Jodoh Dan Cinta

Jodoh Dan Cinta
Draft


__ADS_3

Dua hari sebelumnya.


setelah akad nikah, dan tragedi pingsannya pengantin perempuan, dalam proses pernikahannya


Keesokan harinya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 04.00 Wib.


 Perlahan Asa membuka matanya, yang masih terasa lengket, nampak langit langit kamarnya , diputar matanya kegala arah.


" Ternyata aku masih dirumah ayah, akankah setelah ini aku harus mengikuti mereka meninggalkan rumah. ini, Bisakah aku melupakan mas Biru dan mencintai suamiku yang sekarang?"


Asa menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan keresahan yang ada dikepalanya.


Meneteslah air mata dipipinya dan langsung diusapnya untuk menghilangkannya. direnggangkan tubuhnya menghilangkan sisa sisa kelelahan .Diturunkan kakinya dari tempat tidurnya ,dan segera dilangkahkan kakinya kekamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya.


Selesai berpakaian rapi Asa, melangkah menuju dapur, mencari ibunya yang sudah bangun duluan.


Dari arah dapur ibu Denok menghampiri Asa yang telah berpakaian rapi


" Nduk kamu sudah bangun, bantu ibu dan bu Aisyah menata makanan didepan "


" Baik bu, " tanpa banyak bicara , Asa, berjalan menuju dapur, membawa makannanya keruang tamu dan menata makanannya disana , Karna rumah Asa tidak ada ruang makan dan ruanganya semuanya kecil.

__ADS_1


Setelah semuanya makanya telah siap.


Semua keluarga yang masih menginap dikediaman pak Tono, berkumpul untuk sarapan bersama.


"Maaf semuanya, hanya ini yang bisa kami sajikan, mungkin tidak sesuai dengan selera kalian" pak Tono sedikit sungkan dengan tamunya dengan keadaanya tidak bisa menjamu seperti kebiasaan tamu tamunya.


"Tidak apa apa pak Tono, ini sudah lebih dari cukup buat kami, malah kami yang merepotkan keluarga disini " jawab bu Aisyah ramah.


Setelah ritual sarapan, dan semua sudah dibereskan.


Semua orang masih duduk ditempat duduk masing masing.


"Pak Tono maaf, saya bingung mau memanggil bagamaimana. " sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"hahaha " spontan semua tertawa dengan masalah yang dihadapi pak Iwan. hanya Asa yang terlihat tidak berekpresi, dia masih setia dengan lamunanya.


"Maaf sekali lagi, saya akan memanggil pak Tono saja. Pak, kami dan khususnya saya , mau mohon diri dan meminta ijin, untuk mengajak Asa untuk pulang kerumah kami ."


Pak Tono melirik kearah, putri semata wayangnya, yang tak merespon.


Terlihat Dimatanya ada kesedihan ketika pak Iwan akan mengajak putrinya meninggalkan rumah, yang selama ini menjadi tempat dia melimpahkan kasih sayang. Bagaimanapun pak Tono adalah orang tua yang sangat menyayangi putrinya itu. Terasa berat untuk melepaskanya. Namun ,putrinya sudah diserahkan kepada seorang laki laki yang sekarang menjadi suaminya, rela tak rela dia harus ikhlas.


" Nduk apakah kamu sudah siap. " dengan mata berkaca kaca.

__ADS_1


Asa bingung harus menjawab apa, mau menolak tapi tak berani. Akhirnya dia hanya bisa mengangguk mewakili jawabannya.


Melelehlah air mata dipipinya, ketika dia harus meninggalkan orang selama ini telah melahirkan dan merawatnya.


' ibu bolehkah aku tidak mengikuti mereka, " tangan Asa terus memegang tangan ibunya dan terus menangis sesenggukan.


" Asa, nduk cah ayu, kamu sekarang adalah seorang istri, bagaimana dan dimanapun suamimu berada, kamu harus selalu disampingnya. meskipun kamu adalah putri kami satu satunya, kami tidak berhak lagi atas dirimu. suamimulah yang sekarang berhak memutuskan semua tetang kehidupanmu. Ibu hanya bisa mendoakan semoga kebahagiaan selalu terlimpah kepadamu. " Dengan berderaian air mata, bu Denok memberi wejangan kepada putri semata wayanganya.


" Nak Iwan, maaf meskipun dulu kamu adalah temanku namun sekarang adalah menantuku. Saya serahkan putriku yang telah aku rawat dari dalam kandungan istriku sampai saat ini kamu menikahinya. Aku serahkan tanggung jawabku atas anaku Kepadamu, kebahagiaan dunianya dan juga akheratnya. dan apabila suatu saat dia melakukan kesalahan, tolong tegur dia dengan penuh kesabaran. Dan jika kamu sudah tidak sanggup mendidiknya, kembalikan dia kepadaku dengan baik baik sebagaimana kamu memintanya juga dengan baik baik. " Meskipun seorang laki laki pak Tono juga akan merasa kehilangan jika putri satu satu meninggalkannya. dan meneteslah air yang berusaha dia tahan sejak tadi.


" Asa mendengar semua pesan ayahnya, pada suaminya dia, semakin tak bisa menahan tangisnya.


bu Denok yang duduk disampinya memeluk putrinya dengan erat.


" Saya akan berusaha memenuhi semua permintaan pak Tono, Saya sebagai suami akan selalu berusaha membuat istri istri saya bahagia"


Akhirnya tiba waktunya keluarga pak Iwan mohon diri ,meninggalkan rumah pam Tono.


Semua keluarga pak Iwan tersenyum bahagia ketika meninggalkan rumah keluarga pak Tono


Berbanding terbalik dengan keluarga pak Tono, tak ada gurat kebahagiaan diwajah mereka, dihati mereka ada sedikit ketidak ikhlasan namun harus menerimanya dan mendoakannya.


Asa menangis dalam diamnya.

__ADS_1


" Ya Allah masih belum bisa menerima semua ini, aku masih berharap suamiku hanya mas Biru." doanya dalan hati.


Bersambung


__ADS_2