Jika Aku

Jika Aku
Family


__ADS_3

Orang rumah sering memanggilku dengan sebutan Absy sesuai dengan nama depanku, Aku lahir dari keluarga yang berada, Papahku seorang pengusaha dibidang pertambangan sedangkan Mamahku adalah seorang Dokter Bedah disebuah rumah sakit swasta.


James Van Vi adalah nama Papahku, Orang Belanda yang Hijrah ke Indonesia untuk melanjutkan pekerjaan Ayahnya sedangkan Shinta Lesmanarisa ia adalah Ibuku, Asli orang Indonesia tepatnya Jawa Tengah.


Kembaranku yang bernama Hasby Van Vi adalah adikku yang hanya terpaut 6 Menit usai kelahiranku kedunia ini dan ia memiliki sifat sombong karena selalu dibela oleh Papah meski ia salah.


"Selamat pagi semua"Sapaku saat menuruni tangga menuju ruang makan.


"Pagi nak"Jawab Mama dengan penuh senyuman.


Sungguh biasa jika Papah tidak merespon Sapa pagiku tapi tidak apa aku selalu positif dalam berpikir bahwa beliau sedang banyak masalah ditempat kerjanya.


"Haii pagii"Sapa Hasby yang baru saja keluar kamarnya.


"To, Ayo sayang duduk disamping Papah!"Ucapan itu sering terdengar dikupingku tapi aku berusaha tidak iri mendengar hal itu.


"Heh lo Jerawat makin banyak gituu"Ucap Hasby kepadaku.


Oh ya, aku lupa menceritakan kondisi fisikku yang mungkin banyak orang yang tak suka denganku karena ini. Ya, Aku berjerawat cukup parah terhitung dari kelas 1SMP hingga sekarang aku duduk dikelas 2SMA. Kondisi ini membuatku malu jika ingin bergaul atau banyak bermain diluar.

__ADS_1


"Heh gak boleh gitu, Absy sedang mengobatinya kok"Tegur Mama yang seperti biasa membelaku.


"Hasby cuman ngasih tau kali Mah, Lagian gak ada pengaruhnya tuh diobati juga"Kata Papah.


Keadaan seperti ini sudah biasa dalam keluargaku dan lebih parah lagi jika sudah berada dilingkungan rumah.


Hati memanglah sedih, Tapi mau bagaimana lagi Wajahku memang sudah rusak dan sedang berupaya untuk diperbaiki lagi perlahan-lahan.


Apa yang dikatakan mereka diluaran sana ataupun dirumahku sendiri itu sudah jadi makanan sehari-hari bagiku dan aku hanya bisa Ikhlas menerima semuanya dengan lapang dada.


Mamalah satu-satunya orang yang selalu mensupportku dalam keadaan apapun dan ia adalah penyemangatku juga untuk bisa berubah.Dulu saking inginnya bersih dari yang namanya Jerawat aku pengen Operasi Plastik tapi sayangnga Mama menolak itu.


Katanya jangan mengubah ciptaan Tuhan bagaimanapun tapi kalau mengobati itu boleh Dan aku hanya menurut apa yang dikatakan Mama karena aku yakin itulah yang terbaik untukku.


"Iya Mah"


"Jaga pola makan tar malah nambah tuh Jerawat"Uca ketus Papah.


"Baik Pah"

__ADS_1


Hasby hanya tertawa mendengar teguran ketus dari Papah untukku, Meski ia saudara kembarku tapi ia tak pernah sedikitpun mencoba membelaku dengan caranya.


"Dengeriiiin!"Kata Hasby sambil melotot padaku.


"Iyaa"


Karena sudah selesai Sarapan aku langsung mengambil sepatu dan memakainya sedangkan Hasby masih asyik dengan Gadget dan makanannya disana.


"Mamah aku ambil kaos kaki dulu"Ucapku saat melihat Mama hendak berdiri dari duduknya.


"Iya"


Saat aku menaiki tangga terdengar suara Papah yang melarang Mama untuk mengantarku tapi aku pura-pura tidak mendengarnya.


"Mah, Aku pergi duluan ya"Ucapku.


"Mama Antar"


"Gausah Mah, Kebetulan aku lagi pengen naik Motor sambil menghirup udara segar pagi hari"Jawabku.

__ADS_1


"Iya lah jangan lupa suruh anginnya hempasin Jerawat lo ya hahaha"Kata Hasby.


"Yaudah hati-hati"


__ADS_2