Jika Aku

Jika Aku
Rumah Sakit


__ADS_3

Beberapa hari kedepan sekolah diliburkan karena para siswa kelas tiga sudah mulai melaksanakan Ujian. Dihari pertama libur Aku pergi ke Rumah Sakit seorang diri untuk Cek kondisi Kulit di Wajahku.


Ada rasa malu jika harus keluar dari rumah tapi mau bagaimana lagi aku harus terus berusaha agar wajahku membaik. Ini pertama kalinya aku datang keRumah sakit untuk mengecek keadaanku sendiri biasanya aku hanya mengunjungi Mama yang sedang bekerja disini.


"Absy silahkan masuk!"


"Baik Sus"Akupun masuk kedalam ruangan karena sudah dipanggil yang artinya aku mulai diperiksa.


Setelah beberapa menit diperiksa lalu Dokternya merekomendasikan untuk memakai Krim wajah yang pada akhirnya aku lakukan apa yang disuruh Dokter itu.


"Apa ketergantungan Dok?"Tanyaku sambil membolak-balikan Krim yang ada ditangan.


"Sesuai, Jika kamu menggunakan lama pasti akan ketergantungan dan saran saya juga sebelum tiga bulan kamu harus cari SkinCare yang cocok ya"Jawab Dokter itu.


Setelah dirasa cukup Akupun pulang dengan harapan sebelum tiga bulan Jerawatku akan memudar atau bisa hilang, Semoga Saja...


Malam harinya setelah Makan malam aku mencuci muka dan memakai Krim Malam tadi, Rasanya sejuk di kulit dan tidak ada reaksi berlebih seperti yang dikatakan Dokter.


"Nak, Ini Mama sayang"Terdengar suara Mama dari luar.


"Masuk aja Mah!"

__ADS_1


Mama duduk disampingku, memegang pundakku lalu mengelusnya. Entah apa yang akan Mama katakan tapi setiap Malam Mama selalu seperti ini.


"Semangat ya untuk perawatannya"Ucap Mama yang langsung diangguki olehku.


"Oh ya sekaligus Mama mau izin sama kamu karena besok pagi Mama akan keluar kota untuk bekerja disana selama dua hari, Gapapa?"Tanya Mama.


"Iya Mama hati-hati dan jaga kesehatan ya"Mama memeluku dengan tulus begitupun aku membalas pelukannya.


Sebenarnya sedih ditinggal Mama tapi karena pekerjaan Mama juga mulia untuk menolong orang dan juga ia melakukan hal ini demi Aku dan Keluarganya secara terpaksa aku mengizinkan Mama untuk pergi.


"Sayang, jaga diri baik-baik disini ya dan jangan hiraukan Papah kalau dia ngomel tapi kamu boleh patuhi apa kata Papah"Aku mengangguk."


"Mama kekamar dulu ya, Good Night"Kecupan Mama mendarat dikepalaku.


...****************...


Keesokan harinya aku sudah bersiap untuk mengerjakan pekerjaan rumah seperti biasa sedangkan Papah dan Hasby sedang asyik bermain PS diruang keluarga.


"Hasby tolong dong sampahnya disimpen dikresek itu!"Suruhku secara sopan.


"Apaan sih, Terserah gue lah"Ucap Hasby dengan nada tingginya.

__ADS_1


"Iya kamu itu beres-beres aja dulu yang lain"Setuju Papah dengan ucapan Hasby tadi.


Akupun segera meninggalkan mereka berdua tapi terhenti karena Hasby memanggilku.


"Kenapa?"


"Muka lo jadi glowing gitu pake krim abal-abal ya Hahaha"Aku tidak sama sekali menghiraukan perkataannya dan malah asyik menyapu ruangan yang cukup besar ini.


Oh Ya Aku Belum Lihat Kondisi Wajahku -Ucap Batinku.


Akupun berlari menuju Kaca yang berada diruang depan untuk sekedar mengecek kondisi wajahku yang sudah aku poles dengan Krim Pagi tadi.


Lebih Cerah, Tapi Masih Belum Ada Perubahan Di Jerawat -Batinku berkata lagi.


Karena cukup senang ada sedikit perubahan diwajah akhirnya aku melanjutkan bersih-bersih ditaman depan yang terlihat banyak sekali daun kering yang berjatuhan.


"Selamat Pagi Den"Sapa Satpam rumah.


"Pagi Pak"


Sebenarnya para Asisten rumah semuanya Baik padaku tapi mereka tidak menunjukan kebaikannya dihadapan Papah karena mereka juga takut jika Papah marah dan memecat mereka.

__ADS_1


Aku sangatlah memaklumi hal itu karena memang benar aku ada disini hanya untuk dibenci oleh segelintir orang yang masih ada hubungan darah denganku.


__ADS_2