Jodoh Dan Cinta

Jodoh Dan Cinta
Menerima


__ADS_3

Siang itu dirumah Biru


Biru membawakan minuman permintaan istrinya.


"Nih minumnya "Biru meletakkan jus jeruk untuk Asa dan kopi untuk dirinya.


"Gimana jadi nerusin ceritanya" tanya Biru penasaran sambil menyeruput kopi buatanya.


" Emmmm... bolehkah aku beriatirahat sebentar rasanya aku lelah sekali "setelah menghabiskan minumannya Asa membaringkan tubuhnya yang kecil di sofa panjang .


"Bolehkan aku tidur disini? " ucap Asa sambil mulai memejamkan matanya.


"Apakah tidak sebaiknya kamu tidur dikamar Asa, rasanya tidak nyaman Melihatnya."


"Tidak , aku beristirahat disini saja, cuma sebentar, lagian aku belum terbiasa dengan rumah ini" suara Asa semakin lama semakin lirih.


Biru tersenyum dengan tingkah lucu istrinya .


" Asa Asa sebenarnya ada apa denganmu, kok aku merasa kamu sekarang sedang menanggung beban yang sangat berat, aku berjanji akan selalu membahagiakanmu " Biru bermonolog


Biru mengelus kepala Asa, tersungging senyum dibibir Biru, namun... tiba tiba air menetes dari mata Asa yang terpejam,.


"Asa sebenarnya beban apa yang kau pikul, tidak bisakah kau berikan bebanmu iti padaku.Batin Biru


Biru beranjak dari tempat Asa beristirahat.


Biru masuk kekamarnya untuk mengambil cas , karna dari kemarin hpnenya mati, dia ingin menghubungi pak Amir, .


Setelah mengecas Biru menghidupkan hpnya"


"Halo, asalamualaikum pak Amir"


"Waalaikumsalam bos, bos tidak kerja, bagaimana dengan kemarin."


"Satu satu nanyanya, pak Amir, saya hari ini tidak masuk pak Amir, untuk urusan kemarin Alhamdulillah lancar hanya... "Biru menjeda kalimatnya


"Hanya apa bos, bos tidak apa apa kan" ada nada kekhawatiran disana.


"Sebenarnya kejadiannya sangat rumit tapi kami bisa menyelesaikanya dengan menikah " biru sengaja menggantung kalimatnya untuk menggoda pak Amir


"Apa Maksutnya bos menikah ,kapan aku kok gak diundang jangan membuat saya bingung bos"


"Sudahlah lain kali Akan aku ceritakan semuanya ,sekarang aku ingin bercanda dengan istriku " Biru tertawa dan berhasil membuat pak Amir gila karna penasaran.


"Apa sih makasud dari bos, istri siapa maksud si bos Aaaagh pusinng" Karna saking penasaranya Pak Amir berbicara sendiri seperti orang gila.


Sementara itu di rumah Biru


Biru memesan makan siang melalui on line dan menatanya di meja makan dan membayangkan Asa memakannha dengan lahab.


Dua jam kemudian


Asa terbangun membuma matanya dam mendapati suaminya tersenyum padanya.


"Maaf aku tidur lama sekali kenapa ndak dibangunkan "Asa mengucek ngucek matanya yang masih kabur.


 "kayaknya kamu lelah sekali , jadi aku nggak tega membangunkannya yaaudah aku lihatin aja kamunya.yernyata tisunya mendengkur keras lagi.


Masak sih ,pasti mas Biru bohong.

__ADS_1


" iya iya maaf"


Mas Biru , mau mau ijin untuk pulang kerumah orang tuaku


"Boleh, tapi kita makan dulu, tadi aku audah memesankanya untuk kita, setelah itu bakitaaku antar, sekalian aku ingin berkenalan dengan orang tuamu.tuamu"


"Jangan dulu mas aku takut mereka tak akan menerIma hubungan kita , biarkan aku pulang sendiri dulu ,nanti aku menceritakan hubungan kita dan bagaimana kisah kita. "


Tapi aku nggak tega ,jika adek pulang sendiri ,aku kayak bukan lelaki bertanggung jawab.


"Tidak ada yang akan berpikiran seperti itu toh tak ada yang tahu kalau kita sudah menikah"


"Ya sudah hati hati dijalan"


"Setelah ini kita harus ketemu orang tuamu akan aku minta kamu"


" Siap bos sekarang aku akan pulang mas dirumah saja. oky"


Setiba dirumah orang tuanya.


Asa ragu ragu untuk masuk.


"Assalamualaikum "


Asa membuka pintu yang tak terkunci


"buk ....."


"Asa pulang buk"


tergopoh gopoh b Denok dari dapur mendengar suara putrinya yang memanggil.


:Asa..... "


"Kamu kemana saja nduk, ayah dan ibu khawatir sekali ."


:Dari semalam ayahmu keliling mencarimu ,hampir saja ayahmu melaporkan ke polisi.


"Duduk duduk, ceritakan kemana saja kamu, semalam, kok baru sekarang pulang"Bu Denok mengajak Asa duduk ,supaya bisa bercerita dengan tenang.


Asa bingung ,mulai dari mana menceritakanya.


"Ibu tak akan marah nduk, karna ibu tahu pasti kamu punya alasan untuk melakukan itu."


Bu Denok sangat percaya pada putrinya.


"Iya bu Asa punya alasan kenapa Asa baru pulang sekarang,. bu Ayah mana? matanya mencari keberadaan ayah yang Dicintainya, Namun Asa khawatir ayahnya murka dengan kelakuannya.


"Ayahmu masih bekerja nduk, tadi rencananya pulang dari pekerjaannya kalau kamu belum pulang ayahmu akan ke kantor polisi untuk melapor.


"Bu sebelumnya Asa mau minta maaf, sebenarnya kemarin sepulang sekolah Asa naik bis, tapi karna kelelahaan Asa ketiduran hingga pemberhentian terakhir ,Asa tidak tahu sampai mana, hingga Akhirnya hujan deras semalaman asa berteduh disebuah warung samapai pagi, baru pagi tadi Asa menemukan kendaraan untuk pulang"


"Maafkan anakmu ini ibu aku tidak bisa menceritakan semuanya ,Asa takut membuat ibu kepikiran dan membuat ibu sakit. tapi aku berjanji suatu saat akan aku ceritakan semuanya. batin Asa bermonolog.


"Trus bagaimana kamu disana, kamu sudah makan "


" Alhamdulillah buk, Asa baik dan tadi sebelum pulang Asa sempat beli makanan."


"Alhamdulillah, kalau begitu, sekarang kamu istirahat, ya"

__ADS_1


"Buk ..... " Asa bimbang untuk minta ijin pada ibunya.


"yak nduk"


"Asa mau minta ijin untuk ikut teman teman rekreasi, Tangaan dikaitkan tangannya cemas dan mengeluarkan keringat dingin.


 "Mau kemana nduk ,bukankah kamu baru pulang , tunggu ayahmu pulang dulu, ibu tak berani mengijinkan mu."


"Tolonglah ibu, Asa hanya ingin merasakan seperti teman teman bu karna waktu untuk kebebasanku tinggal sedikit,:Asa terus memohon kepada ibunya penuh pengharapan.


"Tolong bu ijinkan Asa"


Akhirnya dengan berat hati bu Denok menijinkan putrinya itu.


"Asa tolong jaga keprcayaan ibu dan Ayahmu, jaga diri dan kesehatan ketika jauh dari kami. "


"Asa tersenyum getir dengan pesan pesan yang disampaikan ibunya.


" Iya bu"


"Asa berkemas dengan cepat sebelum ayahnya pulang karna dia tahu akan sangat sulit mendapakan ijin dari ayahnya.


"Ibu Asa berangkat, mungkin tiga hari bu rekreasinya ,jaga kesehatan bu Asa pamit"


Bu Denok mengecup kening putrinya menatap kepergian putrinya, dengan hati yang janggal ,seakan ada sesuatu, tapi entah apa.


Dengan mengendarai ojek on line Asa kembali kerumah suaminya.


Biru yang berada di rumah, gelisah, beberapa kali dia menengok ke luar memastikan kedatangan istrinya.


Kenapa lama sekali, apakah dia tak akan kembali dan meninggalkanku, kenapa membayangkanya saja hatiku sakit, sedalam inikah cintaku.


hee,m Biru melepaskan nafaanya kasar.


"Asalamualaikum"


Terdengar suara Asa dari arah luar.


Seketika senyuman terbit dibibir Biru.


"Alhamdulillah Kekhawatiranku tidak terjadi."


Biru berlari menuju arah pintu, dan ketika tubuh Asa terlihat, Biru langsung menghambur kearah Asa dan memeluknya seakan sudah lama tak bertemu, padahal hanya beberapa jam saja,


Asa membalas pelukan suaminya itu dengan erat hatinya menghangat setelah perpisahan dengan ibunya tadi


"Bagaimana apakah kita bisa bertemu dengan orang tuamu, aku akan memintamu secara resmi kepada mereka.


 " Tidak usah mas tidak untuk sekarang nanti kalau sudah saatnya aku akan mengajakmu Sowan(Bertemu untuk orang yang dituakan dan disegani) dengan orang tuaku.


"yaaudah sekarang bawa pakainmu kekamar."


mereka berdua berjalan kekamar Biru dan sekarang menjadi kamar mereka berdua.


" Itu lemarinya "


Biru duduk dipinggir ranjang , memandang istrinya tak terjeda, Asa yang merasa diperhatikan menoleh dan tersenyum


"Ada apa mas Biru memandangku terus."

__ADS_1


tiba tiba Biru berdiri dan memluk dan mencium istrinya itu enggan melepaskannya .


Bersambung


__ADS_2