Jodoh Dan Cinta

Jodoh Dan Cinta
Bertahan


__ADS_3

Asa menceritakan bagaimana dia sampai ditempat ini, dengan suara bergetar kedinginan.


Biru melihat Asa semakin menggigil kedinginan dan wajahnya tetlihat pucat.


"Asa...... " Biru ragu ragu ingin mengatakan sesuatu


"Iya tuan "Asa mengeratkan tangan ketubuhnya.


"Lepaskan bajumu ....."belum selesai Biru menyelesaikan kalimatnya.


"Apa yang akan kamu lakukan padaku , jangan apa apakan diriku tuan" Asa beringsut menjauhi Biru, takut dia akan dilecehkan.


"Hei, memang wajahku semesum itu apa? Biru gusar dengan kelakuan gadis yang ada didepannya itu.


"Trus apa maksud mu, menyuruhku membuka bajju, jika tidak ingin melecehkan ku, memang aku cewek apaan " Ujar Asa ketus.


Heemmm


" Dasar gadis ingusan, memang aku berselera dengan bocil seperti kamu, bisa turun pesonaku di kalangan. cewek cewek. Dengar ya bocil, aku suruh kamu buka baju itu karna bajumu basah kuyup , jika tidak kamu lepas kamu bisa masuk angin , sudah ngerti maksud ku" Biru gemas sekali dengan gadis ini.


"Aku nggak bawa baju ganti tuan, kalau aku cuma buka baju tambah masuk angin. tambah rugi badanku kamy pandangi , untung di kamunya tuan " Asa kegi dengan saran Biru yabg tidak masuk akal.


"Dasar otak kotor, jangan selalu berfikiran jelek dengan maksut baik oranga lain" ingin sekali Biru menjitak kepalanya.


"Trus aku harus ganti dengan baju siapa? " Asa bingung dengan ide Biru.


"Kamu pakai jaketku , dan celanaku meski mungkin kebesaran .kamu ganti didalam, aku akan keluar. " Biru menerangkan.


"Iya, trus tuan pakai apa, nanti aku bisa malu jika melihat tuan hanya pakai dalaman saja " Asa cengar cengir membayangkan melihat tubuh Biru.


"Hadeeh Asa, dasar gadis otak mesum, tolong kamu berfikir yang rasional jika aku menyuruh kamu pakai celanaku berarti aku pakai celana rangkap, meski hanya celana pendek,gila apa. aku pamerkan tubuhku ke kamu, apalagi otak kecil kamu sudah membayangkan yang tidak tidak, bisa bisa, aku kau perkosa, bisa gawat. "goda Biru sambil tertawa.


"Enak aja aku yang mesum , yang ada tuan itu yang mesum dari tadi kulihat tuan, curi curi pandang padaku, ya sudah mana jaketnya.


Biru berjalan keluar,mellepaskan celana panjang , dan menyisakan celana Pendeknya , menyerahkanyapaaa Asa , dengan mata terpejam.


"Ini celananya, "


"Tidak usah memjamkan mata tuan nanti kesandung bisa berabe, aku juga belum buka bajuku, Celananya tidak usah tuan biarkan aku pakai ini saja. " Asa sebenarnya malu kalau harus memakai celana seorang laki laki apalagi bekas dipakai .


"Pakail saja, sragamnya kamu angin anginkan disini "sambil menunjuk sandaran kursi.


"Sambil menunggu hujan reda, jika sudah agak kering kamu bisa ganti dengan bajumu lag."


Setelah berganti dengan pakaian Biru, Asa mempersilahkan Biru masuk, Asa kawatir Biru kedinginan dengan celana pendek yang dipakainya.


"Sekarang tidurlah ,kamu bisa tidur dikursi itu dan aku disini"

__ADS_1


Mereka berbaring sama sama dikursi panjang yang dipisahkan oleh meja.


"Tuan bolehkan aku bertanya"


Asa tertidur meringkuk seperti bayi.


"Hem "


Jawab Biru dengan berbaring dan menutup mata , dengan lengannya.


"Kenapa tuan bisa ada disini " Asa penasaran.


"Aku kesini karna kerjaan , tapi, sialnya waktu pulang banku kempes , dan waktu mencari tambal ban keburu turun hujan.


"oooo begitu" Asa manggut manggut tanda dia mengerti.


"Tuan apakah tuan sudah beristri?


Biru bangun dari tidurnya duduk dan bersandar dikursi.


"Aku belum beristri , aku masih ingin mengejar karir dulu. Aku juga tidak punya pacar lo, jika kamu belum punya pacar,


apakah kamu mau jadi pacarku. ? tanya Biru asal.


Asa bingung mau menjawab apa, dengan pertanyaan yang dilontarkan Biru tiba tiba. Apakah aku ditembak? "Asa membatin


Asa tersenyum getir.


"jangankan punya pacar berpikirpun aku tak bisa" jawab Asa seperti curhatan.


"kenapa ,apakah karna dilarang orang tuamu, apakah karna ini, maksudku karna tidak boleh pacaran kamu ingin mengakhiri hidupmu,.Dasar bocil labil" Biru asal tebak.


Airmata Asa menetes.


"Sebenarnya kemarin itu


aku nggak ingin bunuh diri kamu yang Menganggapnya seperti itu, "


"Waktu it....


kruuuuuuk kkruk


Asa menghentikan ceritanya, mendengar suara yang tidak asing dari lawan bicaranya.


"Tuan eh sebenarnya nama tuan siapa sih? sambil mengusap air mata yang mulai meleleh dipipinya.


"Biru namaku Al Biru"

__ADS_1


"Mas Biru lapar , gak papakan kupanggil mas"


"Iya ndak papa" jawab Biru datar


"Sebenarnya aku nggak lapar cuma cacing yang biasa kukasih makan, sekarang sedang berdemo " jawab Biru asal.


"Aku ada roti jika mas Biru mau " Asa duduk dan mengambil roti dalam tasnya.


"Jangan jangan roti kadaluarsa yang kamu berikan padaku "


Heeeem


Asa menghembuskan nafasnya kasar.


"tadi bilangnya kita tidak boleh berfikiran jelek akan kebaikan orang lain, kalau tidak mau tidak apa apa " Asa meletakan roti dimeja yang ada didepannya.


Biru melirik roti yang berikan Asa


"Kecil sekali Rotinya untuk aku saja kurang "batin Biru


"Apa kamu nggak lapar, rotinya kamu makan saja ,aku masih bisa tahan, " berpura pura kuat.


""Kita bagi dua saja meski kecil bisa untuk menggajal perut kita sampai hujan reda. "Asa mengampil roti itu dan membaginya menjadi dua .


diberikanya satu bagian kepada Biru


Biru dengan sedikit ragu ragu menerima pemberian Asa.


"Terima kasih"


"Iya, sama sama"


mereka memakan roti itu bersama sama.


Ada rasa bahagia dihati mereka berdua, entah karena apa. Karena rotinya, atau karna hati mereka yang mulai ada keterpautan.


setelah makan, mereka membaringkan tubuh ke kursi masing masing, tak terdengar lagi obrolan dari mereka.


"Asa kamu sudah tidur " Biru memanggil


"Katanya ingin cerita, malah tidur dasar bocil. monolog Biru.


Diluar , hujan tak kunjung reda,


membuat Biru menyusul Asa kelorong mimpi.


Bersambung

__ADS_1


"


__ADS_2