Jodoh Dan Cinta

Jodoh Dan Cinta
Frustasi


__ADS_3

  Pagi diruang tamu keluarga pak Tono


Asa sedikit khawatir melihat ibunya gelisah dengan pandangan selalu berubah arah, dengan air mata yang mencoba ia tahan , namun tetap mengambang dipelupuk mata.


"Sebenarnya kabar apa yang akan disampaikan ayah, aku tidak sabar namun juga takut" batin Asa,


"Asa, sebelumnya ayah minta maaf, karna , sekali lagi kamu harus berkorban demi kami.. "sebelum kalimat pak Tono selesai langsung disahuti b Denok.


"Khususnya ibu Asa, maafkan keegoisan ibu,..... " dengan berurai air mata b Denok ingin mengungkapkan isi hatinya namun tak sanggup melanjutkan kata katanya.


Asa semakin kebingungan dengan perkataan orang tuanya yang tak langsung keintinya , namun Asa mencoba menunggu orang tuanya melanjutkan tanpa menyela dan bertanya.


 "Asa, kemarin ayah ketemu pak Iwan ,dan....... " pak Tono bimbang untuk melanjutkan


Karna Asa semakin penasaran dan tidak sabar.


"Sebenarnya apa yang akan ayah sampaikan, jangan membuat Asa bingung ayah, jika memang ini menyangkut hiduo ku, Asa akan berusaha menerimanya, apapun itu, .... bukankan Asa juga menerima untuk menikah dengan teman ayah......... " Asa memilih tidak melanjutkan perkataanya, untuk mengambil nafas untuk menenangkan hatinya yang semakin gundah.


"Pak Iwan meminta pernikahannya dimajukan bulan depan, namun ayah belum memutuskan untuk menyetujuinya. " Pak tono berusaha berbicara tegas meski matanya merah menahan gejolak kesedihan didalam hatinya.


Asa mendengar berita itu , terhenyak matanya membulat ,dadanya berdetak lebih kencang ,tangannya gemetar menahan gejolak didada yang menahan tangis yang ingin pecah.


"Apa yah, pernikahanya dimajukan..... " tenaganya luruh tak tersisa tangis yang dia tahan dari tadi jatuh , membanjiri pipinya yang merah.


"Ya Allah kenapa Kau berikan cobaan bertubi tubi seperti ini padaku, rasanya aku tak kuat lagi menahannya, luka yang kurasakan belum juga sirna" Asa menjerit dalam hati .


Pak Tono melihat putrinya hanya terdiam, namun Air mata yang trus membanjiri pipi putrinya itu, semakin membuat dia merasa tak becus, menjadi kepala keluarga, karna telah gagal melindungi kedua wanita yang dia cinta tanpa harus mengorbankan salah satunya.


Bu Denok menangis tergugu dan memeluk putrinya saling meluapkan perasaan yang sama sama terluka.


Setelah beberapa saat,


Asa melepaskan peluakannya, menarik nafas dari mulut dan mengeluarkanya untuk menenangkan gemuruh yang ada di, hatinya,

__ADS_1


Asa berfikir bagaimanapun. dia harus memberikan keputusan dan itu hanya menuruti permintaan itu tanpa bisa membantah , karna Asa tak ingin mengorbankan kesehatan ibunya.


" Ayah, ibu ..... ,Asa Terima, apapun keputusan ayah , Asa sudah pasrah, dengan semua takdir Asa., ayah dan ibu tidak usah bersedih lagi, Asa menyetuinya.. " Asa tertunduk mengusap air matanya,


"Terima kasih nduk, kamu mengerti keadaan ayah, "Ujar pak Tono sambil juga mengusap air mata yang jatuh dari kelopak matanya.


"Ayah, ibu Asa kekamar dulu" langsung beranjak pergi.


Asa meninggalkan orang tuanya yang masih termangu dengan keputusan yang baru saja mereka ambil atas nasib Asa putri semata wayangnya.


Dipandangi kepergian putri mereka yang memasuki kamarnya.


Sedangkan Didalam kamar Asa.


Asa terduduk dengan pipi yang masih basah dengan air matanya.


Asa teringat dengan pernikahanya dengan Biru yang belum seumur jagung harus kandas karna keadaan.


Keesokan harinya,


Asa, berpamitan pada ibunya


"Bu , Asa mau keluar sebentar"


" Mau kemana nduk , nanti sore , pak Iwan beserta istri akan datang kemari untuk membicarakan kelanjutan permintaan mereka." bu Denok melihat ekspresi Asa mendengar berita yang barusan ia sampaikan, sangat datar tak ada perubahan pada raut wajahanya.


"Mungkin Asa sudah Menerimanya" batin bu Denok.


" Iya bu Asa cuma mau keluar sebentar insya Allah sore sudah pulang, namun kalau Asa belum pulang, Asa menyerahkan keputusan ayah dan ibu, Dan Asa akan menurutinya


Asa langsung meraih tangan ibunya menciumnya takzim, dan beranjak meninggalkan ibunya yang terus memandangnya dengan tatapan sayu.


"Maafkan ibu nduk tak bisa mencegah semuan ini" bu Denok mengusao air matanya sambil berlalu untuk melanjutkan kesibukannya.

__ADS_1


Sementara iti Asa menyewa taksi on line untuk berkeliling kota.


"Mbk kita akan kemana "


Dengan sisa uang yang pernah diberikan suaminya, Asa meminta untuk sopir itu mengikuti arahanya.


setelah berkeliling tak tentu arah tiba tiba ,


"Berhenti disini dulj pak" Asa memandang rumah yang pernah ditinggali dengan suaminya.


"Apa kabarmu mas apakah kamu baik baik saja" dari arah yang berlawanan terlihat mobil berhenti didepan rumah suaminya itu.


Asa memperhatikan, dari mobil itu seseorang keluar dari pintu depan dan membuka pintu belakang. terlihat keluar seseorang berwajah sedikif pucat diikuti seseorang yang keluar dari pintu depan.


"Mas Biru ada apa denganmu, "Asa ingin turun dan menghampiri suaminya namun dia urungkan.


"Apakah mbk akan turun disini" tanya sopir taksi.


Biru yang melihat ada mobil berhenti diseberang jalan dan ada yang memperhatikannya, menghentikan langkahnya menoleh kearah mobil yang ditumpangi Asa.


"Tidak, tidak pak "


Asa yang menyadari diperhatikan suaminya meminta sopir untuk melajukan kendaraannya.


Asa menoleh kearah suaminya yang penasaran


"Maafkan aku mas Biru, semoga kamu selalu bahagia dan sehat selalu" monolog Asa dalam hati.


Biru melihat mobil yang bikin dia penasaran sampai mobil itu hilang dari pandangan.


" Kenapa hatiku gelisah, melihat mobil itu menjauh seakan ada sesuatu yang hilang.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2