Jika Aku

Jika Aku
Amarah


__ADS_3

Keesokan harinya terdengar suara Mobil masuk kedalam garasi keluarga Van, Semua pembantu siap menyambut Nyonya Shinta setelah beberapa hari tidak pulang kerumah.


"Selamat pagi dan Selamat datang kembali Nyonya"Ucap serentak para Asisten rumah tangga.


"Mana Habsy dan Absy?"Tanya Mama.


"Habsy dan Absy ada dikamarnya masing-masing Nyonya"Jawab salah satu pembantu.


Shinta segera menaiki tangga untuk mengecek keadaan Putra-Putranya diawali dengan Hasby lalu Absy.


"Hai Sayang, Mama pulang"Sapa Shinta pada Hasby.


"Hai"


"Kamu kenapa?kok aneh gitu sih, gaseneng Mama pulang?"Tanya Shinta menyipitkan Matanya.


"Eh gak kok Mah Gapapa"


"Haloo Istrikuu"Sapa James yang muncul tiba-tiba lalu memeluk Istrinya dengan erat.


"Suamiku"


"Mana Absy?"Tanya Shinta sambil menengok kesana dan kesini.


"E-eh mungkin dia lagi Istirahat Mah dikamar"Jawab Hasby.


"Mama mau kekamarnya dulu"Saat Shinta hendak berjalan tiba-tiba ditahan oleh James untuk tidak melanjutkan perjalanannya menuju kamar Absy.


"Gausah dia lagi Istirahat"Larang James.


Tapi Shinta tetap dalam tujuannya yakni menengok Anaknya yang sedari tadi belum terlihat batang hidungnya sedikitpun "Diam, Biar Mama lihat"

__ADS_1


Saat Shinta mulai berjalan Papah dan Hasby saling lihat satu sama lain dengan kode-kode yang mereka sampaikan.


"Gausah Mah"Kata Hasby.


"Kenapa?"


"Kasihan dia lagi Istirahat ntar keganggu loh"Jawab Hasby.


"Gapapa udah sering juga kok Mamah begini saat Absy Istirahat, Lagian kalian kenapa sih aneh deh"


Saat membuka pintu terlihat Pembantu sedang mengompres kepala Absy juga Absy yang sedang terbaring lemah dengan wajahnya yang pucat ciri khas orang sedang sakit.


"Ahhh ada apa ini?"Shinta langsung menghampiri Absy lalu memegang badan Putranya yang sedang Panas itu.


"Panas sekalii"


"Kalian semua ikut saya!"Pinta Shinta untuk mengikutinya kesebuah ruangan yang cukup jauh dari kamar Absy.


"Kamu juga Hasby, Ini ada apa?kenapa Absy bisa begitu Ha?"


"Bibi kamu pasti tau, Kenapa?"


"JAWAAABBB !"Teriak Shinta saat satu persatu orang ditanya tapi tidak ada jawaban dari mereka sedikitpun.


"Bi kamu pasti tau kann, Ayoo jawab!"Bentak Shinta.


"Anuu nyonya, Anuu euuh"Jawab Bibi tidak jelas.


"Kamu takut sama diaa?"Tunjuk James.


"Aku yang akan menjamin kamu tidak dipecat oleh dia, Kalau dia berani memecat kamu aku yang akan keluar terlebih dahulu dari rumah INIiii !!!"Amarah Seorang Ibu makin memuncak.

__ADS_1


"Maafkan saya Tuan, Maafkan saya Nyonya, Semalam Tuan mengurung Tuan Muda didalam kamar mandi hingga basah sampai pingsan Nyonya"Jawab Bibi jujur.


Pandangan tajam Shinta beralih menuju James yang sedang menunduk dan tangan yang mengépal.


"Apa maksud kamu? APAAA!"


"Kenapa saat kamu tau Absy sakit seperti itu tidak dibawa ke Rumah sakit?"


"Dirumah aja kan bisa Sayang"Jawab santai James.


"Apa kamu gak ngertiiii kalau misalnya terjadi apa-apa dengan anak dari darah daging kamu JAMES ?!"Bentakan Shinta membuat seluruh ruangan dipenuhi dengan Suaranya.


"Aku minta Maaf"


"Maaf katamu? Ini sudah tigaa kali kamu seperti ini dan aku tetap maafin kamu tapi APAAA sekarang kamu malah mengulanginya lagi hingga anak kamu sendiri jadi korban KEEGOISAN KAMUUU"Tangan Shinta memukul dada suaminya.


"Bi..Bawa Absy kerumah sakit biar saya menyusul kesana!"Suruh Shinta yang langsung diangguki Pembantunya.


"Kalian berdua sudah keterlaluan, Kesabaran saya sudah habis kita PISAH sekarang juga!"


DEG...


Shinta langsung meninggalkan mereka berdua tapi...


"Hanya karena anak menjijikan itu kamu mau cerai denganku?"Teriak James, Shinta yang mendengar perkataan itu langsung menghentikan langkahnya.


"Cukup menghina anakku Jamess! dan kamu Hasby Ikut Mamah sekarang!"Shinta menarik tangan Hasby.


"Gak mauuuu, Aku akan tetap bersama Papah"Tolak Hasby mentah-mentah.


"Baik, Up To You Dear"Shinta bergegas pergi menyusul anaknya ke Rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2