
Sesampainya dirumah sakit Absy langsung dibawa keruangan oleh para perawat untuk dilakukan tindakan medis sedangkan Gue menunggu diluar dengan rasa takut dihati.
Ya Tuhan Tolong Sembuhkan Absy -Doaku dalam hati.
"Dek bapak harus segera pulang kesekolah lagi ya"Suara Pak satpam terdengar tiba-tiba.
"Baik pak, biar saya pesankan Ojol ya"
"Gausah naik angkot aja Dek, ada kok angkot yang arah kesana"Ucap Pak Satpam menolak.
"Yaudah nih buat Bapak"
"Duh makasih dek, Bapa pamit dulu semoga temennya segera sembuh"Pak Satpam senang karena gue kasih sedikit uang untuknya.
"Aamiin"
Saat gue sedang mondar-mandir tak karuan didepan pintu ruang pemeriksaan handphoneku bergetar tanda ada notifikasi yang masuk.
"Semoga Absy sehat-sehat yaaa"Gumamku sambil memainkan jari-jari tangan.
Selang beberapa menit Dokterpun keluar dari ruangannya memberi informasi tentang keadaan Absy padaku.
"Gimana dok?"
"Keadaan pasien sekarang kritis karena luka yang cukup dalam, kepalanya juga terbentuk cukup keras dan banyak lebam disekujur tubuh akibat pukulan"Ujar Dokter menjelaskan semuanya.
"Lalu tindakan dokter apa?"
__ADS_1
"Kami akan mengobservasi lebih dalam dan kemungkinan ada langkah-langkah selanjutnya"Kata Dokter.
"Baik dok, lakukan apapun untuk kesembuhan Absy teman saya"
Setelah mendengar penuturan Dokter tentang keadaan Absy Gue lebih tenang sedikit tapi ada rasa tidak tenang karena Absy masih harus melewati masa Kritisnya.
"Felii dimana Absy sekarang?"Tanya Tante Ratih yang berlari kecil menuju arahku.
"Tanteee"Guepun langsung memeluk Tante Shinta dengan isak tangis.
"Ada apa sayang, kenapa??"
"Absy kritis Tantee"
Hiks...Hiks...Hiks
"Laluuu gimana?"Tanya Tante.
"Kita berdoa saja ya sayang"Ucap Tante mengelus pucuk kepalaku dengan lembut.
Beberapa jam kemudian Absy sudah berada diruang rawatnya dan Tante Shinta terus memandangi Putranya yang sedang terbaring lemah diatas kasur.
"Tantee?"
"Tante harus makan dulu supaya kuat jagain Absynya"Kataku memegang kedua pundak Tante Shinta.
"Gak, kamu saja yang makan ya nak"
"Aku gak mau makan sebelum Tante mau makan juga"Ucapku menolak.
__ADS_1
"Gak boleh gitu dong sayang, Kamu harus makan"
"Tantenya gak mau makan, Ayok dong bareng sama Feli!"Kataku terus mencoba agar Tante Shinta bisa makan.
"Baiklah, Ayo kita makan"
Gue dan Tante Shintapun langsung makan makanan yang telah dipesan tadi olehku "Yang banyak ya Tante supaya kuat hehe"
"Iya sayang"Jawabnya dengan senyuman.
Setelah menyelesaikan makan gue langsung pergi ke tempat dimana Absy terbaring untuk sekedar melihat keadaanya sekarang.
"Absyy, Aku pengen kamu bangun hari ini dan jangan buat aku khawatir yaa"Kataku sambil memegang tangannya erat.
Baru pertama kali gue bersikap sedih dan khawatir berlebih pada cowo, Apa ada rasa suka dalam diri gue kepada Absy?, Apakah Absy juga begitu padaku?.
"Absyyy aku gak bisa maafin diri sendiri kalau kamu gak bangun Bsyy karena apa?Karena aku yakin ini semua gara-gara aku, Pleasee bangunn"Bisikku ditelinganya dengan perlahan berharap ia mendengar semua perkataanku.
"Feli sayang Tante ada pasien yang harus diperiksa jadinya bisa tolong temani Absy?"Tanya Tante Shinta padaku.
"Baik Tante, Semangat ya"
"Pastii"
Gue mengembalikan pandanganku kewajah Absy yang terlihat sangatlah pucat ditambah memar dan juga banyak Jerawat yang pecah.
"Siapa yang berani melakukan hal ini?!"
"Apa ada hubungannya dengan Irfan dan Hasby yang daritadi bersikap aneh?"Ucap geramku.
__ADS_1
"Gue harus cari tau secepatnya!"Lanjutku.