
Aku sudah cukup pasrah dengan keadaanku sekarang ini, Banyak orang yang membenciku tanpa sebab yang pasti. Apakah salah jika fisikku seperti ini? Bukankah Fisik Bisa Berubah Sewaktu-Waktu?.
"Hei wajahmu harus pakein obat Jerawat dek"Ucap seseorang yang baru saja keluar dari rumahnya.
"Iya bu"Jawabku.
"Kamu tuh ganteng loh kalau bersih wajahnya, Apa kamu gak diurus sama Orang Tua ya?"
"Iya bu"Jawabku lagi.
"Absy Masukk!!"Teriak Papah yang membuatku tersendat kaget.
"Baik Pah"Akupun berjalan mendekati Papah.
Saat aku sudah dekat Papah memberikan aku Masker dengan tatapan mata yang tajam mengarah padaku.
"Kalau keluar pakee, Ngerti Gak?!"Bentak Papah.
"MASUK!"Papah menyeret lenganku masuk kedalam hingga aku merasakan sakit yang begitu teramat.
"Sakit Pahh, Aww"Rintihku sepanjang jalan menuju Kamar Mandi tamu.
Saking Marahnya Papah mendorongku masuk kedalam Kamar mandi hingga aku tersungkur dan mengenai tembok. Sedangkan Papah langsung membuka Shower dan juga menyiramkan air bekas pel-an kewajahku.
"Maaf Pahh"
"Maaaff tolong hentikan"Ucapku memohon.
"Kamu itu gak bisa dibilangin beda sama adikmu tuh, Kamu itu Tuli atau Bisu siih setiap Papah suruh suka gak nurut!"Bentak Papah.
"Maaf Pah"
__ADS_1
Papah langsung keluar kamar mandi dan mengunci pintu dari luar, ada rasa takut dan ada rasa perih dari pergelangan tanganku bekas cengkraman Papah tadi.
Aku menangis tak bersuara membuat sakit hati yang begitu mendalam, Andai Mama sedang dirumah pasti aku tidak begini atau sedikitnya ada yang membelaku.
"Jangan Matikan Shower Absy!!"Teriak Papah ketika aku hendak berdiri untuk mematikan Shower yang terus membasahi badanku.
....
Entah sudah berapa lama aku ada didalam kamar mandi dengan kondisi badan yang basah juga dingin, Tak ada yang berani menolongku disini termasuk para asisten Rumah tangga.
"Jam berapa ini?"Tanyaku sambil mencoba menerka-nerka.
"Apa sudah Malam?"
^^^^^^AuthorPov^^^^^^
Sedangkan Hasby sedang asyik bermain Gadgetnya dikamar, Kembaran Absy ini sama sekali tidak peduli akan Kakaknya yang sedang didalam kamar mandi sama seperti Papahnya.
Triiing...Tring...
Halo Mah..
Gimana Kabarmu Nak? Dan Absy Kenapa Gak Jawab Telfon Mama?
Mungkin Dia Tidur Mah..
Oh Gitu, Tapi Baik-Baik Saja Kan? Besok Mama Akan Pulang Lebih Cepat
Iya Hati-Hati
Obrolan singkat itu membuat Hasby menjadi takut jika dia nantinya akan dimarahi oleh Mamahnya. Iapun segera pergi menuju Kamar Utama yang dimana ditempati oleh Papahnya.
__ADS_1
"Pah...Bukaaa"
"Ada apa?"Tanya Papah dengan mimik muka kaget.
"Mamah besok akan pulang lebih cepat, Apa kita keluarin Absy Pah?"
"Yaudah sudah lama juga dia ada disana"Ucap Papahnya yang langsung menuju pintu Kamar mandi dan membukanya.
Setelah dibuka terlihat Absy terbaring lemah diubin dengan keadaan Shower masih terbuka.
"Apa dia tidur?"Tanya Hasby.
"Mungkin, Biar Papah bangunkan dia"
"Heyy bangun, Cepet!"Papah menggoyangkan badan Absy tapi Absy tidak bangun, Akhirnya Papah membawa Absy keluar lalu dibaringkan dikamarnya dengan keadaan Basah.
"Pah dia pingsan!"Ucap Hasby khawatir.
"Sudahlah biar!"
"Bibii! Urus dia jangan sampe Istri saya lihat keadaan dia seperti ini"Pinta Papah pada salah satu Pembantunya.
"Baik Tuan"
Waktu telah menunjukan pukul 03.00 tapi Absy belum sadar dari pingsannya dan malah tubuhnya sangat panas seperti sedang dibakar didalam Oven.
"Tuan badannya sangat Panas"Ucap Pembantu.
"Berikan obat atau terserah kamu saja asal dia bisa sembuh"
"Apa tidak sebaiknya dibawa kerumah sakit?"Tanya Pembantu.
__ADS_1
"Gak perlu"
Pembantu yang selama ini sering menolong Absy diam-diam amatlah sedih melihat Tuan mudanya terbaring tak berdaya tanpa tindakan khusus dari kesehatan, Ia hanya mengobati dengan dikompres berharap panasnya segera turun.