
Absy yang sedari tadi menahan tangis setelah mendengar pernyataan Mama tadi akhirnya jatuh membasahi Pipinya menemani Perjalanannya menuju Rumah Sakit.
"Kenapa Mama selalu egois seperti ini sih!"Ucap Absy dengan suara menahan isak.
"Apa Mama sudah gak sayang Absy lagi?"
Pertanyaan demi pertanyaan terus dilontarkan dari pikiran dan mulut Absu sepanjang jalan hingga tak terasa Ia telah sampai dirumah sakit.
Absy yang daritadi tak sabar menemui Felisha langsung berlari menuju Kamar Rawatnya yang berada dilantai dua Rumah Sakit.
"Assalamualaikum"Absy masuk kedalam yang ternyata tidak ada orang lain yang menjaga Felisha.
"Loh kok sepi, Kemana Tante Elisa?"Tanya Absy heran.
Felisha tersenyum "Mama lagi keluar sebentar Bsy"Jawabnya.
"Kamu gimana keadaannya?, Sudah membaik?"Tanya Absy sembari memegangi pucuk kepala Felisha.
"Baik"
"Absy,,,"Panggil Felisha dengan suara lirih.
"Iya kenapa?, Ada yang sakit ya"Kata Absy khawatir.
__ADS_1
Felisha langsung menggelengkan kepala "Aku cuman mau minta sesuatu dari kamu"Kata Felisha.
"Hmm apa kamu mau apa sayang, Ssbanyak apapun permintaan kamu aku pasti usahakan kok"Ucap Absy dengan senang hati.
"Aku minta kamu jangan tinggalin Aku alias Aku pengen kamu nikahin aku secepetnya"
Degg
Bagai tersambar Petir Absy terkejut mendengar permintaan yang sama sekali ia tidak membayangkan sebelumnya.
"Nikah?"
"Yes Menikah, Mau?"Tanya Felisha sekali lagi.
"Kamu yakin meski orang tua kita tidak menyetujui?"Tanya Felisha
"Sayanggg, Batu aja kalau terkena aif terus menerus akan berlobang atau terkikis Masa hati manusia tidak?"
"Aku akan memperjuangkan cinta kita meskipun keluarga tak merestui dan juga posisi kita sedang bersekolah sekalipun!"Lanjut Absy.
Felisha tampak tersenyum mendengar penuturan Absy yang mantap untuk bisa menikahinya. Felisha merasa terharu karena ucapan yang dikeluarkan Absy.
Saat sedang berpandangan satu sama lain tiba-tiba terdengar suata pintu terbuka menampakan seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah Elisa.
__ADS_1
"Absy?"Kata Elisa.
"Iya Tante"
"Kenapa kamu kesini?, Bukannya saya sudah melarang Ibu kamu agar anaknya tidak datang kesini lagi?"Ucap Elisa dengan nada sewotnya.
"Maaf Tante Absy sudah lancang datang kesinj"
"Iyaa, Sebaiknya kamu pulang sekarang.Lagian bukannya kamu sudah dijodohkan sama Ibu kamu ya"Kata Elisa yang membuat Absy merasa takut jika Felisha mendengarnya.
"Gak Tante, Aku gak mau dijodohkan selain bersama Felisha"Jawab tegas Absy.
"Apa boleh buat ini sudah kepetusan Ibu kamu bukan?, Kamu harus mematuhinya"Kata Elisa yang langsung diangguki oleh Absy.
"Baik Tante, Aku pamit dan kamu juga Fel jaga diri baik-baik yaa"Kata Absy yang langsung berjalan lesu keluar ruangan Felisha.
Absy yang merasa sedih dan juga takut karena tidak bisa menempati Janjinya pada Felisha akhirnya harus pulang dengan sebuah kekecewaan yang mendalam.
Meskipun masih bisa dihitung jari hubungan Absy dan Felisha tapi ia sudah merasa terlalu banyak ukiran kenangan yang ia dan Felisha lakukan membuat keduanya menjadi berbunga-bunga hatinya jika membayangkan lagi hal itu.
Absy yang dulu periang disaat dekat keluarganya harus menjadi Absy yang menyedihkan. Banyak masalah yang ia hadapi saat ini dan ia harus menghadapinya dengan ketegaran.
DUH GIMANA NIHHH???
__ADS_1