
Felisha dan Ibunya sudah dibawa oleh Ambulance menuju Rumah Sakit terdekat sedangkan Supir yang membawa kendaraannya saat itu masih harus dievakuasi karena terjepit badan mobil dan juga dinyatakan "Meninggal Ditempat".
Absy yang sedari tadi menunggu kabar dari Kekasihnya itu malah semakin cemas apalagi ada perasaan buruk yang menimpa Absy dirumah sehingga ia terus mondar mandir ditengah rumah seorang diri.
"Ya Tuhannn, Kemana Felisha?"Tanyanya khawatir.
Saat sedang mondar mandir tiba-tiba ada notifikasi telfon masuk ke Handphone yang sedang digenggam Absy "Siapa ini?"Tanyanya.
Selamat Malam..
^^^^^^Malam, Ini Siapa Ya?^^^^^^
Kami Dari Pihak Rumah Sakit Cipta Ingin Mengabarkan Bahwa Ada Pasien Yang Bernama Felisha Baru Saja Datang Kesini Akibat Kecelakaan.
Tanpa berfikir panjang lagi Absy menjatuhkan Telefon genggamnya yang masih terhubung dengan telfonnya.
"Biii, Absy berangkat dulu!"Teriak Absy buru-buru.
Absy langsung menancap gas motornya pergi meninggalkan perkarangan rumah menuju Rumah Sakit Cipta yang disana ada kekasihnya.
"Feliii kamu kuat sayang"Ucap pelan Absy.
Felisha yang kini sedang diperiksa oleh dokter belum ada tanda-tanda kesadaran yang baik darinya malah semakin banyak pendarahan yang keluar di kepala Felisha.
Sedangkan Elisa sang Ibu terus menangis diruang tunggu sambil memegang kepalanya yang diperban dan juga meratapi anak gadisnya yang terbaring lemah diruangan sana.
"Tante?"Panggil seseorang yang tak lain adalah Absy.
__ADS_1
"Absy,,, Felishaaaa"Kata Elisa yang langsung memeluk Absy tanpa aba-aba terlebih dahulu.
"Tante yang tenang yaaa kita doakan Felisha agar baik-baik saja disana"Ucap Absy menenangkan Elisa yang menangis dipelukannya.
Absy memang sedih melihat kenyataan ini tapi ia tidak boleh terlihat sedih didepan Ibunya Felisha agar Elisa tegar menghadapi kejadian yang menimpa Putrinya.
Karena Felisha telah selesai menjalani pengobatan dan masih tidak sadarkan diri akhirnya Absy menyuruh Elisa untuk melihat keadaan Putrinya terlebih dahulu sedangkan Absy masih duduk dibangku ruang tunggu rumah sakit.
"Absyy bagaimana dengan keadaan Felisha?"Tanya Shinta yang baru saja datang saat kabar mengenai kecelakaan Felisha terdengar olehnya.
"Masih didalam Mah, Mama mau masuk?"Tanya Absy.
"Gausah biar kamu saja ya nak"Ucap Shinta pada Putranya yakni Absy.
Absypun langsung masuk kedalam ruangan Felisha untuk melihat keadaan sang kekasih yang sedang terbaring lemah dibalut banyak sekali perban ditubuhnya.
Absy yang sedari tadi menahan tangis akhirnya pecah juga disaat melihat langsung kekasihnya terbaring tak berdaya diranjang rumah sakit. "Kalau bisa mending Aku aja yang begini FeL, Kamu jangan"Ucap Absy.
Elisa yang melihat Absy sedang menangis tak kuasa untuk tetap berada didalam ruangan dan memilih untuk keluar mencari Angin agar sedikit menenangkan dirinya.
Clekkk....
Pintu terbuka, Shinta yang sedang duduk langsung berdiri untuk melihat siapa yang keluar dari ruangan Felisha.
"K a M u ?"Kaget Shinta saat melihat Elisa yang baru saja keluar dari dalam.
"Loh ngapain kamu disini?"Tanya Ketus Elisa saat melihat Shinta berada didepan ruangan Putrinya itu.
__ADS_1
"Saya lagi jenguk Felisha kekasih anak saya, lah kamu?"Jawab sekaligus bertanya balik pada Elisa.
"Heyyy Felisha itu putri sayaa!"
"HAH!?, Kamu jangan bohong mana mungkin anak saya berpacaran dengan anak seorang yang suka menghina orang susah!"Kata Shinta yang nada bicaranya semakin tinggi.
"Gausahh sewot dong Bu, Kita dah tuaa dan lagian kalau tau Absy adalah anak kamu udah saya gak izinkan untuk berpacaran!"Ucap Elisa yang terus memanas.
"Haha bukan kamu aja kali SAYA juga"Jawab Shinta yang penuh penekanan di kata "Saya".
Shinta tanpa basa basi langsung masuk keruangan untuk menemui Anaknya yang sedang didalam ruang rawat.
"ABSY!"Teriak Felisha.
"Mah kok teriak gitu sih"Kata Absy saat mendengar teriakan Ibunya.
"Ayo pulang!"Shinta menarik tangan Putranya yang sedang duduk dibangku disamping Felisha yang sedang terbaring lemah.
"Loh Aku mau disini, Mau jagain Felisha"Jawabnya.
"GAK! Ayo pulang atau kamu gak boleh pulang sekalian!"Ancam Shinta.
Absy yang sangat penurutpun harus merelakan meninggalkan Kekasihnya yang sedang berada dimasa sulit sendirian tanpa berpamitan terlebih dahulu.
"Tante Saya Pamit dulu"Kata Absy yang mssih terus diseret Ibunya itu.
Elisa yang sedari tadi berdiri tegak dengan tangan yang disilangkan diatas perutnya menggerutu kecil dan memasang muka sinis kepada Shinta dan Putranya.
__ADS_1
KIRA-KIRA ADA APA YAAAAA??