
Pak Amir tetap ditempat persembunyiannya.,dan matanya terus beredar mengawasi sekitar.
Dengan penuh kehati hatian, pak Amir melangkah kesamping rumah Biru. mencari celah untuk bisa mengintip kedalam rumah .
Diisamping rumah Biru terdapat cendela yang kelambunya sedikit terbuka. neskipun tidak terlalu jelas, pak Amir bisa melihat kedalam.
"Siapa mereka, apa yang mereka lakukan dirumah ini" pertanyaan itu hinggap dikepalanya.
Pak Amir melangkah kesisi lain rumah Biru untuk mencari tahu keadaan Bosnya itu. Sampai dihalaman belakang, dia menghentikan langkahnya ,mencoba membuka pintu belakang, dengan perlahan , dengan pandangan beredar kesegala arah . pak Amir mulai membukanya, dan untungnya pinrunya tidak dikunci. Dimasukan kepalanya untuk mwmastikan tidak ada orang yang megetahuinya masuk. Tiba didapur pak Amir menghentikan langkahnya, kembali memindai sekitarnya, dan tak mendapati ada orang,. Pak Amir melanjutkan langkahnya, semakin kedalam,. Dia melongokan kepalannya, dan sedikit kaget ketika melihat jauh diruang tengah terdapat banyak orang, dan spontan .dia langsung menarik kembali kepalanya kebelakang.
"Apa yang terjadi, mereka seperti tidak sadar tapi matanya terbuka meskipun dengan pandangan kosong."
"Apakah mereka sedang mabuk atau sedang..... " Pak Amir menghentikan pikiran jeleknya.
"Apakah bos juga seperti mereka. Apakah karena kepergian istrinya yang menyebabkannya" berbagai pertanyaan bersliweran dibenaknya. diacak acaknya Rambut penuh ubannya.
"Tidak tidak mungkin! Bos Biru mudah terjerumus kedalam lembah haram seperti mereka. terus, apa yang harus aku lakukan." monolog Pak Amir
Pak Amir menghentikan langkanya dan kebingungan dengan keputusan yang akan dia ambil. Jika dia melapor kepihak berwajib, Bosnya juga akan ikut tertangkap kalau mereka adalah teman temanya. Tapi jika dia tidak menghubungi polisi ,pak Amir takut ternyata bosnya dalam bahaya , didalam sana. Sedangkan untuk menolongnya sendiri Pak Amir tak akan mampu mengalahkan mereka.
"Kalah cacak menang cacak ( benar salah yang penting sudah dicoba / berusaha)
Sebelum pak Amir melangkah lebih kedalam, dia menghubungi temannya, seorang polisi yang bertugas sebagai intel bagian narkoba.
Dengan suara yang lirih dan terbata
__ADS_1
" pagi dan"
"Pagi ada yang bisa aku bantu" jawab temannya diseberang telpon.
Pak Amir menerangkan situasi yang sekarang dia hadapi dan kehawatiran yang dia rasakan.
"Baik, tapi , kamu jangan betgerak dulu, tunggu kedatangan dan intrusi dari kami. mereka sangat berbahaya, kamu tetap ditempat kamu sekarang"
" Baik" Namun pak Amir berfikir semakin lama dia menunggu bisa jadi nyawa Biru tidak bisa diselamatkan, entah karena obat obatan atau karena orang orang yang ada didalam sana.
Dari pada menunggu dengan. gelisah Pak Amir bergerak maju untuk mengetahui situasi didalam lebih dulu . Dengan berjalan perlahan dan menempel didinding lorong rumah Biru Ketika sampai diujung ruang tengah terdengar suara beberapa orang yang mengobrol tapi tidak terlalu jelas. Pak amir mencari kesempatan untuk mencari bosnya yang belum juga terlihat.
Sambil menunggu kelengahan orang otang yang sedang pesta diruang tengah, dia mengawasi orang orang yang setengah sadar itu dan nampak juga dua orang yang berwajah datar duduk dengan . mata yang selalu waspada dengan sekitarnya. ketika kesempatan itu datang pak Amir segera berlari masuk kesalah satu ruangan yang ada didekatnya.
Memindai ruangan itu kewaspadaan penuh . tak ada orang didalam ruangan itu.
Semakin jelas dia melihat orang orang yang ada dihadapannya setengah sadar. .Dilihatnya guci besar yang diletaKan diantara dua kamar. Seperti bajing loncat pak Amir melompat dengan lincah bersemvunyi dibalik guci besar itu, dan selanjutnya kembali berlari masuk kerruangan disebelahnya. dan itu ruangan dimana Biru disekap.
Ketika sampai didepan pintu , pak Amir melihat ada seseorang yang tiduran dilantai sedang ditunggui seseorang yang sibuk memaninkan hpnya. langsung pak Amir bersembunyi dibalik almari disamping pintu. Dengan nafas yang terengah engah , setelah berlari dan meloncat pak Amir menyadari ternyata umur tidak bisa dibohongi . Aku lupa kalau sudah tua hehe " batin pak amir tertawa dengan kekonyolanya.
Dia mengintip seseorang yang meringkuk dilantai dan memejamkan matamya.
" Dia sepertai bos Biru, tapi... , Ya Allah apa yang terjadi dengan dirinya, tubuhnya penuh luka dan wajahnya lebam dan kebiruan. "
Dipandangi orang yang duduk agak jauh dari bosnya yang fokus dengan hpnya, sehingga tak menyadari dirinya menyelinap kekamar ini.
__ADS_1
"Sepertinya dia i salah satu dari orang orang itu, tapi dia tidak dalam keadaan pengaruh obat , seoerti mereka , dia masih sadar sepenuhnya. " monolog pak Amir.
" Bagaimana caraku mendekatii bos Biru, kalau aku nekat melawan orang itu pasti orang orang yang berada diluar akan membatu melawanku, sama saja aku menyerahkan nyawa dengan sia sia. " pak Amir terus berbicara dengan hatinya.
.Pak Amir mengambil hpnya dan mengubah mode silent
Dia menghubungi temannya yang menjadi polisi , mengabarkan kepadanya , kondisi terkini yang dihadapinya. Terpaksa menuruti temannya untuk menunggunya kedatangannya, untuk mencegah korban dari pihak pak Amir.
Setelah bebrapa saat menunggu.
Diluar sudah menyebar personil polisi , mengepung rumah Biru yang menjadi markas sindikat pengedar barang haram.
Beberapa maju dan mengetuk pintu depan.
" Preman preman yang sedang berada diruang tengah mulai waspada dengan orang yang mengetuk pintu. Dua orang yang berjaga Jaga mengintip keluar.
" polisi ! cepat kaluar menyebar atau bersembunyi , panggil bos dikamar. cepat. " Intruksinya pada teman temanya.
Beberapa berlari beraembunyi dan mengambil senjata , tapi dua orang yang telah mabuk berat tetap ditempatnya tak bergerak.
" Kurang ajar bagaimana bisa polisi mengetahui tempat ini.
Apakah tahananya lepas hah " bos preman mulai cemas dengan keadaanya sekarang iini.
" Tidak bos dia tidak mungkin bisa kabur bos. selain badanya babak belur sudah dia sudah kami cekoki dengan obat seperti biasanya dan tak mungkin bisa melarikan diri dari kita..
__ADS_1
Bersambung.