
Sesampainya Absy dirumah Ia langsung memberhentikan langkahnya untuk masuk dan membalikan badan kearah sang Ibu yang sedang kesal karena hal tadi.
"Ada apa Mah!?"Tanya Absy kesal.
"Mahh!!, Please jawab ABSY!!"Lanjut Absy dengan penuh tekanan dalam bicaranya.
"CUKUP ABSY!"Teriak Shinta yang cukup menggemparkan seisi rumah dan membuat Absy terkejut.
"Absy cuman ingin tau kenapa Mama berubah seperti ini,, Please mah Absy gak pengen jadi manusia yang tidak tau ap-"
"Cukup!, Mama tidak akan mengizinkan lagi KAMU dan FELISHA untuk berpacaran juga Mama tidak izinkan KAMU untuk menjengkuk Dia!"
Deg..
Bagai tersambar petir Absy tiba-tiba terdiam karena mencoba mencerna apa yang dikatakan sang Ibu yang menurutnya ini adalah hal tak wajar dilakukan.
"Kenapa Mah?"Tanya Absy perlahan.
"Sudahh Mama mau istirahat dan kamu pergi kekamar sekarang juga!"Pinta Shinta.
Absypun langsung berlari kedalam kamarnya ditemani oleh isak tangis. Para Asisten Rumah Tangga melihat kejadian itu dan merasa iba melihat Absy menangis seperti itu.
"Mamah jahat!, Disaat aku sudah menemukan cinta yang berarti bagi hidupku saat ini malah dipisahkan oleh alasan yang tidak jelas"Ucap Absy menjatuhkan dirinya keatas kasur.
Perasaan Absy sekarang cukup hancur bukan hanya karena ia tak bisa bersama lagi dengan Felisha tapi karena Mamahnya yang tiba-tiba melakukan hal itu padanya.
Tangis Absy pecah saat dipikirannya membayangkan bagaimana keadaan Felisha dan juga terngiang apa yang dikatakan oleh sang Mama padanya.
"Apa ini akhir kisah cinta Aku dan Felisha? HIks...Hiks..."
...----------------...
(Pagi Harinya)
__ADS_1
Absy yang sedari tadi sudah bersiap menuju sekolah langsung pergi menuju sekolah tanpa memperdulikan panggilan sang Ibu yang menyuruhnya untuk Sarapan.
"Absy makan dulu nak!"Suruh Shinta.
Absy terus berjalan datar tak memperdulikan hal itu lalu pergi meninggalkan rumah menuju sekolahnya yang menurutnya untuk sekarang menjadi tempat ternyaman.
"Aku masih gak menyangka apa yang dilakukan Mama kemarin malam"Gumam Absy saat mengendarai mobilnya dengan cepat.
Sesampainya ia disekolah banyak siswa yang memperhatikan Absy yang sedang berjalan melalui koridor menuju kelasnya yang berada dilantai atas.
"Absy?, Are you okay?"Tanya salah satu siswi yang saat itu berpapasan dengannya.
"Yaa saya duluan ya"Ucap Absy sambil menaiki tangga.
Absy masih bingung dengan apa yang akan ia lakukan kedepannya. Mana mungkin ia meninggalkan Felisha hanya karena larangan Mamah yang tidak jelas alasannya tapi mana bisa seorang Absy membantah perkataan Shinta sang ibu.
"Bsy bagaimana kabar Feli?"Tanya salah satu orang siswi.
"Dia masih kritis, Mohon doanya saja ya"Jawab Absy dengan pandangan yang kosong.
Bel pelajaran selesai telah berbunyi yang artinya semua murid sekolah meninggalkan lingkungan sekolah termasuk Absy.
Absy sengaja memperlambat langkahnya agar supaya tidak pulang dengan cepat kerumah yang menurutnya sekarang menjadi sebuah penjara.
Karena hari masih cerah ia memutuskan untuk pergi kerumah sakit diam-diam agar Mama tidak tau keberadaannya saat ini.
Sesampainya dirumah sakit "Assalamualaikum"Ucap Absy saat memasuki ruangan Felisha.
"Wa'alaikumusallam"Jawab Elisa sang Ibu dari Felisha yang sedang berjaga.
"Kamu mau apa kesini?"Tanya Elisa yang langsung berdiri dari duduknya.
"Maaf Tante saya ingin menjenguk Felisha"Jawab Absy dengan penuh kelembutan.
__ADS_1
"Jangan lama-lama nanti burung beo tau kamu disini malah marah-marah sama Tante"Absy yang tidak mengerti perkataan Elisa hanya bisa mengerutkan keningnya.
"Baik Tante"
Elisa lalu pergi meninggalkan mereka berdua didalam ruangan dan Absy duduk disamping tubuh Felisha yang terbaring lemah diranjang.
"Fel maafin aku gak bisa jaga kamu non stop seperti kamu jaga aku dulu, Aku gatau apa alasan orang tua kita berubah menjadi seperti itu. Maafin aku Fel"Kata Absy sambil memegang tangan Felisha dengan erat.
"Aku pasti akan jaga kamu meskipun dari jauh dan tak lupa akan mendoakanmu agar segera sadar juga sembuh"Lanjut Absy.
Karena perjanjian dengan Elisa untuk tidak berlama-lama disini akhirnya Absy pamit untuk pulang.
Selama perjalanan Absy terus memutar pikirannya Agar tau apa yang disembunyikan oleh Mama dan Tante Elisa saat ini yang membuat hubungannya dengan Felisha menjadi terganggu.
"Loh kok malah kesini"Gumam Absy saat tiba-tiba sudah berada didepan gerbang besar rumah James.
"Biarin lah mungkin ini tempat buat nenangin diri sementara, biar Mama sendirian dulu"Kata Absy yang langsung masuk kedalam garasi rumah James yang sudah terbuka sejak tadi.
Sesampainya dirumah James, Absy langsung mencari Papahnya yang kata para pembantunya sedang berada dikantor dilantai atas.
Tok..Tok..Tok
"Masuk saja!"Pinta James tanpa menanyakan siapa yang datang.
"Pahhh"
"Oh Tuhan, Anakku!"James lalu berdiri dan memeluk Putranya yang baru saja datang.
"Bagaimana kabarmu nak?"
"Kabarku sedang tidak baik Pah"Jawab Absy.
"Ayo Duduk!, Ada apa?"Kata James saat mendengar anaknya sedang tidak baik-baik saja.
__ADS_1
Absy lalu duduk dengan penuh ketenangan dan ketegaran agar ia tidak mudah menangis didepan Papahnya saat ini. Ia merasa tenang saat bersama Papahnya dengan pelukan hangat sang Papah padanya.