
Setelah serah terima Aku,Hasby,dan Mamah langsung meninggalkan gedung sekolah menuju parkiran tempat dimana mobil Mama terparkir.
"Selamat sayangku, jangan lupa terus giat belajar"Ucap Mama sambil mengecup puncak kepalaku.
"Makasii yaa"
"Kamu juga Hasby karena udah jadi anak terkreatif dikelas, Rajin belajar yaa supaya bagus nilainya"Kata Mama sambil memegang pundaknya Hasby.
"Iya Mah"
Saat dimobil aku tak hentinya melihat raut muka kesal dan marahnya Hasby dibelakang sana juga seperti tersirat rasa khawatir dan takut yang tergambar dari wajah Hasby.
"Hasby lo baik-baik aja kan?"Tanyaku.
"Iya baik-baik saja"
"Gimana kalau lo nginep dirumah, besok dijemput Papah"Ajakku kepada Hasby.
"Nah Mama setuju tuh, kita bakar-bakar ditaman belakang haha"
"Yaudah Mah"Jawab Hasby.
Aku tau dia takut dimarahi Papah makanya aku suruh dia menginap dirumah dan tidak lupa meminta Mamah agar bilang ke Papah agar tidak memarahi Hasby.
Karena Mamah harus langsung bekerja tersisalah aku dan juga kembaranku yang tak lain adalah Hasby didalam rumah.
"Gue keatas dulu"Ucapku sambil menaiki tangga.
Saat baru beberapa menit masuk kamar tiba-tiba Hasby masuk juga tanpa mengetuk pintu kamarku.
"Heh yang sopan dong"Kataku.
"Apa!? karena lo udah gak dimarahin Papah lagi sekarang lo mau atur-atur gue hah?"
"Suka-sukalah"Jawabku ketus.
"Tolong cuciin sepatu gue nih"Sepatu itu dilempar kearahku.
__ADS_1
"Udah nyuruh terus gak sopan dasar bocah, Cuci sendiri sana!"
"Suka-Sukalahhhh, Lagian kita masih terikat Janji juga kan"Ucap Hasby yang membuat aku menjadu berfikir untuk menolak permintaannya.
"Setelah sepatu ini gue bersihin janji kita terputus!"
"Kurang ajar!"Tangan Hasby sudah mau melayang tapi ditahan oleh tanganku.
"Apaa? nih cuci sendiri"Kataku.
"Ahhh"
Akupun tertawa kecil karena aku tau dia amat sangat jijik jika harus mengenai kotoran apapun itu.
"Bocah kecil dasar looooo"Teriakku tertahan agar dia tidak mendengarnya.
Keesokan harinya Papah sudah ada didepan rumah untuk menjemput Hasby dan aku sudah bersama Mamah.
"Jangan marahin anak saya tapi Bimbing dia supaya lebih pintar"Ucap Mama.
"Iya"
"Baik Mah, Hasby pulang dulu"
"Hati-Hati"
Saat mereka sudah pulang akupun langsung menuju kedapur untuk mengambilkan Mamah Teh Hangat.
"Mah, Ini teh buat Mamah"Ucapku sambil menaruh secangkir Teh didepan Mama.
"Makasih sayang"
"Mah, Apa Hasby gak akan dimarahin Papah nantinya?"Tanyaku Khawatir.
"No Worry, Papahmu akan menurut"Aku hanya mengangguk mengerti.
Saat itu juga Mamah menerima telfon dari pihak rumah sakit untuk segera datang kesana karena ada pasien yang harus segera ditanganinya.
__ADS_1
"Mamah pergi dulu, Jaga diri baik-baik ya sayang"Ucap Mama terburu-buru.
"Hati-Hati Mahh"Teriakku saat Mama mulai masuk kedalam mobilnya.
Cuaca cukup mendung saat itu dan aku berencana untuk datang ke toko buku mencari buku yang menjadi incaran beberapa hari yang lalu untuk dijadikan hiburan dikala berlibur.
"Siap-siap dulu deh"Gumamku sambil menutup pintu lalu menaiki tangga.
Setelah cukup bersiap-siap akupun segera mengambil kunci mobil yang tergantung diatas rak rumah.
"Bii, Absy pergi dulu yaaa"Pamitku pada orang rumah.
"Iya, Hati-Hati Tuan"Ucapnya.
Karena sudah turun hujan akupun harus memanggil Security untuk membawakanku payung karena jarak kemobil cukup jauh dari teras rumah.
"Pak, Sinii!"
"Tuan mau pergi?, Biar saya Antar ya"Kata Security menawari antaran untukku.
"Gausah"
Akupun segera bergegas pergi meninggalkan rumah dengan mengendari mobil merah yang diberikan Mama saat aku masih berumur sepuluh tahun.
Hujan makin lebat dan juga petir yang menyambar diatas langit membuat aku juga takut untuk berkendara tapi mau bagaimana lagi aku harus pergi untuk membeli buku edisi terbatas itu.
Saat aku sedang mengendarai mobil dengan perlahan tiba-tiba melihat Cewe dan Cowo yang kemungkinan adalah seorang kekasih sedang bertengkar dipinggir jalan ditambah si cewe ditinggalkan sendiri dipinggir jalan dengan keadaan bajunya basah.
"Kejam banget dah tuh laki"Geramku.
Karena aku prihatin dan kasihan kepada cewe itu akupun menepikan mobilku untuk sekedar membantu dia jika ada yang ingin dibantu olehku.
"Duh tapi aku takut dibully huhu"Ucapku.
Ragu-ragu tapi aku harus berani karena dia seorang wanita dan ia sendiri disini tidak ada siapa-siapa apalagi dia sedang terkena masalah yang membuatnya menangis ditengah hujan.
"Kakk"Panggilku.
__ADS_1
Saat wanita itu melihatku dan aku melihatnya yang membuat saling menatap.
"Kaaa...?"