
Begitu rapat selesai Putra langsung berjalan cepat menghampiri Ameli yang berada tidak terlalu jauh darinya. Sebenarnya Putra tidak terlalu fokus dalam rapat kali ini karena semenjak mulai ia selalu memperhatikan Ameli dari jauh. Ameli yag terlihat kalem dan pemalu dari luar membuat Putra tertarik untuk memperhatikannya.
" Ameli" Panggil Putra cepat karena takut keburu Ameli pergi.
Ameli yang kaget karena ada orang memanggilnya pun langsung menyadari kalau suara yang memanggil nya itu adalah Putra, ia pun langsung menoleh ke arah asal suara.
" Iya ada apa" Jawab Ameli santai sambil memegang beberapa file keuangan ditangannya, karena memang Ameli dipercaya sebagai bendahara.
" nggak apa-apa sih, hihi" sahut Putra cengengesan.
" hmm uhmm" Suara putra yang merasa gugup untuk mengatakan sesuatu.
dalam hati Ameli juga gugup karena ia berada sedekat ini dengan sosok putra.
" aku boleh mintak kontak kamu nggak" tanya putra pelan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" nggak boleh lagian kan kita nggak ada perlu" jawab Ameli cepat sambil meninggalkan Putra, padahal dalam hati ameli sangat bahagia dan ingin mengatakan boleh, tapi entah mengapa tiba-tiba kata itu yang terucap mungkin sangking gugupnya Ameli.
Putra pun hanya diam dan memperhatikan langkah Ameli yang menjauh darinya.
" hmm susah banget yah kayaknya mau deket sama dia, cuek banget butuh perjuangan ekstra nih" gumam Putra dalam hati dengan terus memperhatikan Ameli yang semakin jauh.
"Put, loh kenapa? lagi lihat siapa sih loh serius amat" tanya temannya yang bernama Magika sambil menepuk bahu Putra.
__ADS_1
Putra yang kaget pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah Magika.
" lagi Lihatin Ameli, ka" jawab Putra polos sambil menatap kembali ke arah pintu keluar yang Ameli lewati tadi.
" oh Amalia Ayu maksud loh? itu sih gue sering ketemu put, manis anaknya" timpal Magika yang memang lumayan dekat karena memang Magika merupakan pengurus inti sama dengan Ameli.
" Iya dia Amalia Ayu, emang manis pinter lagi" sambung Putra sambil membayangkan sosok Ameli.
" kayaknya loh suka ya sama si Ameli wkwk" goda Magika yang melihat raut muka Putra yang senyum sendiri membayangkan sosok Ameli.
" nggak juga sih, cuma penasaran aja gue" jawab Putra cepat.
"oh iya gika, loh punya kontaknya Ameli nggak? tadi gue mintak tapi nggak dikasih" tanya Putra sembari menyunggingkan senyum malu kepada Magika.
" iya sih tapi kan banyak banget, kalo nggak ada profilnya gimana kan susah nyarinya" Alasan Putra yang malas untuk mencari satu- satu.
" Yaudah deh gue kasih, tapi loh jangan bilang yah kalo gue yang ngasih lo, entar gue dibacok lagi sama si Ameli" celetuk Magika dengan nada bercanda sambil membuka hpnya dan langsung mengirim kontak Ameli.
" udah tuh, udah gue kirim" ucap Magika memberitahu.
" oke thanks yah ka, kalo gitu gue pulang dulu bye " jawab Putra sambil menepuk bahu Magika pelan dan berlalu meninggalkan magika untuk pulang
" bye" jawab Magika.
__ADS_1
*****
Sore hari ini Ameli memilih untuk bersantai di depan kosan nya sambil minum susu kedelai dan biskuit kesukaannya.
"Aduh kenapa mulut gue jawab gitu sih padahalkan gue merasa senang kalo dekat sama Putra " gumam Ameli dalam hati yang tengah duduk di teras kossan nya.
Semenjak pulang dari rapat siang tadi Ameli terus menggerutu dalam hati karena menyesal tidak merespon Putra dengan baik. "apa gue sudah keterlaluan yah sama Putra, tapi kan gue juga nggak mau sembarangan ngasih kontak gue, kalo dia cuma mau mainin gue aja gimana. aduh ameli cukup deh loh tuh harus fokus sama study loh nggak usah mikirin cinta-cintaan" gumam Ameli dalam hati sambil menyeruput susu hangatnya.
tereng...tereng...tereng, suara notifikasi wa hp ameli. Ameli pun langsung mengambil hpnya dan melihat siapa yang mengiriminya pesan, namun ternyata pesan dari nomor tidak dikenal. Ameli pun langsung mengecek profilnya dan matanya pun terbelalak kaget melihat nama yang tercantum di profil tersebut.
" What, Putra Hartono Apri" ucap Ameli yang kaget namun sebenarnya juga sangat senang.
" ngapain dia nge wa gue, aduh gue takut entar gue baper lagi sama dia yang mungkin dia cuma mau berteman aja sama gue" gumam ameli pelan sambil membuka isi chat tersebut.
~Assalamua'laikum Amalia Ayu😊~ chat dari Putra
Ameli hanya membacanya saja dan menunggu beberapa menit baru ia membalas chat dari Putra.
~waalaikumussalam~ jawab Ameli singkat dengan perasaan yang berdebar-debar.
Putra yang menerima balasan dari Ameli pun tersenyum kecil karena sikap ameli yang cuek dan langsung membalas pesan dari Ameli cepat.
~kok singkat banget sih balesnya? aku ganggu yah?~ tanya Putra padahal ia tau kalo Ameli memang cuek dengan orang yang tidak dekat dengannya.
__ADS_1
Ameli yang melihat ada chat yang masuk dari Putra pun memutuskan untuk tidak membalas chat tersebut dan bergegas untuk mandi karena hari yang sebentar lagi gelap.