dan melihat Mama yang sudah berdiri diluaran kamarku dengan pakaian yang sudah rapih.
"Loh udah siap?"Tanyaku kaget saat melihat Mama yang rapih sedangkan Gue masih pakai baju tidur.
"Udahlah, liatt jam berapa tuhhh!"
"HAAHHHH!?, Terus tadi Adzan apa?"Kataku saat melihat jam tangan yang menunjukan pukul 06.30 milik Mama.
"Adzan apaan ari kamuuuuu, cepettt siap-siap!"
"I-iyeee sabarrr"Ucapku yang masih berfikir bahwa Adzan tadi hanya ada dimimpiku.
Seusai bersiap Guepun langsung menuruni tangga dan tak sempat untuk sarapan terlebih dahulu karena jadwal pesawat yang makin mepet, Tapi gak lupa kabarin si kesayangan pastinya.
"Pak supir tolong percepat yaa karena Pesawat kita mau berangkat nih"Ucap Mama pada supir.
"Baik nyonya"
__ADS_1
Gue terdiam duduk dibelakang sambil sesekali mengecek Handphone yang berada dipahaku karena menunggu balasan Chat dari Absy.
^^^...AbsyPov...^^^
"Haduuuuhhh kemana nih Handphoneku ya"Kataku sambil membolak balikan bantal dikasur.
Saat sedang mencari tiba-tiba terdengar suara getaran yang sepertinya itu handphoneku yang sedang dicari.
"Haa dimana eta dimana dimana dimana?"Ucapku sambil mendengarkan dengan seksama getaran itu.
Ternyata Handphoneku ada didalam keranjang bawah kasurku yang sepertinya semalam terjatuh saat mataku tertutup.
"Waduhhh retak boss, Untung masih bunyi dan keteken nih"
Akupun langsung membalas Chat yang teratas terlebih dahulu yang tak lain adalah dari Felisha sang pujaan hati. BucinBatDah.
Sebenarnya Aku merasa gak enak karena telat balas Chattingnya tapi tak apa Felisha pengertian saat Aku jelasin kenapa bisa lama dalam membalas chatnya.
Tapi karena Aku percaya cinta dia sangatlah kuat Akupun mulai merasa tenang dan merasa tak apa ditinggal beberapa hari yang penting masih bisa Chattingan.
Karena hari ini hari libur sekolah Aku berencana untuk pergi kerumah Papah sebentar sebelum Aku menjenguk kembaranku di Kantor Polisi.
"Biii saya pergi dulu"Ucapku berpamitan pada orang rumah.
"Hati-hati ya Tuan muda"Jawab Bibi.
Hari ini langit sedang bahagia yang artinya cerah secerah hatiku saat ini membuat Aku menjadi tenang jikalau hanya menggunakan motor untuk berpergian.
__ADS_1
Setelah sampai dirumah Papah akupun langsung masuk kedalam karena katanya Papah sedang tidak kemana-mana alias sedang santai.
"Hai Pah"Kataku saat melihat Papah sedang membaca Majalah dipinggir kolam renang.
"Hal...."Belum selesai berbicara Papah tiba-tiba terlihat kebingungan saat melihatku.
"You Absy?"
"Iyaa ini Absy Pah"Jawabku.
"Really?"
"Yes, Papah gimana kabarnya?"Tanyaku.
"Im okay"
Saat itu juga Papah memelukku dengan erat se erat-eratnya dan sepertinya Papah juga menangis saat sedang memelukku.
"Papah kenapa?"
"Uww Sorry, Papah terharu melihat kamh berubah dan juga makin terlihat dewasa Nak"Ucap Papah seraya mengusap pipinya yang basah oleh air mata.
"Papah gausah nangis Absy akan selalu hubungi Papah dan juga berubah menjadi lebih baik seperti apa yang Papah mau"
"Goodboy!, Maafin Papah ya nak"Kata Papah sambil memegang kedua pipiku.
"Okay No problem, Itu masa lalu dan biarlah berlalu ya Pah"
__ADS_1
"Yashh, Ayoo kitaa berenang bareng?"Ajak Papah.
"Yapp aku mau pah!"