Jodoh Dan Cinta

Jodoh Dan Cinta
Pertolongan belum datang


__ADS_3

Hari mulai pagi.


Biru terbangun dari tidurnya


"Badanku terasa sakit semua" dengan mata masih terpejam, Biru berusaha meregangkan badanya yang terasa kaku. Namun , ketika matanya sudah benar benar terbuka.


" Pantas saja badanku sakit semua, aku tidur terduduk dan tangan terikat begini."


Biru mengedarkan pandangan dan dilihatnya preman preman itu masih molor dengan lelapnya.


"Bagaimana caraku lolos dari preman preman ini? " Biru bermonolog .


Biru tersenyum ketika menemukan ide cemerlang.


"Hai Tot bangun...bangun.... dasar brandalan pemalas" teriak Biru.


Preman Jo mereganggangkan badanya dan membuka matanya sedikit, hatinya kesal dan marah, karna tidurnya terganggu dengan teriakan Biru.


"Dasar bedebah laknat, masih pagi sudah berteriak teriak , apa kamu tak melihat , matahari saja belum muncul " bentak preman Jo yang masih susah membuka matanya.


" Tot kamu bangun , kenapa dia teriak teriak, kamu lihat dia !, aku masih ngantuk" preman Jo menepuk teman premannya, yang juga tertidur disampingnya.


"Hai , Tot tot... , bangun. Aku ingin kekamar mandi, cepat lepaskan ikatannya, aku sudah tidak tahan. " Biru memanggil manggil.


 Preman Otot yang terus diganggu dengan teriakan Biru , akhirnya bangun dengan malas , menghampiri Biru dan langsung membuka ikatan tangan Biru, tanpa berfikir lagi.


Biru masuk kedalam kamar mandi dan memanggil preman yang baru melepaskan ikatannya.


"Hai Tot, tolong kamu kesini "


Preman Otot yang masih belum menguasai otak sepenuhnya. mengikuti permintaan Biru. Dengan langkah malas dan ogah ogahan.


" Kenapa kamu memanggilku" tanya Preman Otot pada Biru.


Mendapatkan kesempatan baik, Biru, dengan cepat memukul tengkuk premab Otot untum melumpuhkannya , tanpa perlawanan yang berarti.


Preman itu tersungkur tak sadarkan diri,. lalu Biru keluar mengambil tali bekas dirinya dan langsung mengikatnya.


 Biru melangkah keluar dan memindai keadaan, terlihat preman satunya mulai menggerakan badannya, setengah berlari. Biru menghampirinya, dan berniat melumpuhkannya. Namun usahanya mendapat perlawanan Sehingga terjadi perkelahian yang cukup sengit . Disaat Biru hampir mengalahkanya, pintu dibuka dari luar.

__ADS_1


Suara keributan yang terjadi dikamar Biru ,terdengar sampai keluar sehingga beberapa preman yang berjaga diluar merangsek kedalam. melihat temannya hampir dikalahkan ,dua orang maju membantu menyerang Biru. Untuk beberapa saat , Biru bisa mengimbanginya, Meskipun Biru menguasai ilmu bela diri yang cukup mumpuni, Biru tetap kewalahan menghadapi orang orang yang mengeroyoknya, Biru kelelahan menahan serangan serangan yang dilancarkan, sehingga banyak pukulan yang mendarat ditubuhnya.


 Dan akhirnya Biru harus menerima kekalahanya. Dengan tubuh babak belur Biru diseret beberapa preman dan diikat dipojok kamar.


Wajah Biru bengab bengab dan mulutnya mengeluarkan darah .


"Lepaskan, kenapa aku kalian ikat lagi, jika kalian ingin tempat ini silahkan, tapi lepaskan aku." Biru meringis menahan sakit ditubuhnya.


Bos preman berjalan mendekati Biru, dan nengangkat krah baju Biru.


"Sudah aku bilang , jangan banyak tingkah. Sekarang, kamu aku ampuni, sekali lagi kamu bikin ulah, jangan salahkan aku jika nyawamu tak menempati tubuhmu lagi."


Bos preman berbalik menghadap anak buahnya,dengan wajah sangarnya . Dan menampar semua anak buahnya.


plak plak plak.


Semua preman nenundukan wajahnya dengan memegangi pipinya.


"Bagaiman dia bisa lolos, apa yang kalian lakukan hah? "


 Dimana otot ,? " mata Bos preman menyisir seluruh ruangan namun tak menemukan, anak buahnya satu itu


"Bos, Otot terikat dalam kamar mandi" dengan wajah tertunduk ketakutan.


"Apa kerja kalian hanya tidur. hah! bodoh kalian!. Awas kalau ini terjadi lagi, bukan hanya dia yang kuhabisi tapi, kepala kalian juga akan melayang. Apa kalian tidak berfikir resiko apa yang akan kita ambil, jika sampai dia lolos, kita akan tertangkap bidoh bodoh "


Bos preman melangkah keluar, dan diikuti preman preman lainya.Tinggalah preman Jo yang sangat kesal dengan ulah Biru.


" Hai kamu, gara gara kamu, aku kena marah bos besar, kurang ajar" Preman itu menendang kaki Biru.


"Ahhk"Biru meribtih kesakitan, tendangan preman tadi mengenai bagian tubuh Biru yang cidera,akibat perkelahian tadi.


"Awas saja, jika aku bisa keluar dari sini" gumam Biru, merasakan sakit ditubuhnya.


Sedang preman preman itu berkumpul diruang tengah rumah Biru. untuk mendiskusikan langkah, mereka selanjutnya.


Terdengar ketukan dari pintu depan.


"Asalamualaikum, bos"

__ADS_1


Semua yang ada diruangan itu seketika diam .mendengarkan ketukan dipintu depan.


"Ada orang didepan bos"


"Kalian lihat siapa yang mengetuk pintu.Jangan dibuka dulu " perintah bos preman.


Salah satu preman melangkah dengan hati hati, supaya langkahnya tidak menimbulkan suara. Dia mengintip dari jendela samping pintu dan melihat pak Amir berdiri didepan pintu .


"Assalamulaikum , bos ini pak Amir" pak Amir terus mengetuk pintu dengan hati cemas .


Pak Amir kawatir dengan keadaan Biru yang baru saja sembuh dan juga karena Biru menelphonnya diwaktu yang tak wajar. Filling pak Amir mengatakan bahwa Biru, sedang membutuhkannaya.


Pak Amir mengintip dari jendela samping pintu., tapi dia tidak biaa melihat kedalam, karna jendela tertutup kelambu. diketuknya lagi pintu itu namun tak juga ada jawaban. Dengan hati bertanya yanya Pak Amir meninggalkan rumah Biru.


"Kemana bos Biru apa sudah ditempat kerja.? " batin pak Amir ,terus melangkah meninggalkan rumah Biru.


Sedangkan didalam rumah Biru.


"Orangnya sudah pergi bos" laporan anak buah preman pada bosnya.


"bagus, sekaranag kamu sama si Anton kirim Ini kewilayah selatan, karna hanya disana langkah kita belum tercium oleh polisi . Kamu harus hati hati ,jangan sampai kalian bertemu ditempat biasa, cari tempat yang lain. "


"Siap bos, saya akan berangkat, agak siang bos , menunggu si Romi" Mereka mulai mengepak sesuatu yang akan dikirim.


Untuk yang lainya ,kalian berjaga jaga didalam rumah. Waspadai semua orang yang melintas , jangan lengah. " perintah bos preman .


" Baik bos" jawab mereka serempak.


Sedangkan pak Amir sudah sampai di tempat kerjanya. Langsung pak Amir menuju ruangan Biru ,untuk memastikan keadaan Biru. Namun ketika sampai di ruangan Biru Pak Amir tidak menemukan bosnya didalamnya.


"Dimana kamu bos " Pak Amir terus berrfikir ,nemecahkan teka teki keberadaan Biru.


"Belum juga bisa mencari keberadaan istrinya, sekarang bos sendiri menghilang. "


Pak Amir mencoba berkali kali menghubungi Biru lewat hpnya. Namun tak juga aktif.


"Nanti setelah kerja aku akan kerumah bos Biru lagi. Semoga tidak terjadi sesuatu dengan bos Biru" Pak Amir membatin.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2