Jodoh Dan Cinta

Jodoh Dan Cinta
Jodoh tersingkat


__ADS_3

Asa menyuruh sopir taksi berlalu dari rumah Biru.


:Aku masih sangat mencintaimu mas,. Andai ...... tak ada yangl harus kupertaruhkan, ingin rasanya aku selalu mencintai dan bersamamu seumur hidupku. " seketika air mata menetes, tak sadar isakan Asa terdengar oleh pengemudi taksi.


"Kenapa mbk malah pergi , jika mbk ingin tinggal, semua butuh perjuangan mbk" ucap pengemudi taksi sesekali melirik Asa lewat kaca sepion.


Asa mengusap air matanya dan tersenyum getir,


"Bukan saya yang ingin pergi pak, tapi saya dipakaa oleh keadaan, maaf pak membuat bapak terganggu" Asa memalingkan wajahnya keluar menatap jalanan yang dilewati dan berusaha untuk menguatkan hatinya yang sangat rapuh.


pengemudi itu memandang Asa dari sepion dan tersenyum seakan mengiyakan apapun yang dikatakan Asa.


"Sekarang kemana lagi mbak" tanya sopir taksi sambil sesekali memandang Asa lewat sepion.


" Kembali pulang saja pak" jawab Asa tanpa mengalihkan pandangannya.


Setiba dirumah.


Setelah memberi ongkos dan berterimakaih pada sopir taksi yang menemaninya seharian . Asa masuk rumah dengan sedikit berlari.


"Asalamualaikum"


Asa langsung masuk diruang tamu, ada tamu Asa memelankan jalanya dan membungkuk memberi salam. dan langsung masuk kamarnya.


Sedangkan orang tua Asa, sedikit terkejut , dengan kedatangan putri mereka dengan mata sembab, langsung masuk kekamar tanpa bersalaman dan menyapa.


"Bu Denok meminta ijin pada tamunya untuk menemui putrinya.


Didalam kamar.


Ya Allah , aku tidak kuat menjalani semua ini, " jerit Asa dengan tangis yang menyayat hati.


"Aku ingin selalu dengan suamiku" monolog Asa dengan memukuli dadanya yang terasa sesak.


 Tangis Asa terdengar dari luar, Bu Denok langsung menghentikan langkahnya, didepan pintu kamar Asa.


"Sebenarnya masalah apa yang engkau hadapi nduk,apa " bu Denok mendengarkan tangisan putrinya yang menyayat hati,


"Maafkan ibu nduk mungkin kamu tersiksa dengan semua ini " batin bu Denok, karna tak terdengar suara dari dalam kamar Asa , bu Denok mengentuk pintu kamar Asa.


 Thok tok tok


"Asa , ... nduk apakah kamu tidur"


Asa yang termangu dengan sedikit isakan dan pikiran kacau menghentikan tangisannya.


" Tidak bu, Asa tidak tidur, masuk" Asa segera mengusap air mata yang mengalir dikedua pioinya. dan berusaha tersenyum untuk menutupi keadihanya.


Bu Denok masuk langsung duduk disamping Putrinya, dipandangi wajah putrinya, tetlihat masih ada air di sudut matanya,.


"Nduk cah ayu, apakah kamu baik baik baik saja" sambil mengelus pucuk kepala Asa.


"Asa baik buk, " Asa tersenyum tulus menyangkal keadaan yang sebenarnya.

__ADS_1


Meskipum Asa menyangkal keadaan hatinya yang tidak baik baik saja, namun bu Denok tahu semua itu dilakukan Asa hanya agar supaya dia tidak memikirkan putrinya itu.


"Asa, dirumah kita kedatangan tamu Pak Iwan dan istrinya, mereka.. ingin membahas pernikahan kamu"


"Asa terdiam mendengar penuturan ibunya.


"Sekarang, kamu cuci muka dan bergantilah dengan pakaian yang sopan, kita temui pak iwan dan istrinya diruang tamu. " bu Denok berkata dengan hati hati.


"Bu , kalau boleh Asa meminta, Asa ingin sendiri dan saat ini , Asa tidak ingin menemui mereka, " Asa tak sanggup menambah beban yang ada dihatinya dengan permintaan mereka yang baru.


" Asa, mereka ingin hanya menemuimu untuk membahas pernikahan yang akan dimajukan waktunya.


Hewwmmm


Nit. seperti jarum menusuk hati.


"Bu Asa pasrah sama ibu dan ayah, untuk keputusan , Asa menurut saja Apapun yang diputuskan, Asa akan menurutinya. " jawab dengan datar.


Bu Denok mengelus bahu Asa untuk menenangakannya.


Bu Denok tersenyum getir dan meninggalkan Asa.


Dimalam hari


Saat makan malam Pak Tono, bu Denok dan Asa membahas hasil putusan yang diambil.


":Asa , maafkan ayah karna, tidak menunggumu untuk menyettujui permintaan mereka , karna kapanpun waktu pernikahan itu pasti akan dilaksanakan juga , jadi ayah harap kamu menurut dengan keputusan yang kami ambil. " pak Tono memandang putrinya penuh rasa haru ,bahwa putrinya sangat menyayangi mereka dengan menuruti permintaan mereka tanpa ada bantahan.


" Ayah, ..... Asa.. akan menurut dengan semua keputusan ayah. "


"Dan musyawarah tadi, kami memutuskan bahwa pernikahanya akan dilaksanakan minggu yang akan datang.


Asa terkejut namun segera menetralkan hatinya, seakan ikut senang dengan kepusan yang telah diambil.


"Bagaimana Asa apakah kamu tidak keberatan dengan ini. "


Asa hanya menggeleng sambil tersenyum untuk menutupi gundah hatinya.


"Baik jika kamu tidak keberatan Akan ayah sampaikan kepada pak iwan, untuk mempersiapkan semuanya."


Asa hanya tersenyum tipis menaggapi perkataan ayahnya.


sedangkan bu Denok diam, tanpa ada reaksi apa apa dia bingung harus berpresi senang atau sedih.


:Ayah ibu Asa pamit untuk kekamar Asa lelah sekali" Asa akan berdiri.


"Tapi makananmu belum habis ndukk" tegur bu Denok ketika meilihat piring. Asa berkurang sedikit sekali.


"Asa sudah kenyang bu. "


Tak ingin melihat putrinya tambah sedih bu Denok mengijinkanya


Asa beranjak dari kursinya dan melabgkahkan kakinya ke kamar.

__ADS_1


Asa duduk dipingir tempat tidurnya dan menutupi wajahnya dan menangis sejadi jadinya untuk meluapkan perasaannya saat ini.


"Mas Biru maafkan aku" ucap Asa lirih


Aaa menagis sampai mimpi menjemputnya.


dipagi hari.


Asa bangun dengan mata sembab semalaman menumpahkan air matanya tiada henti.


'Aku harus kuat . Lupakan cintamu Asa, lupakan Biru ,ingat janjimu pada ibumu" Asa menatap wajahnya dicermin.


"kamu bisa . Tak ada airmata lagi . aku harus melupakan pernikahanku dengan mas biru.


 Asa berdandan dan keluar kamar untuk membantu ibunya.


"Sementara itu Dirumah Biru


Sepulang dari rumah sakit Biru Hanya beristirahat dikamar dan untuk swmua keperluanya pak Amir yang selalu menyiapakanya.


"Bos maaf kalau saya lancang" sambil menyiapkan minuman untuk Biru.


Sebenarnya pak Amir sedikit sungkan untuk bertanya masalah pribadi bosnya itu.


"Ada apa pak Amir "


"Kalau boleh tau, kemarin bos bilang sudah menikah dan tentu sudah mempunyai istri . namun dari kemarin saya tak menjumpainya. "


Biru ternyum getir dengan pertanyaan yang dilontarkan pak Amir.


"Trus sekarang bos terlihat gegana "Ucap pak Amir sedikit melucu


"Apa itu gegana pak"


"Gelusah galau merana kata lagu dangdut bos" Pak Amir cengar cengir.


"pak Amir,.......... " Biru dengan mode serius menceritkan semua tentang awal mula bagaimana dia bisa menikah dengan Asa, sampai akhirnya sekarang dia ditinggalkam istrinya.


" Jadi istri bos Gadis yang pernah kita tolong itu, kalau jodoh jalannya bisa apa saja " pak Amir terkejut dengan penuturan bosnya itu


Biru mwngangguk tersenyum tipis mengingat istri singkatnya.


"Jodoh tersingkat" Biru tersenyum getir.


"Trus kenapa dicari kerumahnya? "


"Justru itu bodohnya aku pak, rumah istri sendiri aku tak tahu, "


"Boa bos gimana sih, ..sekarang bos maunya bagaimana? masih ingin mencari apa pasrah dengan keadaan? "


Biru hanya menggeleng ragu dengan keinginannya.


"Kalau masih ingin mencarinya bos harus menjaga kesehatan jangan banyal pikiran nanti kalau bos sudah sehat , saya bantu mencari istri bos.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2