
Suasana semakin mencekam.
Gedoran gedoran terdengar dari arah pitu depan.
" Cepat buka" suara peringatan dari arah pintu depan.
Tak ada jawaban dari dalam rumah. hanya keheningan jawabannya dan semakin terasa ketegangannya.
Didalam rumah.
"Cepat kamu ketempat kita menyekap pemilik rumah, bawa kesini kita butuh dia, jika kita terrdesak" perintah bos preman pada anak buah kepercayaannya,
Dengan memakai isyarat tangan dan mata, bos preman itu , memerintahkan anak buahnya yang lain ketempat yang bisa untuk memantau keadaan.
Disaat yang bersamaan diluar, preman Otot sudah kembali dari tugasnya, berjalan masuk ke kehalaman rumah Biru. preman itu menghentikan langkahnya dan berbalik menjauh dari rumah Biru .
"Untung saja mereka tidak sempat melihatku bila tidak aku sudah pasti tertangkap.
Mungkin ini waktunya aku bisa lepas dari bandit bandit ini. " gumamnya lirih.
Setelah merasa jaraknya sudah aman preman Otot itu bersembunyi dan memantau keadaan didepannya.
Sementara itu dirumah Biru Polisi yang berpakaian preman, mulai menyebar Mencari celah untuk menyusup masuk. Dua orang polisi berjalan dengan mengendap ngendap menuju pintu belakang dan didepan pintu sudah ada komandan dalam serangan itu yang menunggu.
Komandan memberi isyarat kepada anggotanya , untuk selalu waspada dan fokus pada target. Mereka menyisir setiap ruangan dari belakang dan memastikan semuanya sudah steriil dari target.
Preman suruhan bos masuk kedalam ruangan tempat Biru disekap.
" Hei jo , bagaimana tahanan, kita bawa dia ketempat bos"
" Ok " preman yang dipanggil Jo menghampiri Biru yang masih meringkuk dengan setengah sadar.
" Mau kau bawa kemana aku " tanya Biru dengan tubuh lemah karna obat yang dicecokan padanya.
" Diam" berusaha mengangkat tubuh Biru yang lemas.
" Hei bantu aku ngangkat ini berat sekali berengsek "
" Kamu bawa sendiri, aku mau memeriksa keadaan dibelakang. " langsung berlalu kearah belakang.
Di baliki almari ditempat persembunyianya. pak amir mencari sesuatu , yang bisa dipakai untuk senjata membela diri.
Sedangkan preman yang bernama Jo susah payah mengangkat Biru dan membopongnya keluar. Ketika sampai di depan pintu keluar tiba tiba.
buk buk
__ADS_1
Ada benda tumpul yang dipukulkan kekepala preman Jo.
" Sialan siapa yang memukul kepalaku, spontan tangannya, memegang bagian yang dipukul, dan ada cairan mengalir dari bagian itu. Dan setelah melihatnya.
"Darah " dengan setengah terkejut, dia membalikan badannya. Dan dilihatnya seseorang yang membawa balok ditangannya tengah tersenyum mengejek padanya.
"Kau " dan langsung roboh badannya membentur lantai.
Segera orang itu yang ternyata pak Amir, meraih Biru yang melayang dari tangan preman
"Bos sadar bos " sambil menepuk pundak bosnya itu.
Dengan susah payah, pak Amir membopong tubuh Biru yang lebih tinggi dan besar dari dirinya berusaha keluar dati kamar Biru, belum sampai pintu ada tangan yang mengarahkan sebuah pistol kekepala Biru.
" Lepaskan tanganmu kalau tidak ingin kepalanya kutembus dengan timah panas " Direbut tubuh Biru dari tangan pak Amir.
Dengan terpaksa pak Amir melepaskan tubuh Biru dibawa preman itu.
Pak Amir mengikuti preman yang membawa Biru .
" Kamu diam disitu jangan mengikutiku. "
Namun pak Amir tetap mengikuti. sehingga membuat preman itu naik darah dan mengarahkan pistolnya. kearah kaki pak Amir.
dor
" Aughh"
Seketika kakinya lemas, pak Amir melihat kaki kanannya terlihat ada darah yang merembes membasahi celananya.
Tembakan itu terdengar oleh bos preman yang sedang menunggu diruang tengah dan segera berlari kearah anak buahnya, yang sedang menyeret Biru.
" Apa yang terjadi " mengarahkan pandanganya kearah Biru .
" Ada yang berusaha menghalangi saya bawa dia bos. "
Bos preman itu mengikuti anak buahnya menyeret Biru ketempat dirasa lebih strategis.
Sementara itu, komandan polisi yang mendengar suara tembakan , dari arah dalam memberi komando supaya anggotanya lebih waspada, karena yang musuh yang mereka hadapi membawa senjata api.
Para polisi meringsek kedalam
" Segera serahkan diri kalian, jangan ada perlawanan, angkat tangan kalian. " peringatan komandan polisi kepada preman preman yang berada didalam.
Namun tak ada tanggapan dari pihak preman preman.
__ADS_1
" Saya beri waktu kalian ,untuk keluar secara berlahan dengan tangan diangkat. "
Polisi terus masuk lebih kedalam , melihat pak Amir yang sedang kesakitan berusaha bangkit dan beberapa orang preman yang sudah tidak sadarkan diri,
Segera komandan polisi memerintahkan anggotannya untuk membawa pak Amir, ketempat yang lebih aman., dan memberi pertolongan kepadannya.
Ketika polisi akan mendekati preman yang sudah tak sadarkan diri tiba tiba.
dor dor dor
Ada suara tembakan yang mengarah kepada polsi.
Tembak menembak antara polisi dan gerombolan preman tak bisa dihindari lagi . satu persatu anak buah preman berjatuhan dengan luka tembak bersarang ditubuhnya.
Sampai pada akhirnya anggota preman tinggal dua orang , bos preman dan satu anak buahnya.
'Cepat menyerah, anggota kalian telah habis. " peringatan dari polisi sekali lagi terdengar.
" Bagaimana bos ,kita sudah terkepung. kita tinggal berdua saja.Apa kita menyerah saja" ada sorot ketakutan dimata anak buah preman.
"Kamu jangan bicara ngawor, kita bisa mempergunakan dia untuk meloloskan diri".ucap bos preman yang juga mulai kalut.
"Cepat kalian menyerah"
" Saya bawa sandra , saya akan lepaskan dia jika kalian melepasakan kami" jawaban bos preman.
Dor
Suara tembakan peringatan ketika bos preman berusaha keluar, dengan membawa Biru dan diikuti anak buahnya.
preman preman itu tak menghiraukan peringatan polisi tetap berjalan kearah pintu keluar, dengan pistol yang diarahkan kekepala Biru.
Ada seorang penembak jitu mengarahkan tembakannya kekaki anak buah preman .
Dor
Tubuh anak buah preman langsung roboh, melihat anak buah satu satunya sudah jatuh, segera bos preman keluar dari pintu depan dengan menyadra Biru, ditangannya.
"Akan aku tembak dia jika kalian, terus mengikuti saya" membuka kunci pada pistolnya.
" Jangan keras kepala, serahkan sandra, itu bisa meringankan hukumanmu."
Ketika sudah diluar preman itu mempercepat langkahnya. dan mendorong Biru kearah komandan polisi dan menembaknya.
Aghh
__ADS_1
Luruh seorang terkena tembakan bos preman.
Bersambung