
Keesokan paginya
Biru membuka matanya dengan malas, dan pandangan memindai sekililingnya , dia teringat tidak berada dalam kamarnya, tapi disebuah rumah tempat dia berteduh, segera Biru memalingkan wajahnya kesamping, diseberang meja, Biru tersenyum. Ternyata bukan mimpi. Sejenak dia memandang Asa penuh rasa iba, atau cinta Biru masih belum tau.
Menyadari hari mulai terang biru membangunkan Asa yang masih tidur dengan nyenyaknya.
"Asa Asa... bangun"Biru menggoyangkan lengan Asa perlahan.
"Sebentar lagi buk "jawab Asa Dengan masih setia memejamkan matanya.
"Hai bocil cepat bangun, kalau tak bangun aku tinggal kamu. "
Asa perlahan membuka matanya dan merenggangkan badannya.
Spontan terkejut menyadari dia di tempat asing.
"Astagfirullah " Asa langsung terduduk dan memandang sekeliling.
"Sudah bangun kamu" Tanya Biru menelisik, wajah kucel Asa.
" imut" Biru tersenyum tipis.
Asa memandang laki laki didepannya , dan memeriksa tubuhnya masih berpakaian lengkap. Tidak ada yang sakit pada tubuhnya, Asa lega namun juga sedikit terkejut dengan pakaian yang terpakai dibadannya. berarti kemarin bukan mimpi.
"Apakah sudah pagi "tanya Asa canggung.
"Lihat sendiri , matahari mulai bersinar dan masuk kesini ingin ngintipin kamu yang terus ngorok meski sudah terang benderang.
Asa mendengus kesal dengan lelucon yang tidak lucu laki laki itu.
"Iya iya aku , sudah bangun, bawel banget "
"sekarang kita pergi dari sini ,nanti keburu yang punya warung datang, kamu tetep pakai jaket itu apa ganti ?. Kelihatannya baju kamu agak kering "
"Aku ganti aja , nanti orang orang mengira aku yang tidak tidak:'"
Disaat mereka sedang bersiap menggantii pakaian tiba tiba datang beberapa orang meringsek masuk dan langsung menangkap mereka.
flast back on
__ADS_1
ketika Biru dan Asa tidur, pemilik warung datang dengan membawa barang daganganya. Mereka terkejut ketika masuk ada orang yang tidur didalam warungnya.
Fikiran mereka langsung negatif, kepada Biru dan Asa.
Dengan berlari pemilik warung langsung menuju rumah perangkat desa setempat untuk melaporkan temuannya.
Setiba dirumah kepala dusun , pemilik warung langsung menceritakan apa yang dilihatnya di dalam warungnya
Segera para perangkat desa Beserta beberapa warga yang kebetulan tahu berita ini berangkat menuju warung dimana Biru dan Asa berada.
Setiba diwarung , kepala desa dan Beberapa warga langsung masuk kedalam warung dan otomatis melihat Asa dan Biru sedang berganti pakaian, dan itu menguatkan tuduhan yang disampaikan pemilik warung kepada kepala desa.
Kepala desa memerintahkan kepada keamanan desa beserta warga untuk menangkap Asa dan Biru dan digiring di kantor desa.
Biru dam Asa melakukan negosiasi Dengan warga, namun tidak diterima. Akhirnya mereka menurut dengan kemauan warga desa.
Setiba dikantor desa.
Biru dan Asa kebingungan dengan keadaan yang mereka hadapi
"Maaf pak kalau boleh bertanya kesalahan apa yang kami perbuat Sehingga kami harus digiring seperti ini. Ini sangat memalukan pak, Apalagi temanku ini masih sekolah "
"Saya menerima laporan dari warga saya, bahwa ada dua orang, yang ada diwarungnya , dicurigai melakukan hal hal yang tidak senonoh. dan kami harus menindak lanjuti laporan tersebut. Setelah melihat sendiri keadaan kalian yang sama sama tidak memakai pakaian kesimpulan kami, sama dengan pemilik warung yang bernama pak Hasan. dan atas perbuatan kalian yang tidak sesuai dengan norma agama maupun norma kesusilaan , sesuai adat didesa kami, kalian harus menikah meski hanya nikah syiri:"
"Maaf , sebelum kalian menghukum kami atas kesalahan yang tidak kami lakukan . Saya ingin menerangkan kejadian yang sebenarnya, "Biru memandang Asa yang ketakutan dengan airmata yang terus membasahi pipinya.
"Kami tidak melakukan apa yang kalian tuduhkan ,kami disana hanya ingin berteduh karna semalam hujan sangat deras sedang motor saya bannya bocor. "
"Alah alasan kalau hanya berteduh kanapa harus tidak berpakaian: tuduh salah satu warga yang tidak percaya dengan alasan Biru.
"huuuhuu"
Teriak warga lainya.
"Kami bukanya tidak berpakain pak, tapi karna kehujanan pakaian kami basah dan harus kami keringkan.. "
"Sudah dinikahkan saja pak lurah ini mungkin hanya alasan saja , untuk menghindar dari pernikahan, kasihan ceweknya masih lugu , kalau hamil bagaimana "
Asa tak bisa berkata apa apa, bingung,, takut, menjadi satu. pandangan Asa tertuju pada Biru pasrah
__ADS_1
"Bapak bapak sebelumnya bolehkah saya menelpon keluarga saya dulu."
"Kesuwen(kelamaan) :, dia Hanya mengulur waktu agar bisa melarikan diri, " sahutan warga.
Biru tidak bisa berfikir jernih karna alasan apapun yang dia katakan tak akan membuat warga percaya.
Biru memandang Asa untuk meminta pendapat dengan keputusan yang akan dia ambil, tapi Asa sedikit menggelengkan kepalanya seakan mengatakan, aku tidak tau.
Akhirnya dengan terpaksa Biru memutuskan untuk menerima keputusan warga.
"apakah sah pernikahan ini , jika tak ada wali dari pihak perempuan " tanya Biru pada kepala desa.
"kita wakilkan saja, kepada wali hakim, daripada kalian berbuat zina didesa kami "
"Bolehkah saya berbicara sebentar dengan teman saya pak ,kami ingin bicara empat mata"
"Boleh ,kalian bisa bicara diruang tamu kantor Desa , kami akan keluar gunakan kesempatan ini untuk berbicara setelah ini kalian bersiap akan ijab qobul.
para warga berangsur keluar dari ruangan itu
"Asa bagaimana dengan kamu, atas keputusan yang aku ambil , apakah ,kamu keberatan. kalau kamu keberatan Kia bisa berusaha lari dari sini. "
"Apakah bisa, kita minghindar dari keadaan ini mas, aku lelah atas semua masalah yang aku hadapi, aku pasrah mas . Aku hanya takut bagaimana nanti dengan orang tuaku mas, " Asa seperti tak ada daya menghadapi semua ini hanya air matanya yang tak kering untuk menetes.
"Apakah kamu keberatan jika kita menikah sekarang :" tanya Biru penasaran.
Asa hanya menggeleng lemah.
"Kenapa keadaan ini, membuatku merasa bahagia ya, apakah aku mencintainya, entahlah " monolog Biru dalam hati.
"Asa mungkin keadaan ini memang harus kita lalui, tapi aku berjanji jika kamu tak bisa menerima pernikahan ini, setelah keluar dari desa ini kita bisa. langsung bercerai. anggap saja kita tak pernah melakukakannya, ok " Biru ingin menenangkan Asa meski pun hatinya tak sejalan.
Asa hanya memandang Biru dengan tatapan sayu , tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
Dari arah pintu terlihat warga mulai masuk.
"Waktu kalian sudah selesai, bersiaplah untuk pernikahan kalian
Bersambung
__ADS_1