Jodoh Dan Cinta

Jodoh Dan Cinta
Mulai ada rasa


__ADS_3

Tiba ditempat kerjanya Biru segera memarkirkan motornya ditempat biasa.


Biru berjalan menuju ruanganya dengan wajah cerah Dengan senyum menghiasinya.


Tiba didepan pintu ruanganya , Biru melihat Pak Amir yang sudah menunggu kedatangannya.


"Pagi pak Amir bagaimana hari ini apakah ada kendala ? Maaf saya terlambat. " Biru langsung masuk ketika pintu Ruangannya telah dibuka dan diikuti pak Amir dibelakangnya.


"Alhamdulillah ,lancar bos "jawab pak Amir mantap.


" Pak Amir, apakah nanti jadi survei lokasi .? Itu lokasi yang rencananya untuk pembangunan taman bermain yang ada didesa terpencil " terang Biru mulai duduk dikursi kebesarannya.


"Jadi bos, tapi nanti saya mau ijin, tidak bisa mendampingi bos sampai selesai .Saya harus mengantarkan istri saya ke dokter bos "dalam hati pak Amir berharap Biru mengizinkannya.


"Silahkan ! jika pak Amir ingin mengantar istri berobat , kalau perlu bapak tidak usah mengantar saya kelokasi. Bapak bisa langsung pulang sehingga banyak waktu untuk mengatar istri bapak berobat"


"Tidak bos, saya akan tetap mengantar , takutnya nanti bos tersesat malah tidak sampai tujuan"


"ya sudah kalau mau bapak begitu, saya menurut saja, sekarang bapak bisa kembali kerja "


"Baik bos "setelah menganggukan kepalanya untuk memberi hormat kepada bosnya itu pak Amir langsung keluar dari ruangan .


Sedangkan Biru mulai memeriksa berkas berkasnya yang sudah menumpuk , sesaat ia teringat pertemuanya dengan Asa tadi pagi, seketika terbit senyum diwajahnya.


"kenapa aku teringat gadis. itu.... ada apa dengan hatiku, setiap mengingatnya, hatiku berdebar debar ,dan ingin selalu melihat dirinya . Tapiii.... aku merasa , dibalik wajah ayu dan keimutannya itu mengandung kesedihan yang mendalam,entahlah......


Kenapa juga , aku memikirkannya" monolog Biru , berusaha mengalihkan ingatannya tentang gadis yang pernah ditolongnya itu .Dan kembali memeriksa berkas berkas yang ada didepanya.


Waktupun berlalu begitu cepat, tak terasa matahari mulai condong kebarat.


Biru melihat jam yang terpasang dipergelangan tangannya , disana telah menunjukan 13.30" kenapa waktunya cepat sekali ya" , bergegas Biru membereskan berkas berkasnya dan bersiap . Dari arah pintu terlihat pak Amir masuk setelah mengetuk pintu.


"Bagaimana bos , kita jadi survei lokasi, sekarang "


" Iya, jadi bapak sudah siap," tanya Biru sambil memakai jaket kebanggaannya.


"Sudah bos"


"sekarang kita berangkat"


"siap bos" pak Amir mengikuti Biru keluar ruangnya.


"Pak kita bawa motor sendiri sendiri atau berboncengan saja. " tanya Biru pada bawahanya itu.


"Kita bawa sendiri sendiri saja bos, karna saya harus pulang duluan bos"


" Oiya, saya lupa pak, Ngomong ngomong , jauhkah lokasinya "tanya Biru penasaran.

__ADS_1


Pak Amir lebih tahu lokasi karna dia yang mencarinya.


" Satu setengah jam perjalanan bos, mungkim pukul tiga kita baru nyampek."


"kalau tau jauh gitu ,kita bisa berangkat lebih awal pak, biar tidak kemalaman dijalan"


"Iya bos, tapi sudah terlanjur sore, apa kita batalkan saja, "


"Tidak perlu pak, sekarang kita berangkat".


Mereka berjalan menuju kendaraan masing masing.


Setelah satu setengah jam berlalu, mereka sampai dilokasi tujuan mereka.


"Ini tempatnya pak Amir "tunjuk Biru kelokasi yang sangat luas didepanya.


"Iya bos, nanti akan saya antar menemui pemilik lahan ini, bos bisa bertanya apapun padanya, tapi saya tidak bisa menemani bos. saya izin langsung pulang. " Pak Amir berjalan didepan sebagai penunjuk jalan.


"Iya" jawab Biru berjalan mengikuti pak Amir sambil melihat lihat lokasi dengan takjub, karna pemandangannya sangat indah. Dikelilingi bukit bukit cocok sekali untuk pariwisata dan temapt bermain.


Setelah ngantarkan Biru kerumah pemilik lahan yang sedikit jauh dari lokasi tadi , pak Amir pamit untuk pulang dulu. Tinggal Biru menyelesaikan semuanya.


Tak terasa hari mulai gelap dan awan hitam menata barisanya untuk rencana mengguyur bumi dengan airnya.


Dengan segera Biru menyesaikan urusanya didesa itu dan pamit pulang.


jeeeeeaasss


Motor biru oleng , spontan Biru menghentikan motornya. Dia turun dan memeriksa ban motornya, ternyata bocor dibagian belakang.


"Astaghfirulloh bocor, dimana aku bisa menambal, atau memggantinya? Aku sangat asing dengan daerah sini " monolog Biru


Biru menengok keberbagai arah untuk menemukan yang dia cari, paling tidak ada orang yang bisa dia tanya .


Tapi, sampai beberapa saat tak terlihat orang yang melalui jalan itu. malah yang ada Biru melihat awan telah menyiramkan airnya ke bumi.


Biru mencari tempat berteduh yang dekat dirinya , terlihat sebuah rumah kecil seperti warung tapi tak berpenghuni yang ada dipinggir jalan. Biru berlari kerumah itu karna hujan semakin deras.


Rumah itu diterangi dengan pencahyaan yang sedikit redup.


Biru gelisah hujan tak juga reda. Padahal telah satu jam lamanya dia menunggu . berkali kali dia menengok keluar namun hujan masih setia membasahi bumi.


"Kenapa aku tak menghubungi pak Amir ya untuk menjemput ku. bodoh bodoh! " Batin Biru


Segera Biru mengambil hp pintarnya dari dalam taa yang sedikit basah.


"Setelah diambil , Biru mencoba menghidupkannya tapi sia sia.

__ADS_1


"Apa batreinya habis ya. ya Allah cobaan apalagi ini. " monolog Biru .


Dengan perasaan yang tak menentu Biru menengok kembali ke halaman tempat ia berteduh ,dia melihat sesosok tubuh berlari menuju kearah warung yang ditempatinya.


"Siapa dia, apakah pemilik warung atau orang yang ingin berteduh juga seperti dirinya ? ." Biru bertanya tanya dalam hati .


Orang itu telah sampai diemperan ,


"Sepertinya dia seorang wanita, batin Biru semakin penasaran.


Dengan baju yang basah kuyup wanita itu duduk disebuah kursi panjang yang ada disana.


Biru yang ada didalam ingin menghampiri orang itu tapi diurungkannya.


Wanita itu melihat kedalam warung dan sepertinya dia ingin masuk kedalam, tapi ragu ragu.


Biru menunggu didalam sambil terus memperhatikan wanita yang ada diluar.


Wanita itu akhirnya masuk karna hujan semakin deras


"Permisi apakah ada orang. " Assalamualaikum, "


Dari dalam spontan Biru menjawab.


"Waalaikusalam "


"Boleh saya numpang berteduh pak diluar hujan deras sekali, baju saya basah pak,. "ucap wanita itu tertunduk dan kedinginan.


Sedangkan Biru, setelah menjawab salam langsung memandang wanita didepannya dengan mata melotot seakan ingin keluar.


"Kamu, kenapa kamu bisa sampai sejauh ini" Biru mendekati wanita itu, dengan hati yang membuncah.


Mendengar suara yang sering didengar akhir akhir ini , wanita itu mengangkat wajahnya. dan seperti Biru dia juga membelalakan matanya, untuk memastikan pandanganya tidak salah.


"Kkkamu lagi tuan" kenapa dimana mana selalu bertemu denganmu"ucap wanita itu sedikit ketus.


tapi didalam hati wanita itu yang ternyata adalah Asa sedikit lega karna yang dia temui adalah orang yang telah beberapa kali menolongnya.


"Kenapa setiap kali aku dalam kesusahan selalu saja dia yang didekatku ,apakah ini yang dinamakan jodoh ah tidak mungkin "batin Asa berdialog


"Hai jawab pertanyaanku ,bagaimana kamu bisa sampai disini, bukankah tempat ini jauh dari rumahmu maupun sekolahmu" Biru bertannya dengan nada agak tinggi.


Dengan badan yang menggigil kedinginan dan tangan mendekap tubuhnya sendiri , suara bergetar Asa terdengar menjawab pertanyaan Biru.


"Sepulang sekolah aaku naik bus untuk pulang kerumah tttapi, aku ketiduran. dan sampailah aku ditempat ini.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2