Jodoh Dan Cinta

Jodoh Dan Cinta
Menikah


__ADS_3

"Saudara Mohammad Al Biru bin Mohammad Yahya, aku nikah dan kawinkan engkau dengan saudari Nuansa laily binti Sutono dengan mas kawin uang senilai 1 juta dibayar tunai


" Saya terima nikah...........


sah sah sah


Setelah ijab qobul selesai , para warga bergantian memberi selamat kepada pasangan terpaksa ini , seakan ini hari bahagia mereka.


Kini Asa dan Biru telah resmi menikah meskipun hanya secara agama.


"Dek" panggil Biru pada Asa.


"Kenapa jantungku berdebar debar tak karuan melihat wajah cantiknya " batin biru


Sedangkan Asa hanya duduk terdiam dengan pikiran yang yang entah kemana, terlalu rumit keadaan yang iya alami saat ini.


"aaaaghk "


Asa berteriak sekuat tenaga untuk melepaskan semua beban dihati dan Otaknya yang saling tumpang tindih .


Semua orang yang masih di balai desa spontan menoleh kearah Asa dengan pandagan terkejut dan bertanya tanya.


"Ada apa mbk berteriak "tanya kepala desa yang duduk disamping Biru,"


Asa yang tersadar dari lamunannya ,menatap Biru dan pak Lurah bergantian bingung harus menjawab apa , akhirnya dia hanya bisa menunduk.


Biru yang menyadari kebingungan Asa, berusaha menjawab dengan logika yang ada diotaknya.


"Maaf bapak bapak mungkin, Asa masih bingung dengan keadaan yang sekarang menimpanya".


Pak lurah manggut manggut berusaha mengerti keadaan Asa yang disampaikan Biru.


"Pak Lurah jika urusan ini sudah selesai , kami mohon diri, dan maafkan kami, karna kedatangan kami , membuat gaduh desa ini. Meskipun, sekali lagi saya katakan, saya dan Asa memang benar benar tidak melakukan suatu hal yang kalian tuduhkan.


Terima kasih kapada kalian semua khususnya pak lurah meskipun kalian menuduh kami salah tetap memperlakukan kami dengan baiik.


Kami, khususnya saya berterima kasih mungkin ini jalan kami menemukan jodoh kami"


setelah panjang lebar Biru berpamitan Pada Warga Biru menganjak Asa untuk meninggal kan desa ini.


"Asa sekarang kita pulang" karna tak ada tanggapan dari Asa yang sibuk melamun, bergegas Biru menggandeng Asa dengan lembut .


Merasa Ada yang memegang tangannya Asa memadang tangan dan berganti kewajah Biru.


Mereka berdua langsung meninggalkan kampung itu, dengan motor yang telah diperbaiki oleh warga .


Dalam perjalanan pulang, tak ada obrolan dari mereka berdua, Asa dengan lamunan yang entah kemana, sedangkan Biru sesekali tersenyum ditengah mengemudikan motornya, entah apa yang dipikirkan sangat bertolak belakang dengan yang duduk dibelakangnya.


Setelah memasuki daerah tempat tinggalnya Biru menghentikan kendaraannya


"Dek kita sekarang kemana ? aku antar kerumahmu atau kita kerumah kita dulu. " Tanya Biru dengan senyum diwajahnya.


"Aku ikut mas biru saja, aku ingin berbicara denganmu, sebelum aku pulang kerumah orang tuaku. "


"Baik kalau mau dek Asa begitu aku nurut saja. "

__ADS_1


Biru melanjutkan perjalananya menuju arah rumahnya.


Sesampai di dipintu pagar rumahnya, Biru turun membuka pagar besi itu , dan membukanya sendiri, karena memang Biru tinggal seorang diri disana.


"Masuk dek "ajak biru sambil menuntun motornya masuk.


Setelah meletakkan mototnya disamping rumah , Biru menghampiri istrinya yang masih terdiam didepan pintu gerbang . Asa ragu ragu masuk rumah Biru.


"Mengapa adek diam disitu" Biru langsung menggandeng tangan Asa dan mengajaknya masuk.


Asa hanya pasrah mengikuti suaminya itu.


"Sekarang duduklah atau langsung istirahat dikamar kita, terserah kamu saja.


Akan kubuatkan minum untuk kita, lain waktu gantian kamu yang buatkan untuk suamimu ini.


Ketika Biru akan beranjak, Asa ,memegang tangan Biru untuk menahan .


"Ada apa dek, kenapa menahanku" Biru akhirnya duduk kembali disamping Asa.


"Kita harus bicara , sebelum semua terlanjur dan kita tidak bisa menghentikannya. "


Biru memandang Asa penuh tanda tanya.


"Sebenarnya apa yang dimaksud Asa kenapa hatiku merasakan tak nyaman seakan ada hal yang menyakitkan. :" Bathin Biru.


"Aku ingin bercerita siapa diriku bagaimana keadaanku dan apa yang kurasakan " kata Asa lirih dan menunduk untuk menguatkan hatinya supaya bisa menceritakan semuanya .


Heeem


"Asa sebelum kamu menceritakan semuanya , bolekah aku bertanya suatu hal kepadamu?, tapi tolong kamu jawab dengan jujur , setelah itu aku tak akan bertanya apa apa lagi"


"Asa, apakah kamu ada rasa padaku? "


"Asa terdiam, mencerna pertanyaan Biru dan meraba hatinya, "


"Maksudnya ada rasa? "


heem "Apakah kamu punya perasaan suka pada suami mu ini? "


Asa terdiam sejenak.


"Aku tak tau, tapi aku merasa nyaman , terlindungi dan bahagia setiap ketemu sama kamu. Semenjak kamu mencegahku mengakhiri hidupku, entah kenapa aku sering teringat sama kamu. Tapi..... "ucap Asa lirih sampai akhirnya air mata Asa , tiba tiba menetes deras tak tertahan lagi.


Biru beringsut mendekati Asa memeluknya dengan erat . Ada perasaan nyaman, yang muncul dihati mereka berdua.


"Jangan teruskan jika kamu belum sanggup bercerita. " bisik Biru ditelinga Asa.


Asa terdiam merasa kenyamanan dipelukan suaminya itu , setelah hatinya sedikit tenang, Asa merenggangkan pelukannya ingin melanjutkan ceritannya.


"Mas Biru ...... apakah ..."


Asa sedikit ragu mengatakanya .


"Apakah ,mas juga cinta sama aku ? Asa menanyakan sedikit malu, dan kawatir, hanya dia yang menpunyai perasaan suka.

__ADS_1


"Asa.... bukan kamu saja yang merasakan itu, bahkan ketika pertama kali bertemu kamu , hatiku berdebar debar tak karuan, kukira ,waktu itu aku hanya takut melihat orang bunuh diri, ternyata semakin kesini aku menyadari , setiap ketemu kamu debar debar itu selalu muncul , dan kamu tahu, alasan aku selalu resek jika ketemu kamu ,"


Asa menggeleng.


"karna aku ingin berlama lama sama kamu hehe" Biru menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Asa yang mendengar mengakuan suaminya itu , tersenyum bahagia , ternyata suaminya lucu juga.


"Apakah itu berarti kita sama sama jatuh cinta mas?."


"Aku tak tahu apa dan bagaimana itu cinta ,yang penting kita merasakan hal yang sama. Senang dan nyaman, jika berdekatan . Dan kangen jika berjauhan. Biru kembali memeluk istrinya dan mengecup puncak kepalanya..


Untuk sesaat mereka terdiam merasakan suatu dihati mereka yang membuncah, yaitu perasaan bahagia.


"Kita kayak teletabis ya berpelukan terus "


"Mas Biru nggak romantis "kata Asa manja sambil memukul halus dada biru yang bidang.


"Iya iya maaf sini aku peluk lagi"tangan Biru terulur ingin memeluk.


"stop mas gerah ini "


Mereka tertawa bersama.


"Mas aku ingin melanjutkan ceritaku tadi " Asa tertunduk untuk menutupi kesedihan yang tersirat dipelupuk matanya.


"Iya sekarang lanjutkan"


"Mas sebelumnya, aku minta minum tenggorokanku kering sekali "


Asa berusaha mengulur waktu untuk menyiapkan dirinya dengan keputusan yang akan dia ambil.


"kamu ingin minum apa"Tanya Biru sedikit senyum


"Apa saja yang penting dingin" jawab Asa lirih.


"oky" Biru beranjak kedapur membuat minum untuk istri tercintanya.


Sementara diruang tamu


"Ya Allah tak bolehkah aku bahagia sebentar saja, aku sangat mencintainya ya Allah.


...----------------...


Sementara itu dirumah orang tua Asa.


Ayah Asa dan ibunya mencari Asa kemana mana. Disekolahan, bertanya keteman teman Asa, namun tak ada yang tau keberadaan Asa.


"Pak bagaimana kalau Asa pergi dari kita ,atau bahkan berbuat nekat, ibu takut pak" bu Denok tak bisa menahan air yang tertampung di pelupuk mata , akhirnya mengalir membasahi pipinya.


"Ibu jangan berfikiran yang tidak tidak, bapak yakin Asa anak yang kuat , meskipun badai cobaan menghantam, Asa akan tetap berdiri kokoh . " pak Tono mencoba menguatkan istrinya meskipun dia sendiri tidak yakin.


"ibu tau , putri kita kuat pak tapii.. ?"


" Sudahlah bu, kita doakan saja Asa selamat , dimanapun berada"

__ADS_1


Tak henti dari mulut mereka doa untuk putri mereka tercinta.


Bersambung


__ADS_2