
Putra menarik tangan ameli untuk masuk ke dalam mobilnya yang sudah terparkir tidak jauh dari kantin. Ameli yang tidak mengerti mengapa ia diam saja tangannya di tarik Putra tanpa memberikan penolakan sedikit pun. Padahal ia sangat menjaga diri ya untuk tidak bersentuhan dengan yang bukan makhromnya.
Putra membukakan pintu mobilnya untuk ameli dan ameli menurut masuk ke dalam mobil. Dari kejauhan dwiki masih memperhatikan ameli dengan putra yang sudah memasuki mobil dan langsung melaju pergi dari sana. Dwiki memang merasa nyaman saat berada bersama ameli karena sebenarnya memang ia mempunyai rasa yang lebih terhadap ameli namun ameli tidak tau akan hal tersebut.
Di dalam mobil, Putra hanya diam saja bahkan tidak menoleh kearah ameli sedikit pun. Ameli yang merasa tidak nyaman akan hal tersebut pun ingin memecah keheningan itu dengan berusaha membuka obrolan. Namun, belum sempat ia memulai perkataannya Putra sudah lebih dulu berbicara.
" Ameli nggak ada yang mau kamu jelasin ke aku?" tanya putra pelan seraya tetap fokus menyetir tanpa menoleh ke ameli sedikit pun.
" emh..itu tadi namanya kak Dwiki kakak tingkat aku di kampus" jawab ameli pelan sambil menatap ke arah Putra yang tak juga melihatnya.
" Ameli aku tau, aku emang bukan siapa-siapa kamu tapi kamu juga tau kalo aku punya perasaan sama kamu" jelas putra lirih menatap ameli sebentar dan kembali manatap ke depan.
"Maafin aku Put karena nggak ngejaga perasaan kamu. aku sama kak Dwiki beneran nggak ada apa-apa cuma sebatas teman aja nggak lebih" jelas ameli kepada Putra agar Putra tidak salah sangka dengannya dan dwiki.
Putra hanya diam tidak memberi respon sedikit pun. Ameli yang tidak menerima balasan dari Putra pun heran dengan sikap Putra yang tiba-tiba diam setelah mendengar ucapan ameli tadi.
" Put kamu marah yah sama aku" tanya ameli hati-hati karena ia benar-benar tidak bisa menebak isi pikiran putra yang tiba-tiba diam itu.
Putra masih diam, padahal dalam hatinya ia merasa senang mendengar kalo ameli dan dwiki tidak punya hubungan spesial. Namun ia sengaja mengacukan ameli karena ia mau melihat apa yang akan ameli lakukan kalo ia sedang marah.
" Put ngomong dong, kok diem sih aku jadi bingung kalo gini" Ucap ameli lagi karena melihat Putra yang tak kunjung menanggapi.
__ADS_1
"Ya udah aku turun disini aja Put, berhenti sekarang juga" ucap ameli sambil mengerucutkan bibirnya kesal.
Putra kaget dengan yang dikatakan ameli pun langsung menatap ameli dengan tatapan heran dan tidak menyangka akan reaksi ameli.
"kok minta turun sih" celetuk putra cepat tidak mau ameli turun.
" kalo gitu jawab dong kalo orang ngomong, mending ngomong sama tembok kan kalo kayak gini" celetuk ameli dengan ekspresi kesal.
" daripada disini kayak di kuburan" sambung ameli dengan mengerucutkan bibirnya.
Putra yang mendengar ocehan ameli pun tidak tahan lagi menahan tawanya. Akhirnya tawa Putra pecah membuat ameli merasa heran dengan kelakuan putra.
" ih kok ketawa sih orang lagi marah juga" ketus ameli lagi melihat Putra yang tertawa lepas itu.
" ih kamu jahat banget sih sama aku" goda ameli dengan nada bercanda.
" Kamu mau es krim nggak mel?" tany Putra mengalihkan topik pembicaraan mereka karena memang ia tak sengaja melihat sebuah toko es krim.
" Mau mau mau" jawab ameli manja seperti anak kecil yang membuat putra gemas melihatnya.
Putra pun menghentikan laju mobilnya di area parkiran toko es krim yang bernuansa pink putih itu. Ameli dan Putra pun langsung masuk dan memilih tempat duduk paling sudut toko itu.
__ADS_1
" aku mau es krim rasa matcha sama vanila yah Put" ucap ameli cepat bahkan sebelum putra menanyai nya.
" Kamu mah nggak sweet banget sih belum di tanya juga" balas Putra seraya tertawa kecil melihat tingkah lucu ameli yang tak pernah ia lihat sebelumnya.
" yah nggak papa lah biar cepet hehe" jawab ameli, entah mengapa saat bersama putra ameli merasa bebas dan jadi dirinya sendiri tanpa harus jaim-jaiman.
" yaudah aku pesenin dulu yah" sahut Putra sambil senyum kecil dan berjalan menuju tempat untuk memesan es krim.
Ameli mengembangkan senyumnya melihat Putra yang sedang memesan es krim untuknya. Ameli merasa nyaman dan senang saat bersama Putra. "Apa aku udah mulai cinta yah sama Putra" gumam ameli dalam hati seraya memperhatikan terus putra.
Tak lama Putra pun kembali dengan membawa es krim pesanan ameli dan juga es krim untuk putra sendiri.
" Es krim dateng" ucap Putra seraya menyodorkan es krim kepada ameli dengan senyum mengembang di wajah tampannya.
" Hore, makasih sayang" ucap ameli spontan membuat ia tersipu malu karena tak sengaja memanggil putra dengan kata sayang.
" nggak usah malu gitu, kali mel. aku seneng kok di panggil sayang sama kamu" goda putra melihat muka cantik ameli yang memerah seketika.
"udah ah, cepetan makan es krimnya entar keburu cair lagi" ucap ameli berusaha mengalihkan pembicaraan
" Oke sayang, ini mau dimakan" jawab putra seraya menggoda ameli yang semakin tersipu malu karena balasan putra yang juga memanggilnya sayang.
__ADS_1
Meskipun mereka tidak mempunyai status sebagai pasangan kekasih tetapi mereka bersikap seperti sepasang kekasih saja. semua mengalir begitu saja, ameli yang awalnya begitu cuek pun mulai melunak terhadap Putra. Begitu pun dengan Putra yang merasa semakin nyaman bersama ameli.
to be continue yah