Jodoh Dan Cinta

Jodoh Dan Cinta
Semakin dalam


__ADS_3

keesokan paginya.


Asa terbangun pukul 04.30 wib


Asa membuka mata dan terpapanglah wajah teduh suaminya yang masih mengarungi mimpi.


Dipandangilah wajah yang ada dihadapanya itu dengan senyuman menghiasi dibibirnya.


"Ingin rasanya aku selalu bisa melakukan ini memangdang wajahmu disetiap bangun tidurku. "


 Asa mendekatkan bibirnya kepipi Biru yang masih terpejam.


Cup


Asa mencium Biru dan langsung turun dari tempat tidurnya, takut ketahuan kalau dia telah Mencuri menciuman . Dia berlari masuk kamar mandi dengan senyum senyum sendiri.


Setelah berada dikamar mandi asa menutup pintu bersandar pada pintu dan mengelus dada nya seakan telah melakukan suatu kesalahan .


"Aman aman, malu kalau sampai mas Biru tau, aku telah menciumnya. mau ditaruh mana mukaku ini.


"Kenapa aku agresif sekali ya. apakah aku sudah sebucin itu padanya. monolog Asa cengengesan.


Sedangkan Biru yang sudah bangun ketika Asa akan menciumnya, tersenyum bahagia dan mendudukan tubuhnya. dia senyum senyum sendiri sambil mengelus elus pipi yang masih terasa hangat sambil memejamkan mata dia membayangkan bibir itu menempel dipipinya.


"Aku harus pura pura tidak tau kalau dia telah mencuri ciumanku. dasar gadis nakal kecil kecil agreaif juga."Biru geleng geleng kepala memikirkan tingkah Asa namun dia bahagia.


Sementara dikamar mandi, Asa telah selesai membersihkan diri, namun enggan untuk keluar, dia mengintip keluar memastikan suaminya masih tertidur dan tidak menyadari kelakuannya tadi.


"Aman aman "


Asa keluar kamar mandi, dengan santai, meski hatinya dag dik duk menahan malu.


"Mas Biru bangun, mas bangun ." Asa menggoyang goyang lengan Biru.


Biru mengerjapkan matanya seakan baru bangun dari tidurnya


"Jam berapa sekarang dek" Biru duduk bersandar malas malasan. di pucuk tempat tidur.


"Emm, sudah jam lima mas, capat bersih bersih sana, "Asa menyiapkan baju ganti untuk suaminya .dan dan segera ke dapur untuk mempersiapkan sarapan.


"Tidak usah bikin sarapan dek ,tidak ada bahan makanan didapur dek , kita pesan on line saja nanti kita belanja kepasar atau supermarket terdekat "


" ya sudah kubuatkan teh hangat ya mas" Asa beranjak menuju dapur dan membuat minuman untuk suami tercintanya.


Setelah mandi Biru bersiap untuk pergi bekerja.


"Dek, aku tinggal sebentar aku akan ketempat kerja menemui pak Amir untuk menyerahkan kerjaan ,kamu tenang tenang dirumah, itu ada hp sudah ada nomorku nanti kalau ingin apa apa tinggal kamu hubungi suamimu ini oky "


Asa meraih tangan suaminya dan menciumnya takzim , dibalas Biru dengan mencium kening Asa penuh sayang.


Sepeninggal suaminya Asa menyibukkan diri membersihkan rumah suaminya itu dan menata ulang perabotan yang ada.


setelah membersihkan diri , Asa masuk ke kamar dan menulis buku harian yang biasa dia lakukan untuk meluapkan perasaan nya.


Tak terasa satu jam berlalu.


Tok tok tok


"Assalamualaikum Asa mas datang"

__ADS_1


Asa berlari menyambut kedatangan suaminya dengan penuh suka cita, diraihnya tas kerja Suaminya dan menggandeng suaminya masuk.


"Ini Apa mas " mwnunjuk kresek yang dibawa suaminya


iru bahan makanan yang baru aku beli di mini market depan. " Ini lontong sayur , bakso dan juga makanan kecil yang biasanya disukai bocil.menunjuk bungkusan yang dibawanya.


"Emang nya aku bocil Apa"


Asa berpura pura marah dan memajukanya bibir mungilnya dan sukses membuat Biru mencomot bibirnya gemas.


"Kamu itu memang bocil nakal" dipencetnya hidung Asa


"Mas Biru sakit "


Biru mendekatkan wajahnya dengan wajah istri kecilnya.


Asa yang terkejut dengan apa yang dilakukan suaminya langunng memejamkan matanya.


Merasa mendapatkan lampu hijau, wajah Biru yang sudah sangat dekat dengan istrinya langsung mendaratkan bibirnya pada benda kenyal yang pernah mencuri ciumannya itu.


Setelah beberapa saat berciuman dan saling menuntut mereka berdua lepaskan karna kehabisan nafas .


Mereka berdua terpancing untuk melakukan sesuatu yang lebih dari itu.


"Dek bolehkan aku....." Biru ragu mengatakan.


Asa mengangguk pasrah


Biru meraih tubuh istrinya dan menggendongnya ke kamar mereka.


dan terjadilah malam pertama yang terjadi di siang hari itu.


setelah ibadah enak yang meteka lakukan Asa tertidur kelelahan sedang Biru Membersihkan diri biar segar kembali. keluar dari kamar mandi, dia pandang istrinya yang kelelahan.


"Kita sudah menjadi suami istri sepenuhnya dek, keraguan yang selama ini bercokol dihati mas, perlahan hilang dek, hanya saja kenapa aku sangat takut kamu meninggalkanku dan perasaan ini sangat sulit aku hilangkan. " Biru bermonolog dan dielusnya kepala kepala istrinya, lembut.


Setelah itu Biru beranjak kedapur untuk memindahkan makannan yang telah dia dibelikan ke dalam piring piring.


Sambil bersiul dan senyum senyum sendiri Biru mengerjakan dengan semangat dan ingin membahagiakan Istrinya yang kelelahkan akibat ulahnya.


" pasti Asa kelaparan ,setelah perang tadi, jadi dia pasti senang melihat makananya tinggal hab.. hehe ,"


Asa terbangun dari tidurnya mencari suaminya tapi tak menemukannya.


dengan pelan pelan dan hati hati Asa melangkah ke kamar mandi membersihkan diri.


Sakit yang ia rasakan tak dihiraukan segera Asa keluar kamar mencari suaminya.


didapur


Biru melihat istrinya tertatih menghampiri ,Biru langsung menggendong dan mendudukanya.


"Sakit ya dek, maafkan mas "


Asa hanya tersenyum meski benar benar sakit ia rasakan.


"Sekarang kamu mau makan apa dek"


Sedikit malu malu karna mengingat kegiatan yang barusan mereka lakukan ,dengan suara lirih Asa mengatakan.

__ADS_1


"Bakso aja mas sama lontongnya"


 Langsung Biru mengambil menu yang diinginkan istrinya.


"pelan pelan, sayang jangan terburu buru mas biru ndak akan minta., Biru tetsenyum melihat Asa makan dengan lahapnya sampai tersedak.


segera Biru mengambilkan minum untuk Asa.


selesai makan Biru dan Asa duduk diruang keluarga sambil ngopi.


"Mas boleh aku tanya"Apa yang mas Biru harapkan dalam hubungan kita ini dlam waktu dekat"


Biru tersenyum


"Dek mas Biru cuma ingin melihat kamu bahagia, kita bisa selalu bersama sampai tua, mempunyai anak anak yang lucu lucu.yah seperti keinginan suami istri pada umumnya. "


Asa menanggapi jawaban suaminya dengan senyum yang dipaksakan.


"Kalau adek apa yang adek inginkan "Biru penasaran


"Aku hanya ingin,.... bisa bersamamu lebih lama" Asa mengatakan dengan mata yang mulai mendung.


"Apa maksutmu dek, aku nggak ngerti" Biru semakin penasaran dengan kalimat Asa tadi


Asa tersenyum,


"Tidak ada maksut apa apa mas, cuma ingin dekat sama suamiku saja.


Tak ingin melanjutkan suatu yang membuat tak enak hati Biru mengalihkan percakapan dengan membahas makanan yang mereka santap.


Setelah itu mereka kekamar saling menceritakan kesukaan masing masing, keinginan masing masing dan entah siapa dulu yang mulai mereka sudah mengarungi surga dunia yang memabukan.


keesokan harinya, mereka melakukan aktivitas seperti biasanya.


Biru berangkat bekerja di antar Asa sampai kedepan rumah tapi ada yang agak janggal dengan tingkah Asa.


Asa meraih tangan suaminya menciumnya lama.


setelah itu meminta suaminya menunduk lebih rendah dan mencium seluruh wajah s. uaminya tanpa ada yang tersisa sedikitpun


Biru ikut senang dengan ulah istrinya ,dan membalas mencium kening Asa dengan lama.


"Dek dek, kayak takut tak bisa cium lagi saja kamu habiskan semuanya sekarang "


Asa hanya tersenyum menanggapi celotehan suami tampannya.


"Mas berangkat sayang, "


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Setelah suaminya hilang dari pandangan Asa masuk rumah.


Asa membuat makan siang istimewa dan menyiapkan pakaian untuk suaminya.


Asa membereskan semua pakaiannya dan meninggalkan rumah yang bebrapa hari menjadi saksi kisah cinta anak manusia yang bersatu karna keadaan.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2