
Absy yang sedari tadi sudah masuk kedalam Kamarnya yang berada diatas tidak henti-hentinya mengeluarkan air mata apalagi kalau bukan karena DIJODOHKAN dengan wanita yang ia tak tau asalnya.
Rasa kekecewaan juga kemarahan menutupi hati kecilnya membuat Absy tidak bisa berfikir jernih untuk menghadapi masalahnya saat ini.
"Akuuu harus apaaaaa"Gumam Absy menenggelamkan wajahnya dibantal.
Clekk..
"Absy?"Suara tak asing itu terdengar setelah suara pintu yang terbuka.
"Kamu kenapaa sayang?"Tanya Shinta yang melihat Putranya sungguh berantakan.
"Gapapa Mah"
"Kamu kecewa ya dengan pilihan Mama?"Kata Shinta yang membuat Absy semakin kesal
Sudah Tau Kecewa, Malah Ditanya! -Gumam Absy dalam hatinya.
"Tapi Mama yakin kamu suka wanita pilihan Mama kok dan lusa nanti kita jumpa dia di sebuah Cafe ya"Kata Shinta yang langsung berdiri dari duduknya.
"Terserah Mamah"
Absy hanya bisa pasrah mendengar semua itu tapi Shinta juga yakin jika Absy masih kecewa karena pilihannya sendiri.
....
Keesokan paginya Absy dan Shinta sudah berada dikantor polisi untuk menjemput Hasby pulang dikarnakan sang Papah yakni James harus pergi keluar kota.
"Mamaaaaaa"Teriak Hasby saat keluar dari tahanan.
"Sayangg, Are you okay?"
__ADS_1
"Yes Mam, Mana Papah?"Tanya Hasby.
"Papah lagi keluar kota jadinya kita yang jemput ya"
"Selamat dah bisa keluar ya Has, Semoga lo berubah"Ucap Absy menepuk pundak sang kembarannya.
"Makasih Bsy, Gue minta maaf sama lo ya"
"No problem dan gausah dibahas lagi yaa, yuk kita pulang!"Kata Absy sambil merangkul saudaranya keluar dari Kantor Polisi.
Absy yang masih sedih harus menutupi kesedihannya didepan orang yang ia cintai tapi ternyata Hasby sungguh kenal dengan Absy dan ia rasakan seperti apa yang Absy rasakan.
"Lo lagi sedih?"Tanya Hasby.
"Emhh gak kok, bahagia gini gue bisa ketemu Lo lagi Has"Jawab Absy berbohong.
"Pasti lo gasuka ya gue keluar dari penjara karena saking jahatnya gue sama lo?"Kata Hasby yang membuat Absy menggelengkan kepala dengan cepat.
"Tidakk itu gak mungkin, semua orang bisa jadi baik diwaktu yang telah ditentukan oleh Tuhan asalkan dirinya mau untuk berubah"Jawab Absy dengan jelas.
Sesampainya dirumah Absy dan Hasby langsung masuk kedalam kamar karena sepertinya Hasby juga rindu tidur ditempat yang nyaman.
"Lo istirahat aja dulu"Suruh Absy.
Hasby yang melihat kembarannya berjalan lesu menuju balkon merasa ada yang aneh dengan Absy hingga Iapun menyusul Absy ke Balkon.
"Gimana hubungan lo dengan Felisha?"Tanya Hasby.
"Emhh baik cuman agak sedikit rumit"
"Yang sabar ya, gue yakin kok lo pasti bisa lewatin semuanya"Kata Hasby menepuk pundak Absy dengan pelan.
__ADS_1
"Makasih ya"
Hasbypun segera meninggalkan Absy sendirian dan menuruni tangga menemui sang Ibu disana.
"Mamah"
"Hai sayang, Kamu mau makan?"Tanya Shinta.
"Boleh Mah"
"Yok, Mana Absy?"Tanya Mama Saat melihat tak ada Absy disini.
"Oh dia lagi diatas Mah, Apa aku panggilin dulu?"
"Gaperlu Mama mau bicara dengan kamu Empat mata, gimana?"Kata Shinta yang diangguki oleh Hasby.
Disela-sela pembicaraan serius dan juga ada sedikit canda tawa mereka berdua Absypun langsung turun dan melihat kedua orang itu sedang berbicara serius.
"Mama, Absy?"Panggilan itu mengagetkan keduanya.
"Eh kamu sayang, Sini-sini!"Pinta Shinta.
"Kok gak ngajak aku ngobrol sih?, Kayaknya serius dan rahasia banget"Kata Absy.
"Hahaha perasaan kita lagi ngobrolin pengalaman gue dipenjara deh"Jawab Hasby dengan penuh tawa.
"Masa sih kok pengen banget cerita pengalaman pait sih" Ucap Absy heran.
"Yaudah deh, Aku lapar kalian udah makan?"Lanjut Absy.
"Belooommm"
__ADS_1
"Yaudah yuk makan!"Ajak Shinta.
Merekapun makan dengan tenang apalagi ini pertama kali setelah lama ia tidak berkumpul bersama-sama.