Jodoh Dan Cinta

Jodoh Dan Cinta
Orang asing


__ADS_3

Dirumah Biru


Dengan langkah yang terseok seok


Biru memasuki rumah yang beberapa hari ini enggan ia tinggalkan karna didalamnya ada seaeorang yang selalu membuatnya rindu meski hanya beberapa menit tak bertemu. .


Perlahan Biru membuka pintu dan dia berhenti sejenak diambang pintu dipandangi sekeliling ruangan itu, terbayang Asa yang menyambut dirinya dengan senyuman dan kemanjakanya. Biru tersenyum miris


"segitu merindukannya aku padamu Asa, hingga setiap tempat terasa ada kamu disana.


"Aaaaghhhh"


"Asaaaaaaa"


Biru terduduk dilantai dan bersandar disofa ruang tamu..


":Ya Tuhan kenapa berat sekali cobaan yang Kau berikan kepadaku" jeritan hati Biru.


Dengan badan yang lelah, dan hati yang tetluka tanpa terasa Biru tertidur dengan posisi duduk dilantai.


Biru tertidur sampai malam menyapa.


tiba tiba


braaaak kedubrak


Ada beberapa orang masuk kerumah Biru tanpa permisi .


Biru terkejut dengan kedatangan orang orang asing didalam rumahnya. dia yakin mereka bukan orang baik dan pasti mempunyaj tujuan yang tidak baik.


Rumah Biru masih dalam keadaan gelap karna sedari siang Biru tertidur. dalam keremangan malam Biru belahan menggeser tubuhnya ketempat yang menurutnya lebih aman.


terlihat oleh Biru orang orang itu menyebar mencari sesuatu entah apa itu


"Apa yang mereka cari dirumahku" batin Biru. dengan hati hati dia meraih hp dalam sakunya berniat menghubungi pak Amir, agar membatunya bila dia terdesak.


Dikirimkanya pesan kepada pak Amir dan terdengarlah nada dering notifikasi pesan balasan.


" Siapa itu, cepat cari ada orang"


 Suara salah satu orang asing yang masuk rumah Biru, ketika mendengar suara dering. hp Biru


dengan tetburu buru Biru mematikan hpnya. dan bergeser ketempat yang lebih tersembunyi.


"Aman aman, " Biru meningkatkan kewaspadaanya, dari orang orang itu


"Bagaimana kamu sudah menemukanya" suara itu terdengar lagi"


"Belum bos sepertinya tadi hp bos sendiri, yang punya rumah belum pulang bos.lampunya saja masih belum nyala, kenapa tidak kita nyalakan lampunya sih bos "


Saran salah seorang sepertinya anak buah.


"Bodoh, apa kamu ingin kita tertangkap warga"


Orang yang memberi saran bosnya cengar cengir dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Maaf bos"

__ADS_1


Bos dari orang orang itu mengibaskan tangannya, pada anak buahnya yang bodoh itu.


"Trus cari sampai ketemu"


Namun tiba tiba ada suara sirene polisi yang mendekat kearah rumah Biru.


Orang orang yang berada didalam rumah Biru segera berlari kocar kacir berusaha keluar rumah .


Biru yang mendengar orang orang telah keluar langsung menyalakan lampu dan melihat keadaan rumahnya yang porak poranda karna ulah orang orang itu.


dari arah pintu muncul pak Amir yang diikuti beberapa orang polisi yang langsung memeriksa keadaan rumah.


"Salah satu polisi menghampiri Biru


memberi hormat, Biru menganggukan kepala tanda ia juga membalas hormat.


Polisi itu meminta keterangan pada Biru mengenai orang yang telah menyatroni rumahnya.


"Maaf pak, apakah bapak mengenal orang orang tadi "


"Tidak pak, saya tidak melihat wajah mereka dengan jelas hanya ada banyangan mereka pak , Karna rumah ini dalam keadaan gelap. "


polisi mencatat semua keterangan yang disampaikan Biru


Bruuuuk


Biru tersungkur kelantai, pinsan. pak Amir dibantu beberapa orang polisi mengangkat tubuh Biru dan letakan ke sofa panjang.


Seoranga polisi memerilsa Biru, dan memberikan minyak kayu putih dihidung Biru. Perlahan Biru membuka matanya dan mencoba mendudukan badanya yang lemah , pak Amir dengan sigap membantu Biru untuk duduk.


Pak Amir memberikan bosnya minum.


"Tidak, saya tidak perlu kerumah sakit" dengan suara yang lemah Biru menolak dibawa kerumah sakit.


Namun karna keadaan Biru yang semakin lemah Pak Amir beserta polisi memaksa Biru untu dirujuk ke rumah sakit.


 Setiba dirumah sakit Biru langsung diperiksa diruang IGD.


Setelah memeriksa Biru, dokter memanggil keluarga dari pasien, pak Amir yang mejadi salah satu orang terdekat Biru saat ini menemui dokter diruanganya.


"Permisi, dok"


"Masuk, silahkan duduk"


"Bapak saudara dari pasien bernama Biru"


"Saya bawahan pak Biru dok"


"Baik bapak sebagai wakil keluarganya akan saya sampaikan keadaan sdr Biru saat ini,.


Setelah melalui beberapa pemeriksaan, saya berkesimpulan, bahwa sodara Biru kekurangan gizi, kekurangan cairan dan depresi ringan. Apakah bapak tau sodara Biru sedang ada masalah sehingga beliau tidak mengonsumsi makanan dan minuman lebih dari sehari. sedangkan tubuhnya sangat lemah akibat dari beban di psikisnya.


" Maaf dok saya tidak tahu masalah apa yang dihadapi bos saya" pak Amir bingung karna kemarin bosnya itu sangat bahagia menceritakan pernikahanya.


"Tolong dijaga emosinya, kalau bisa dialihkan kalau dia mulai mengingat masalahnya itu"


:"Baik akan saya usahakan, kalau sudah selesai saya permisi dok"

__ADS_1


"silahkan"


Pak Amir undur diri melihat keadaan Biru diruang perawatan. didepan kamar Biru polisi yang mengantar memohon untuk berpamitan kembali kekantor.


Pak amir masuk keruangan Biru


"Bos bagamana keadaanmu" mendekati biru dan duduk disamping bangkar Biru.


": Baik pak Amir, terimakasih sudah mengantarkan saya dan merawat saya sampai saat ini" Meskipun sudah mulai pulih namun suara Biru masih terdengar lemah.


"Sekarang Bos istirahat, saya akan keluar sebentar membeli kopi.


"Pak Amir pulang saja tidak usah ditunggu, saya tidak apa apa sendiri "sebenarnya Biru ingin menyendiri tapi sungkan untuk menyampaikan pada p Amir.


" Saya akan tetap disini bos, tapi saya akan diluar bos bisa istirahat, saya tidak akan mengganggu bos. " sebenarnya Pak Amir hanya ingin mendampingi bosnya, dari keterangan dokter tadi bosnya sedang tidak baik baik saja.


"Terserah pak Amir saja" Biru memejamkan matanya dan perlahan tertidur karna efek dari obat yang disuntikan kedalam infusan supaya Biru bisa istirahat.


Dirumah Asa


Didalam tidurnya Biru memanggil manggil namanya dengan terduduk dan tangan menggapai.


" Mas Biruu....... "


Asa terbangun dari tidurnya dengan nafas yang memburu.


Astagfirullah " Asa mengusap peluh yang memenuhi dahinya.


 "Kenapa aku memimpikan mas Biru dengan keadaan seperti itu."


Ya Allah lindungilah mas Biru dimanapun dia berada. "


Asa berusaha memejamkan matanya namun baru dini hari Asa bisa mengarungi mimpinya.


Keesokan harinya.


Setelah membersihkan diri Asa bergabung dengan orang tuanya untuk sarapan.


"Sa bagaimana liburanmu kemarin, apakah lancar, " tanya pak Tono pada putrinya yang akhir akhir ini agak jauh.


" Lancar yah , rasanya tak ingin pulang. "


Bu Denok merasa sedih, dia merasa Asa masih belum ikhlas menerima pernikahan ini, namun ia tak berdaya.


"Apakah kamu tidak kangen sama ibu, dan bapak , to nduk kok tidak ingin pulang"


Asa tersadar telah sedikit menyinggung orang tuanya.


"Maaf Ayah Ibu Asa tidak bermaksut..... "


"Tidak nduk ibu dan ayahmu tidak tersinggung kok" bu Denok berusaha untuk tenang.


"Nduk setelah ini Ayah ingin ngomong sama kamu " Pak Tono bangkit dari duduknya dan menuju kamar mandi untuk cuci muka supaya hatinya lebih kuat ketika menyampaikan permintaan pak Iwan.


ketika pak Tono kembali keruang makan istri dan putrinya telah berpindah keruang tamu, menunggu kehadiranya.


" Ayah sebenarnya ayah mau ngomonng apa, sepertinya serius sekali, "

__ADS_1


Bu Denok tak bisa menyembunyikan kegelisahanya,


Bersambung


__ADS_2