Jodoh Dan Cinta

Jodoh Dan Cinta
terpaksa


__ADS_3

Asa tersadar dari lamunanya, dan menegakkan kepalanya mendapati semua mata tertuju padanya.


"Iiya bu ,ada apa" Asa tergagap, kebingungan dengan situasi yang sedang dihadapi sekarang ini.


"Itu , pak Iwan meminta jawaban atas lamaran yang telah disampaikannya" bu Denok berbisik kepada Asa.


Asa mengalihkan pandangannya, pada pak Iwan walau sedikit ragu .


Asa terdiam sejenak , untuk memantapkan keputusan yang akan dia ambil, dan dia menjawab, meski ada kebimbangan dalam hati Asa.


" Iya, saya terima pak,." jawab Asa, dengan suara lirih hampir tak terdengar.


Istri pak iwan menambah senyuman nya mendengar jawaban Asa.


Akan tetapi untuk pak Iwan jawaban Asa tak terdengar kurang meyakinkan.


"Coba kamu ulangj jawabanmu Asa" ujar pak Iwan tegas


Dengan memandang sekilas ibunya, ayahnya, selanjutnya pada pak Iwan Asa mengulangi jawabannya.


"Saya terima lamaran bapak, sedikit keras namun tidak berteriak.


"Alhamdulillah "jawab semua orang yang berada diruangan itu bersama sama.


" Tapi........... "semua orang terdiam hening , menunggu dengan penasaran , kelanjutan jawaban Asa.


"Sebelumnya saya ingin bertanya , kepada bu Aisyah dulu," Asa memandang pada istri pak Iwan itu.


"Apakah panjenengan (anda untuk yang dituakan) ridho jika suami panjengan menikah lagi?"tangan Asa ditautkan berdoa semoga bu Aisyah, tidak ingin dimadu.


Seketika , bu Aisyah tersenyum dan ,memandang lembut kepada Asa.

__ADS_1


"Asa , saya ridho . bahkan sangat ridho , apabila suami saya menikahimu, karna semua ini wujud saya menyayangi dan mencintai suami saya"


Senyuman itu tetap terukir diwajah bu Aisyah yang masih terlihat cantik diusia yang tak lagi muda.


heeem Asa menghela nafas berat, untuk meredam gemuruh yang ada dihatinya.


"Baiklah kalau begitu , jika bu Aisyah ridho .saya juga ridho,. saya hanya ingin memastikan ,bahwa saya tidak menyakiti hati wanita lain. "


" Yang kedua saya ingin mengajukan satu persyaratan sebelum lamaran ini benar benar saya terima"


Tatapan Asa dia tujukan kepada ayahnya, seakan meminta persetujuan , untuk mtngatakannya.


Merasa Asa meminta pendapatnya, pak Tono memberi isyarat dengan anggukan


Meski ada sedikit keragu raguan, Asa mengatakan syarat itu dengan yakin.


"Pak Iwan bu Aisyah, saya menerima pernikahan ini, tapi saya mau pernikahan ini dilaksanakan enam bulan lagi, karna saya masih ingin menyelesaikan semua urusan saya disekolah.


masa remaja saya , yang sebentar lagi tidak bisa saya rasakan. " Asa semakin menundukan kepalanya semakin dalam khawatir syaratnya membuat ayahnya marah.


Pak Iwan dan bu Aisyah saling pandang


"Bagaimana pak " tanya bu Aisyah pak suaminya.


"Tidak apa apa bu, biarkan Asa menikmati masa bebas sebelum terikat dengan pernikahan.Tapi jangan karna persyaratan ini untuk menjadikan kamu mencoba lari dan membatalkan pernikahan ini. "peringatan tegas pak Iwan seakan mengunci pikiran Asa untuk bisa lari dari kenyataan ini.


Pak Tono Lega dengan jawaban pak Iwan. ia sempat kawatir syarat yang diajukanl Asa membuat masalah untuk pak Iwan keluarga.meski ada peringatan sedikit bernada ancaman.


Di tempat lain


Biru sedang berada dikontraknya.

__ADS_1


"kenapa hatiku nggak enak ya, ada apa gerangan" monolog Biru


Biru segera menelpon keluarganya, yang ada dikampung,dia takut perasaannya ini, tersambung dengan keluarganya yang ada did kota lain.


"Assalamualaikum ibu"


"waalaikum salam , ,lama kamu ndak pulang le. Kapan pulang??


"ibu apa kabar ,ibu baik baik saja kan, bagaimana bapak dan adik adik?


"Alhamdulillah le, ibu dan semua keluarga disini baik baik saja" jawab ibu Biru.


"Tidak terjadi apa apa to buk, di dikampung? Biru takut keadaan keluarganya yang ada disana.


" Tidak ada kejadian apa apa disini le, bagaiman kabarmu disana. "


"Alhamdulillah bu Biru baik, maaf bu biru belum bisa pulang untuk beberapa waktu kerjaan biru masih banyak, insyaallah kalau udah selesai akan Biru usahakan pulang buk"


"Jaga diri ,jaga kesehatan jaga hati,ibu hanya bisa mendoakan anak ibu dari jauh"terdengar suara ibunya yang serak seperti menangis


"Jangan menangis bu, ibu juga jaga kesehatan jangan terlalu lelah. Bu sudah dulu ,Biru pamit salam buat bapak dan adik adik assalamualaikum "


Biru menutup telponya, dengan hati yang sedih karna jauh dari keluarganya, tapi juga lega karna keluarga disana semua baik baik saja.


"Alhamdulillah semua baik baik saja, tapi, kenapa hati ini masih gelisah?"


"untuk menghilangkan kekegelisahannya Biru mengambil wudhu dan melaksanakan kewajiban hamba , kepada Tuhannya dan berdoa semoga tidak ada suatu pada teman dan kerabatnya.


Stelah mengadu pada Tuhannya Birupun mengistirahatkan pikiraan dan badanya dengan tidur diatas atas kasur king sizenya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2