
Gue dan Mama sudah berada didalam pesawat sambil menunggu Gue menikmati lezatnya Makanan yang dimasakin oleh Nenek tercinta dikampung.
"Emhhh enakk bangett Mah"Kataku menggoda Mama yang sedang menahan kantuknya.
"Makan aja deh gausa goda-goda gitu"
Karena Mama tidak tergoda akhirnya Gue memutuskan untuk mengahabiskan Makanan itu sendiri meskipun porsinya dikhususkan untuk dua orang.
Pesawatpun mulai terbang menuju tak terbatas dan melampauinya. Ehh.
Yang Gue herankan Mama malah tertidur pulas meninggalkan Gue sendirian menatap kearah jendela pesawat yang diluarannya terkesan gelap gulita.
"Gue takut tapi gue gak mau keliatan takut, Gimana dong?"Tanya gue berbisik kecil.
Karena gue belum merasakan ada hawa ngantuk akhirnya memutuskan untuk membuka benda pipih yang tak lain adalah Handphone untuk bermain game kesukaan, POU.
"Felisha,,, Kamu gak tidur nak?"Mama terbangun melihatku yang sedang asyik bermain Handphone.
"Gak Mah nanti aja kalau sudah dimobil"Jawabku.
Gue terus mengarahkan pandangan kearah Handphone sedangkan Mama malah melihatku sangat dalam tidak seperti biasanya.
"Ada apa Mah?"Tanyaku saat menyadari Mama melihatku.
"Kamu tuh sudah besar Nak dan juga makin cantik, Semoga kamu selalu dilindungi Tuhan yang Maha Esa ya Nak"
"Emmhh Mah.., Aamiin"Jawabku sedikit heran karena melihat perlakuan Mama seperti itu padaku padahal ini bukan kali pertama Mama seperti itu.
Beberapa Jam kemudian sampailah diBandara Internasional Jakarta. Gue dan Mama mulai turun dari Pesawat sambil mencari keberadaan Supir yang katanya sudah menjemput kami.
"Mungkin disana Mah"Kataku sambil menunjuk kearah pintu keluar satu.
"Ayo!"
__ADS_1
Melangkah perlahan tapi pasti yang pada akhirnya Gue menemukan Pak Supir yang sudah menunggu diluar pintu keluar.
"Biar saya bantu Nyonya"Ucapnya.
Guepun langsung masuk kedalam mobil bersama Mamah tapi ada suatu kejanggalan yakni Mama menolak untuk duduk dibangku depan bersama Supir.
"Kenapa?"Tanyaku heran.
"Mama capek pengen rebahin badan"Jawabnya.
Mobilpun segera berangkat perlahan-lahan karena masih banyak diluaran bandara yang sedang memarkirkan mobilnya menunggu keluarganya juga.
"Pak hati-hati yaa"Kataku pada Supir.
"Baik Non"
Gue sangat percaya Supir pilihan Mama tidaklah sembarangan dan juga Pak Supir ini sudah bekerja dikeluargaku lebih dari 5 tahun.
Mobilpun mulai memasuki jalan tol yang terlihat sepi karna saat Gue melihat jam yang berada ditangan sudah menunjukan pukul 00.30. Guepun membuka Handphone untuk mengabari Absy.
Semakin lama semakin sepi diperjalanan, Mama yang sedang tidur dengan telinga yang ditutupi earphone dan Pak Supir yang sedang fokus menyetir membuat Gue bingung ingin melakukan apa saat ini.
"Pak kok jalanan sepi ya?"Tanyaku membuka pembicaraan.
"Mungkin sudah malam juga Non dan besok kan orang-orang beraktifitas seperti biasa"
"Mungkin juga yaa"Kataku menutup pembicaraan.
Gue fokus menatap kearah depan jalan yang sepi ditambah dinginnya mobil membuatku sedikit menggigil karenanya.
^^^...AuthorPov...^^^
__ADS_1
Mobil yang ditumpangi Felisha melaju dengan cepat dijalan tol didukung dengan jalan yang cukup sepi, Sedangkan Absy sedang melamun cemas menunggu kabar Felisha yang belum kunjung terkabari.
Felisha sendiri masih harus fokus menemani Supir agar Supir tidak merasakan bosan apalagi mengantuk saat dijalan. Felisha sangatlah takut jika perjalanan tol dilakukan dimalam hari apalagi dalam keadaan sepi.
"Pak pelan-pelan aja ya"Kata Felisha.
"Baik Non, Ini sudah pelan kok"Jawab Supir.
Saat itu juga Mobil tiba-tiba oleng kanan juga kekiri seperti tidak ada kendali padahal Supir sedang berusaha menurunkan kecepatannya.
"Pak,,Pak,,Kenapa ini?"Tanya Felisha panik.
Ngiiikkkkk...Ngikkk...Ngikk.... (Suara Mobil)
Berbarengan dengan kejadian itu Mobil dibelakang tiba-tiba menabrak belakang Mobil Felisha yang sedang tidak terkendali yang membuat Mobil yang ditumpangi Felisha menabrak pembatas jalan yang rusak dan jatuh kejurang yang tidak begitu dalam.
"Aaaaa"Teriak Felisha.
BRAKKKKK....
Mobilpun jatuh dan mengeluarkan Asap cukup tebal yang membuat kendaraan yang saat itu melewati jalan yang sama memberhentikan lajunya.
Sedangkan Felisha?, Felisha berada diposisi terjepit bersama Supir. Berbeda dengan Elisa sang Ibu yang hanya pingsan dan luka dibagian kepalanya sajaa.
"TOLOOONGGGG!!"Teriak Elisa saat ia tersadar dari pingsannya.
"Tolong Kami!!"
"Tolooong Sayaa!"
Saat mendengar teriakan itu para pengendara yang saat itu berada di tempat kejadian mulai menuruni jurang yang tidak begitu dalam tapi sangat bahaya karena banyak tumbuhan berduri dan liar.
KIRA-KIRA KEADAAN FELISHA GIMANA?
__ADS_1
**ABSY BAGAIMANA PERASAANNYA DIRUMAH?
Stay Terus Yaaa**...