
Seseorang terkena peluru dari senjata bos preman ,tubuhnya terkulai dihadapan komandan polisi yang memimpin penyergapan .
Spontan komandan polisi meraih tubuh itu supaya tak jatuh ketanah, dan untuk memeriksanya.
Tembakan beruntun diarahkan Kepada bos preman yang melarikan diri , setelah melepaskan tembakan kearah Biru. Beberapa peluru berhasil bersarang dibagian tubuh bos preman, namun tak membuatnya menyerah dan roboh. Dengan sisa tenaga yang dimilikinya, bos preman itu terus berlari untuk meloloskan diri dari sergapan polisi.
Polisi menghentikan tembakan, ketika tubuh bos preman sudah tidak kelihatan lagi, mengantisipasi salah sasaran. Beberapa orang polisi terus mengejar buronan mereka, dan yang lainya menolong korban yang terluka.
Sedangkan Biru yang masih dalam keadaan setengah sadar ketika bos preman mendorongnya ,mempertajam penglihatanya yang mulai kabur, badannya terhuyung huyung dan akhirnya tubuhnya luruh disamping seseorang yang telah menyelamatkannya dari sasaran tembakan bos preman.
Dipandanginya tubuh disampingnya dahinya berkerut ketika mengetahui orang yang telah mengorbankan diri demi dirinya., dengan menerima peluru yang diarahkan padanya.
"Ootot, kamu menyelamatkanku" gumam Biru yang mulai hilang kesadarannya, tangannya ingin meraih orang yang telah menolongnya itu.
Preman Otot membuka matanya, dan tersungging senyuman tipis dari wajahnya dan menyusul Biru tak sadarkan diri.
Mereka berdua dilarikan kerumah sakit menyusul pak Amir yang sudah dibawa lebih dulu. dengan mengendarai ambulan yang sudah siap membawa mereka dari rumah itu.
Komandan polisi memerintahkan semua anggota yang tersisa menyisir semua bagian rumah Biru , memeriksa keadaan dan mengumpulkan semua barang bukti yang bisa digunakan sebagai bukti dakwaan.
"Semua menyebar, cari bukti dan juga mungkin masih ada yang tersisa ,saya akan mengantar korban yang dibawa kerumah sakit"
" Siap ndan"
Semua menyebar melakukan sesuai tugas masing masing.
Beberapa saat ambulan sudah sampai di halaman rumah sakit. dan bangkar dikeluarkan untuk menyambut kedatangan pasien yang dalam keadaan mengkhawatirkan.
" Siapa yang bertanggung jawab dengan pasien, " tanya seorang perawat yang mengikuti bangkar menuju IGD.
__ADS_1
"Saya yang akan bertanggung jawab atas ketiga korban. "
" Baik mari ikut saya, untuk mengisi data data pasien. " Mereka berdua berjalan nenuju ruang resepsionis.
Ketiga korban yaitu Biru Pak Amir dan Otot segera dimasukan keruang penanganan, untuk dilakukan tindakan, .disusul korban korban dari pihak preman. didepan pintu instalasi gawat darurat telah berjaga dua polisi, beberapa polisi didalam ruangan.
Setelah beberapa saat ,
" Bagaiman keadaan korban dok" tanya komandan polisi kepada dokter yang baru keluar dari kamar oparasi,.
"Pasien yang tertembak kakinya telah berhasil dikeluarkan pelurunya, dan sekarang disiapkan untuk dipindahkan keruang perawatan , untuk pasien yang tertembak lainya masih dalam penanganan. dan untuk pasien yang satu lagi, kita bicarakan diruangan saya saja.
" Baik" komandan polisi mengikuti Dokter itu, menuju ruangannya.
" Silahkan "
"Terima kasih "
" Begini, untuk pasien yang satu lagi, saya curiga didalam darahnya terdapat zat psikotripika. tapi , saya belum bisa memastikan, jenis apa. Masih perlu beberapa tes, yang harus dilakukan untuk memastikannya. kondisinya, sama seperti pada pihak terduga yang melekukan kejahatan. Apakah dia termasuk korban atau..?
" Saya, belum bisa memastikan juga dok , kami masih belum melakukan penyelidikan."
" Sementara, masih itu yang bisa saya sampaikan kepada komandan, selanjutnya , akan selalu saya beritahukan tentang perkembangan seluruh pasien kepada komandan"
" Baik dokter terima kasih untuk semua informasinya, dan akan saya tunggu informasi selanjutnya. "
Setelah memberi hormat dengan menganggukan kepalanya komandan polisi , segera menuju ruang operasi diamana temannya yang menjadi salah satu korban penembakan akan dipindakan keruang perawatan.
Sampai didepan pintu kamar tunggu. dia melihat temannya sudah sadarkan diri dan bersiap dipindahkan keruang perawatan.
__ADS_1
" Bagaimana bro, keadaanmu." tangannya menepuk nepuk bahu tamannya.
"Alhamdulillah bro, bagaimana kondisi bosku " meski dalam keadaan sedikit lemas pasien yang ternyata pak Amir tetap mengkhawatirkan kondisi Biru.
" Yang mana bosmu, bro. " penasaran juga ingin mengorek keterangan tentang semua korban.
" Yang menjadi korban penyekapan "
Dahi komandan polisi mengkerut, karna yabg dia tahu ada dua orang yang sekarang menjadi korban selain temannya itu.
" Yang mana temanmu bro , yang menjadi korban para preman ada dua orang "
Komandan polisi menunjukan foto dua korban yang sekarang ditangani tenaga kesehatan.
" Yang ini, " sambil menunjuk salah satu foto.
O ini orangnya, aku perlu mwnanyakan beberapa hal kepadamu.
" Mohon maaf pak, pasien akan dipindahkan keruang perawatan. " Dua perawat mendorong bangkar yang diatasnya berbaring pak Amir.
"Silahkan sus" Komandan itu memberi jalan .
Pada saat tiba menuju ruangan perawatan Pak Amir
Diujung lorong terlihat beberapa dan juga perawat mendorong sebuah bangkar yang diatasnya berbaring seorang pasien yang dalam keadaan luka parah.
Rombongan itu melewati bangkar pak Amir, yang menepi , untuk memberi jalan pasien yang membutuhkan penangan cepat.
" itu " pak Amir tertegun dengan seseorang yang telah melewatinya barusan.
__ADS_1
"Sepertinya aku tidak asing dengan wajah gadis itu. " batin pak Amir yang terus mengingat ngingat,dimana dia pernah bertemu
Bersambung