Jika Aku

Jika Aku
Bagaimana?


__ADS_3

Setelah berenang bersama Papah tak terasa hari sudah semakin siang saja karena Aku berencana untuk menjenguk Hasby di Kantor Polisi Akupun segera pamit pada Papah.


"Nak kali-kali nginep disini yaa sama Papah"Pinta Papah padaku.


"Iya Pah nanti Absy pasti nginep kok sambil curhat-curhatan boleh kan?"


"Boleh dong, Yasudah hati-hati sampaikan salam Papah pada saudaramu"Kata Papah sambil menepuk pundakku.


Akupun berangkat meninggalkan perkarangan rumah masa kecilku yang kini hanyalah sebuah kenangan akibat tak akuran kedua orang tuaku.


Sesampainya di Kantor polisi Akupun berbincang-bincang sebentar bersama Hasby dan untungnya tidak ada percekcokan seperti biasa jika bertemu.


"Yasudah Gue pamit dulu, Lo jaga diri baik-baik disini"Ucapku yang langsung diangguki Hasby.


Aku merasa kasihan melihat Hasby yang semakin hari seperti kurus dan tidak terawat dan Aku berinisiatif untuk membahas pembebasan Hasby dalam waktu dekat ini.


Saat pulang Jalanan sedang macet-macetnya karena didepan jalan sana ada Karyawan Pabrik yang sedang beristirahat dari pekerjaannya. "Duuuh macet banget, Mana panas lagii"Keluhku.


Sangat beruntung Aku memilih berpergian memakai Motor karena kalau pake Mobil pastilah dah mati kutu dijalan. Saat sedang meratapi jalan tiba-tiba Handphone berbunyi.


"Mamah!?"Kataku.


Akupun langsung mengangkat telfon dari Mama dan ternyata Mama menginginkan Aku menjemputnya di Rumah Sakit.


"Untung aja dah bawa Helm nih"

__ADS_1


Sampailah dirumah sakit karena kebetulan jarak kemacetan dengan Rumah sakit cukup dekat jadinya tidak perlu memakan waktu yang lama untuk sampai.


"Mah kok tumben mau dijemput?"Tanyaku.


"Mobil Mama mogok nak, ayo pulang!"


Tak terasa perjalananpun telah usai yang pada akhirnya sampailah ditempat yang paling nyaman menurutku yakni Rumah.


"Ahhh akhirnya sampai juga, Mama masuk duluan ya"Ucap Mamah yang langsung pergi masuk kedalam rumah sedangkan Aku memilih untuk menanyakan kabar Felisha lewat Chat ditaman depan rumah.


^^^...AuthorPov...^^^


Felisha yang sedari tadi sedang bercengkrama dengan sanak saudaranya dikampung akhirnya teralihkan karena adanya telfon dari kekasihnya yakni Absy.


Cukup Asyik mereka mengobrol hingga Felisha harus diperingati oleh Mamahnya untuk Makan terlebih dahulu sebelum melanjutkan aktifitas selanjutnya.


Hubungan mereka berdua telah diketahui oleh Orang tuanya masing-masing, Hanya saja sesama Orang tuanya belum mengenali satu sama lain.


"Feli nanti Mama pengen kenal sama Ibu dan Ayahnya Absy bisa kan?"Tanya Elisa sang Ibu dari Felisha.


"Iya Mah nanti kalau ada waktu ya"Jawab Felisha.


Merekapun menikmati santap makan yang sudah disediakan oleh Sang tuan rumah yang tak lain adalah Nenek dari Felisha sendiri.


"Fel kamu kapan lulus nak?"Tanya Nenek Felisha.

__ADS_1


"Masih beberapa bulan lagi Nek"Jawab Feli.


"Oh begitu, Nenek dah gak sabar liat kamu menikah loh hehe"Ucap Nenek yang membuat Felisha tersedak saat makan.


"Duuuh kamu pelan-pelan kalau Makan tuh hey"Kata Mama Elisa.


"Lagian Nenek sih bahas-bahas nikah kan Feli masih muda Nek hehe"Kata Felisha menyalahkan neneknya dengan senyuman.


"Yaa Gapapa dong, Lebih bagus kan ya?"


"Iya"Jawab Elisa menyetujui hal itu juga.


Felisha yang sedari tadi hanya diam akhirnya tersipu malu karena sudah Bahas-bahas pernikahan padahal hubungannya dengan Absy baru berjalan dua hari saja.


Sedangkan Absy yang saat sudah memiliki Pacar malah semakin manja terhadap Mamanya yakni Shinta.


"Ihhh kamu teh ngapain sih nak"Kata Shinta risih saat Absy memeluk dan mencubit perlahan Perut Ibunya itu.


"Pengen Manja aja atuh"Jawab Absy.


"Malu tuhhh sama Pacar!"


"Gaada juga, Sok boong simamah mah ah"Kata Absy yang terus menerus memeluk ditambah mencium Pipi Shinta.


Betapa indahnya keharmonisan kedua keluarga ini apalagi jika mereka sudah bersatu melalui ikatan perkawinan antara Absy dan Felisha.

__ADS_1


__ADS_2