Jodoh Dan Cinta

Jodoh Dan Cinta
Rencana pernikahan


__ADS_3

Malam itu juga, Biru meninggalkan rumahnya, menelusuri sepanjang jalan disekitar rumahnya, berbekal foto Asa yang pernah diabadikan, Biru bertanya pada setiap orang yang ia temui.


waktu beranjak pagi, dengan tampang yang lusuh rambut awut awutan Biru tak berhenti berjalan mencari punjaan hati yang pergi entah kemana.


"Dimana kamu Asa" Biru menjerit dalam hati. dan terus berjalan tak tentu arah.


Sampai ketika dia melihat sekelebat sosok yang sangat mirip dengan istrinya. Biru berlari mengejarnya tak perduli dengan sekelilingnya, tanpa sengaja dia menyenggol bahu seorang pria tinggi besar,yang berlari berlawanan arah dengan dirinya.


"Aargh"


"Apa yang kamu lakukan" bentak Pria yang tersenggol Biru.


orang itu tersentak Kala melihat barangnya jatuh Dan terlihat marah dengan Biru yang telah menabraknya.


" mmaaf saya tak melihat anda, anda juga tidak melihat jalan ,berlari dengan melihat kebelakang. "


Barang bawaannya pria itu berhamburan kejalan. Dan secepat kilat dia memunguti barang barang yang berserakan diaspal


Biru berjongkok berniat membantu mengambilkan barang yang tanpa sengaja dijatuhkanya.


" Sudah tidak usah" pria itu mendorong tubuh Biru ,sampai terhuyung kebelakang.


Biru mengangkat keduan tangannya untuk menyerah dengan kemauan pria itu. tanpa Biru sadari pria itu telah menyelipkan sesuatu kesakunya. pria itu segera berlalu meninggalkan Biru yang masih fokus mencari keberadaan wanita itu yang dikejarnya.


"Dasar aneh dibantu tidak mau"


Biru berbalik dan kembali mencari keberadaan wanita yang dia anggap mirip dengan Asa.


"Kenapa Sudah hilang kemana jalannya gadis tadi? " Biru bergumam sendiri, dan berlari kesana kemari mencari jejak wanita yang dia cari , tapi hilang seperti ditelan bumi , dengan langkah gontai Biru menyeret kakinya kembali pulang kerumahnya , untuk Mandi Dan Berganti pakaian.


Sementara itu dirumah orang tua Asa.


Asa dengan mata sembab memasuki rumah orang tuanya.

__ADS_1


"Assalamualaikum .bu Asa pulang. "Asa membuka pintu yang tak terkunci.


Asa mendudukan tubuhnya yang Lelah diruang Tamu, dipejamkan matanya Dan terbayang wajah teduh suaminya .


"Kenapa jalan hidupku seperti ini ya Allah , Mas Biru maafkan aku dengan tanpa sengaja memasuki kehidupanmu Dan ikut merasakan kebahagiaanmu , lupakalah aku mad, lalui hidupmu dengan bahagia."


merembes air Mata Asa melalui pipi.


"Akankah kita masih bisa bersatu"


jerit hati Asa.


Dari arah pintu terdengar salam


"asalamualaikum"bu Denok memasuki rumah dengan menenteng tas ditangan kanannya.


"Waalaikum salam "Asa mengusap air matanya dan bangkit Dari duduknya menyambut wanita yang selalu menyayanginya Dan memeluknya erat, disandarinya bahu yang selama ink menjadi tempat menumpahkan semua perasaannya.


"Baru Saja bu, ibu Dari mana, kok keringetan kayak gitu ibu tidak boleh lelah " Asa menempel Dan bergelayut manja dilengan ibunya


"Ibu dari belanja nduk, kamu Sudah besar, kelakuan kayak anak Kecil" bu Denok mengusap kepala Asa lembut penuh sayang.


"Bagaimana liburanmu nduk, kamu bahagia .


Asa tak menjawab pertanyaan ibunya, Sibuk, dengan lamunanya.


""Asa nduk cah ayu, kamu tidur "Bu Denok menggoyangkan tangangannya.


"ya bu, adaapa, maaf Asa tidak dengar,? Asa cengar cengir


"Ya sudah, nanti saja ceritanya, sekarang kamu bersih bersih dan istirahat"


"Baik bu , Asa kekamar dulu bu "Asa meninggalkan ibunya ,diruang tamu sendirian,

__ADS_1


Sepeninggal Asa ,pak Tono, Ayah Ada datang dengan wajah yang sulit ditebak.


" Asalamualaikum bu " pak tono Langsung duduk disamping istrinya.


"Waalaikumsalam Pak" Bu Denok menyambut suaminya, dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.


"bu, " heem, membuang nafasnya berat.


"Ada masalah apa pak, bapak tidak sakit kan?" bu Denok beranjak dari duduknya mengambil air putih untuk suaminya yang terlihat lelah Dan gelisah.


"Ini pak minumnya, "


"Trimakasih bu "


"Bu bapak ingin bicara " pak Tono membenahi duduknya senyaman mungkin.


"Iya pak, apa Ada masalah "bu Denok jadi khawatir dengan berita yang akan sampaikan suaminya.


"Tadi bapak ketemu pak Iwan bu, "


Pak Tono bimbang untuk meneruskan kalimatnya.


"Trus" dag dik duk jantung bu Denok terpacu lebih cepat.


"Pak Iwan meminta kepada bapak untuk memajukan pernikahannya dengan Asa. "


"Apa bapak menyetujuinya, bagaimana perasaan anak kita pak, apa bapak tega merampas waktu yang Asa minta pak aku seperti ibu yang Kejam pak " bu Denok seketika menumpahkan air matanya yang yang sejak tadi mengambang dipelupuk matanya.


" Sabar bu bapak belum memutuskan apapun . Bapak me Minta waktu pada pak Iwan ,untuk berbicara dulu dengan Asa, Dan pak Iwan menyetujuinya. "


"Tapi, pak......"bu Denok meninggalkan suaminya yang kebingungan dan masuk kamar untuk menenangakan hatinya.


Sedangkan Asa dikamar hanya memandang foto Biru yang diambilnya dari rumah suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2