
PENGUMUMANN.....
SORRY BANGET KARNA HARUS UPDATE ULANG EPISODE INI KARNA ADA PROBLEM DI APLIKASI AUTHORNYA..
JADI BUAT KALIAN PARA PEMBACA YANG SUDAH BACA EPISODE (TAMPARAN KERAS,KEMBALI,JIKA AKU) LANGSUNG DILEWAT AJA YAAAAA DAN JUGA BACA EPISODE BARUNYA...
MAKASIIII :)
Saat itu juga gue langsung menelfon Tante Shinta dan juga Om James untuk segera datang kesekolah bersama Putranya yakni Hasby.
Rasa tak percaya memang ada hanya saja ketiga orang ini berkata yang sama menunjuk Hasby sebab dari penganiayaan terhadap Absy hingga membuat gue menjadi marah.
"Kalian diam disini sampai Hasby dan kedua orang tuanya datang!, Termasuk kalian bertiga telfon orang tua kalian masing-masing"Suruh Kepala Sekolah yang baru saja hadir.
"Orang tua saya di luar kota Pak"
"Orang tua saya juga lagi kerja Pak"
"TIDAK ADA ALASAN!, Cepat TELFON!!"Bentakku hingga semua yang ada diruangan terdiam.
"Iyaa iyaa,,Galak amat sih"Ucap Irfan.
Gue sangat kesal dengan mereka bertiga karena dalam suasana seperti ini masih saja cengengesan dan menggoda gue padahal gue sama sekali tidak terbawa akan godaannya.
"Selamat Sore"Om James memasuki ruangan bersama Hasby disusul oleh Tante Shinta.
"Sore, Silahkan duduk Pak Bu"Kata Walikelasku.
"Ada apa ini hingga kami dipinta untuk datang tiba-tiba?"Tanya Tante Shinta.
Guepun langsung menjelaskan semuanya dari awal hingga akhir...
"APA!"Kaget Om dan Tante bersamaan dibarengi saling bertatap muka.
"Apakah itu benar?"Tanya Om James pada Hasby yang daritadi terus menundukan kepalanya.
"I-I iya Pah,Mah"
"Kurang ajar kamu!"
PLAKKK...
Tamparan Om James tepat jatuh dipipi Hasby hingga membuat kami semua kaget akan hal itu.
__ADS_1
"Mohon bersabar Pak, Jangan kasar"Ucap Kepala Sekolah.
"Baik jadi apa yang kalian akan lakukan dengan anak-anak ini?"Tanya Om James.
"Saya akan membawa kasus ini kehukum dan saya pastikan mereka dapat balasannya disana"Kataku dengan tegasnya.
"Apa itu tidak terlalu berat?"Tanya Kepala Sekolah.
"Tidak! dan konsekuensi lainnya akan dijelaskan oleh Pak Kepala"Kataku.
Semua orang terbungkam dan...
"Saya setuju"
"Mas, Ini terlalu berat loh untuk anak-anak"Bela Tante Shinta.
"Tidak ini semua demi kebaikan mereka agar mereka sadar bahwa mereka sudah jahat apalagi kamu Hasby!"Kata Om James.
"Baiklah saya mengerti apa mau kamu Mas"
"Baik ayo ikut dengan Bapak!"Ucap Kepala Sekolah sambil membawa keempat anak nakal itu.
Saat semuanya telah meninggalkan menyisakan gue dan kedua orang tua Absy yang sedang meratapi nasib anaknya nanti disana.
"Om Tante, Maafin Feli yaa karena sudah memutuskan hal itu kepada Anak Om dan Tante"Kataku berhadapan dengan keduanya.
"Iya sayang Tante juga kecewa banget sama anak sendiri dan juga makasih yaa karena kamu selalu membela Absy"Ucap Tante Shinta.
"Makasi atas apresiasi kalian semua"
Guepun otomatis memeluk mereka berdua dan merekapun membalas pelukanku, Gue merasa ada orang tua kedua selain ORANG TUA ANGKATKU.
Setelah itu gue langsung menuju Rumah Sakit menyusul Om dan Tante yang sama akan mengunjungi Absy disana.
......................
"Absyyyy sayangg"Panggil Tante Shinta saat melihat anaknya sudah tersadar dari masa kritis.
"Mamah.."
"Papah.."
Absypun mengalihkan pandangannya kearah gue "Felisha.."
__ADS_1
"Syukurlah kamu udah sadar Bsy, Sehat selalu yaa"Kataku sambil tersenyum lebar.
"Makasih"
^^^...AuthorPov...^^^
Saat semua sedang berbahagia akan keadaan Absy sekarang tapi Absy malah terlihat murung dan bingung ditambah gerak-gerik yang ia lakukan seperti sedang mencari sesuatu.
"Nyari siapa?"Tanya Shinta.
Felisha sedikit gelisah jikalau Absy menanyakan keberadaan kembarannya yakni Hasby karena Felisha juga kedua orang tuanya tidak ingin dulu memberi tau tentang Hasby.
"Sudah kamu jangan banyak mikirin apa-apa"Kata Shinta sambil mengelus rambut anaknya.
"Bukann Mah,, Aku nyari Cermin buat liat wajah aku sendiri"Felisha dan Shinta langsung membuang nafas kasar karena apa yang dipikirkannya salah.
"Owhh, Ini sayang"
Saat Absy melihat cermin tiba-tiba ada senyuman lebar darinya saat melihat pantulan wajah dirinya sendiri.
"Kenapa jadi agak membaik wajahku?"Tanya Absy.
"Pastinya karena setiap pagi dan malam ada yang merawat wajah kamu lohh"Ucap Shinta.
"Hah?,Siapa?"Tanya Absy dengan raut wajah kebingungan.
"Nih orangnya yaitu Felisha"
Felishapun langsung digandeng oleh Shinta dan tersenyum manis kearah Absy yang masih terbaring dikasur.
"Duh jadi kamu yang suka rawat aku disini?, Makasih banyak yaa dan buat Mamah juga"Kata Absy sambil memasang muka bahagia.
"Sama-sama Absy"
Terlihat dari jauh James sedang melamun memikirkan sesuatu dikepalanya dengan tangan yang saling bertemu didepannya dan juga badan membungkuk.
"Papah?"Panggil Absy perlahan.
"Iya, Ada apa?"
"Papah kenapa kok ngelamun gitu sih?"Tanya Absy.
"Papah gapapa"
__ADS_1
James masih belum bisa menerima kenyataan bahwa anak yang selama ini ia bangga-banggakan ternyata sangatlah jahat terhadap Saudaranya sendiri melebihi ia jahat terhadap Anaknya.
Cukup Panjang Ternyata Ehehehe