Jika Aku

Jika Aku
Siksaan Batin


__ADS_3

Baru UP Lagi Niiiihh...


Semoga Kalian Suka Yaa Dengan Cerita Aku...


......................


Seperti biasa aku selalu terlebih dahulu pergi kesekolah dibandingkan Hasby karena ia selalu diantar oleh Papah kesekolah sedangkan aku menaiki motor zaman dulu yang Papah belikan.


"Ahh belum ada siapa-siapa?"Tanyaku.


Aku selalu membereskan meja dan kursi sebelum murid-murid dikelasku datang karena jika tidak aku pasti akan dimarahi oleh mereka.


"Wah, Rajin yaa kamu..Oh ya tu sekalian dong sapuin sampah dikolong meja Gue"Ucap seorang siswi yang baru datang.


Sebenarnya aku tidak ada wewenang untuk membersihkan sampah ditempatnya tapi apa boleh buat aku harus melakukannya agar dia tidak terus memojokanku dengan kata-kata pedasnya.


"Nis lo gak gatal yaa liat manusia gituan?"Tanya seseorang yang menghampiri Siswi tadi.


"Geli dan Gatal sebetulnya sih cuman biarin lah kan menguntungkan haha"Aku tidak pernah menggubris perkataan mereka dan tetap mengerjakan apa yang perlu aku kerjakan.


"Sudah ya"

__ADS_1


Aku duduk sendiri diujung ruang kelas yang cukup mewah ini karena kebanyakan siswa dan siswinya adalah anak dari orang-orang terpandang dikota ini atau luar negeri mungkin termasukku.


Saat waktu istirahat aku lebih senang pergi menuju Perpustakaan dibandingkan Kantin karena aku yakin setelah aku datang kesana pasti semua murid mengejekku atau pergi menjauh.


"Kamu gak ke Kantin Absy?Aku tersentak kaget mendengar suara dari belakang yang ternyata penjaga Perpustakaan.


"Tidak bu, saya disini saja"


Beberapa menit sebelum bel masuk kelas aku sudah berjalan menuju kelas dengan wajah yang tertutupi Masker untuk menutupi Jerawat yang ada dipipiku dan area lainnya.


"Ish jorok!"


"Gak pernah perawatan kali yaa beda banget sama kembarannya"


Itulah yang aku dengar selama perjalanan menuju Kelas, Sakit hati? Iya! aku merasakan hal itu tapi dengan kecuekan yang tinggi aku tidak menghiraukan perkataan mereka.


Selama aku disekolah pastilah selalu ada perkataan yang menyakitkan apalagi jika ada Hasby didekatku pastilah dia akan selalu mengompori teman-temannya untuk menghinaku dengan perkataan-perkataanya.


Apa Aku Masih Kuat Menghadapi Ini? -Batinku terus bertanya.


Jikalau aku tidak kuat pastilah aku akan mencoba menghilang dari bumi ini tapi nyatanya aku kuat karena demi Mamah yang selalu membelaku.

__ADS_1


Saat pulang sekolahpun aku mengerjakan pekerjaan rumah sendiri tanpa ada pembantu yang membantuku karena itulah suruhan Papahku kepada Pembantu-Pembantu rumah yang melarang untuk membantu pekerjaan aku.


Pembantu disini hanya bekerja saat aku tidak ada sedangkan jika aku ada mereka akan beristirahat tapi kadang ada Mbak Sarah yang membantuku diam-diam meski teman-temannya sudah melarang.


"Makasih Mbak"Ucapku.


"Sama-sama Den"Jawabnya saat ia membawakanku Air untuk mengepel lantai bawah.


Jika Papah pulang dan melihatku belum Rapi atau sedang tidak belajar pastilah aku akan diseret ke kamar mandi lalu disiram air satu ember kebadanku kapanpun itu meski cuaca sedang dingin.


Berbeda jika Hasby yang dari tadi mengganggu pekerjaanku atau hanya diam saja meski ada Papah pastilah dia akan dibela dan disayang olehnya.Ah Hidupku Sedih Sekali...


"Absy, Sinii!"Teriak Papah.


"Iya Pah?"


"Cucikan sepatu Papah karena besok dipakai dan jangan lupa gosok tuh muka supaya bersih"Suruh Papah.


"Baik Pah"Aku akan selalu menurut meski Papah tidak pernah menyayangiku.


PENDEK-PENDEK AJA YA KAWAN...

__ADS_1


ASAL Terus UP Whehehe


__ADS_2