Jodoh Dan Cinta

Jodoh Dan Cinta
Disekap


__ADS_3

 Semua berandalan yang ada dirumah Biru menyebar, mencari kantong kresek yang dimaksut Biru.


Ada yang kekamar, ruang tamu, ruang keluarga, dapur, kamar mandi, seluruh ruangan , mereka geledah tanpa terkecuali.


"Biarkan aku membantu , biar cepat ketemu" Biru tak sabar ingin segera lepas dari orang orang menyekapnya ini.


"Alah, itu cuma alasan, kamu pasti ingin kabur, tidak usah banyak tingkah , diam saja kamu. disitu "


 Satu persatu anak buahnya melaporkan, tidak menemukan yang mereka cari.


"Bos, saya tidak menemukannya"


"Saya juga zonk"


"Apakah sudah kamu teliti baik baik "


"Sudah bos "


Bos preman itu berbalik pada Biru


" Jangan jangan kamu membohongiku, " Bentak bos preman pada Biru yang terikat di tempat tidurnya.


"Terserah kalau tidah percaya" jawab Biru santai.


" Kurang ajar, kamu ingin mempermainkan kami. " bos preman itu gusar dengan anak buahnya yang tak becus melaksanakan tugasnya.


Namun anak buahnya terakhir, berlari menghampiri bosnya.


"Bos saya menemukannya, " dengan wajah sumringah , menyerahkan barang yang mereka cari.


Dengan terburu buru dia membuka kantong kresek, yang berisi pakaian kotor Biru,.


"Brengsek busuk sekali baunya " melempar kesembarang arah , baju kotor Biru.


Biru melirik baju yang dilempar bos preman, teringat baju kotor yang ia letakan di samping tempat sampah, sepulang dari rumah sakit dan belum sempat dia cuci.


"Sebenarnya barang apa yang mereka cari. Kenapa aku tidak merasa, ketika dia memasukan ke sakuku. " Biru bertanya tanya didalam hatinya.


"Ha haha tetnyata barangnya masih utuh , bersyukurlah kamu, jika sampai barang ini hilang, kuhabisi kamu. Ayo kita pergi dari sini. " bos preman itu mengajak anak buahnya, pergi dari rumah Biru. Namun belum sempat mereka beranjak dari tempat mereka berdiri.


Ada telepon berbunyi, ternyata dari hp bos preman.

__ADS_1


"Iya, Apa yang terjadi, dimarkas" bos mereka menerima telpon entah dari mana.


"Tempat kita digrebek polisi bos" suaranya terdengar ngos ngosan dari lawan bicara bos preman.


"Apakah ada yang tertangkap " Bos preman sedikit kawatir dengan anak buahnya, yang berjaga di markas mereka.


"Ada satu anggota kita yang tertangkap bos, koko" jawabnya


" Apakah ada yang berhianat dari orang dalam, kenapa markas kita bisa diketahui. " ada nada gusar bos preman mencerca pertanyaan pada lawan bicaranya.


"Tidak tahu bos, kami semua menyebar menyelematkan diri. "


"Sekarang kamu dimana"


"Saya berrsembunyi ditempat biasa bos bersama dua orang"


"Sekarang kamu kesini akan aku searlok"


"Oky bos, segera meluncur"


Bos preman menutup teleponya.Keningnya berkerut, memikirkan keadaan sekarang.


"Siap bos" jawab mereka bersamaan.


"Hai enak saja kalian akan tinggal disini. Cepat lepaskan aku. "Biru berusaha melepaskan ikatan tangannya.


"Sialan, sebenarnya siapa mereka, aku curiga mereka salah satu jaringan pengedar obat obatan terlarang. Aku harus berfikir bagaimana cara meloloskan diri dari Mereka" batin Biru


"Kamu tidak usah banyak bicara, jika tidak ingin nyawamu melayang" bentak bos preman, dengan menoyor kepala Biru .


Biru melotot dengan perlakuan bos preman itu padanya. Matanya memerah menahan marah.


"Awas saja jika nanti aku bisa lepas, tidak akan aku ampuni kalian " ancam Biru tapi hanya di hati.


 "Sekarang kalian bisa tidur dan yang lain berjaga jaga" perintah bos preman pada anak buahnya.


"Baik bos"


Sedangkan Biru memutar otaknya.


Mencari cara untuk lepas dari orang orang yang telah menyekapnya.

__ADS_1


Biru melihat, ada dua orang yang menungguinya agak jauh darinya, yang satu sibuk dengan hpnya dan yang lainya duduk terkantuk kantuk.


Dia memandang sekeliling, mencari celah, dan pandangannya berhenti pada telepon pintarnya.


"Bagaimana caraku mengambilnya terlalu jauh, " batin Biru. Dia mencari waktu disaat para preman yang menungguinya lengah.


Diarahkan kakinya kearah nakas, dimana hpnya berada. Disaat kakinya hampi sampai, salah satu anak buah preman yang bermain hp memandang Biru untuk mengecek, dan spontan Biru berlagak seakan sedang mengendurkan urat uratnya.


"Semoga mereka tidak ngeh dengan hp itu " Biru membatin."


Biru pura pura tidur untuk mengelabuhi preman yang menungguinya.


Beberapa saat preman itu sedikit waspada dengan tingkah Biru yang mencurigakan. namun ketika kantuk nenyerang mereka lengah juga dan itu dimanfaatkan Biru meraih hp dengan kakinya. Segera dia sembunyikan dibalik selimut yang terlipat disampingnya.


"Aman aman" Biru menyeringai dengan keberhasilannya.


"Aku harus meminta bantuan pak Amir ,agar segera menghubungi pihak berwajib" monolog Biru.


Biru sedikit kesulitan mengambil hp yang terperosok agak jauh dari tanganya yang terikat.


"Kenapa sulit sekali sih " gerutu Biru dalam hati. dan ketika tangan sampai, bos preman masuk kekamar Biru.


" Kamu jangan macam macam. jika ingin nyawamu selamat. " berbalik meninggalkan kamar.


Biru terkejut dengan kedatangan bos para preman, yang tiba tiba masuk.


"Kukira dia tahu dengan apa yang aku lakukan, ternyata hanya menggertak saja. " Biru sedikir lega gerakan tidak diketahui.


Perlahan lahan Biru mengarahkan hpnya, dengan sikunya ketangan yang terikat , dibelakang tubuhnya.


"kenapa sulit sekali" sampai gemas Biru dengan usahanya, yang belum juga berhasil.


heemm


Biru menarik nafas dan melepaskan dengan mulutnya.


"Aku harus tenang jika ingin terlepas dari preman preman ini " monolog Biru.


Dan setelah perjuangan yang panjang dan melelahkan akhirnya hp Biru terpegang juga, namun...


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2