Jodoh Dari Masa Kecil

Jodoh Dari Masa Kecil
Perjodohan


__ADS_3

Hartono dan mirna sangat tau kalau putra masih tidak bisa melupakan ameli. Hartono dan Mirna pun merasakan perubahan sikap putra yang dulu begitu hangat berubah menjadi sangat dingin serta terlalu ambisius dan hanya memikirkan tentang pekerjaan saja, itu semua terjadi semenjak ia dan ameli putus hubungan.


"Pa, apa nggak sebaiknya kita jodohkan saja putra" mirna mengagetkan hartono dari belakang.


"dengan siapa ma, belum tentu putra mau"


" Dengan ameli pa, pasti putra nggak akan nolak pa. papa kan tau putra cinta banget sama ameli" Mirna membujuk suaminya.


"papa masih berhubungan baik kan dengan keluarga nya ameli?"


" iya ma, nanti papa hubungi Hendra" hartono luluh.


Singkat cerita kedua orang tua ameli dan putra bertemu dan menyetujui perjodohan anak mereka. karena memang mereka tahu baik putra maupun ameli masih sama-sama saling mencintai.


Mereka pun merencanakan akan mengadakan pertemuan keluarga, dimana keluarga putra akan melamar ameli dikediaman ameli. Namun hal ini mereka rahasiakan dari putra dan ameli dan akan mereka beritahukan sehari sebelum lamaran.


****


Hendra dan Siska saling tatap untuk mengatakan kepada ameli bahwa ia akan segera dijodohkan dengan lelaki pilihan kedua orang tuanya.


Ameli yang tengah asik makan malam itu pun merasa ada yang aneh pada kedua orang tuanya. Namun, hanya ia simpan dalam hati.


" Ameli, sayang mama sama papa mau ngomong sesuatu sama kamu tapi kamu janji nggak boleh nolak karena ini demi kebaikan kamu" siska lembut sembari menatap ameli yang sudah menghentikan kegiatan makannya.


" Mama kok serius banget sih haha" ameli tertawa geli padahal perasaannya sudah merasa tidak enak.


" Papa dan mama akan menjodohkan kamu dengan teman masa kecil kamu, kami sudah sepakat" ucap hendra tegas membuat ameli batuk dan merasa sesak.


Siska pun menyodorkan air putih kepada ameli yang terkejut akan perkataan papanya.


" Besok mereka akan datang melamarmu dan tiga hari setelah itu kamu akan menikah dengan teman masa kecil kamu nak" ucap siska lembut.


" sebenarnya siapa sih yang bakal dijodohin sama ameli, teman kecil perasaan ameli nggak pernah deket sama cowok deh pas masih kecil" ameli penasaran.


" Kamu setuju kan mel" tanya siska dan hendra menatap ameli lekat.


Ameli yang merupakan harapan satu-satunya kedua orangtuanya tak berani menolak permintaan orang tuanya dan juga tak mempunyai alasan untuk menolak permintaan kedua orang tuanya.


ameli mengangguk pelan membuat siska dan hendra tersenyum bahagia melihat jawaban anak satu-satunya itu.


maafkan aku put, aku harus menikah dengan orang lain. maaf kan aku semoga kamu mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku.ameli yang sedih karena ia harus melupakan cinta pertamanya itu.


*****

__ADS_1


Di rumah megah dan mewah membuat siapa saja yang melihatnya akan terpanah melihat keagungan rumah itu.


Dimeja makan yang besar dan tersedia banyak makanan Hartono, mirna dan putra sedang menikmati makan malam mereka.


Hartono yang sedari tadi mencari kesempatan untuk mengatakan rencananya pada putra akhirnya menemukan kesempatan itu.


" Put, papa sama mau ngomong sama kamu tentang masa depan kamu"


" hmm" putra mendengarkan dengan terus melakukan aktivitas makannya.


" Papa dan mama sudah sepakat akan menjodohkan kamu dengan wanita pilihan papa dan mama"


" uhuk...uhuk" putra kaget dan langsung meneguk air putih.


"kamu setuju kan?" tanya mirna penasaran.


Putra diam dan memikirkan nya sebentar.


" terserah papa sama mama aja" putra cuek melanjutkan makannya.


" Alhamdulillah, besok kita akan ke rumahnya untuk melamarnya dan tiga hari selanjutnya kamu akan menikah dengannya" senang mirna yang tak sabar akan mempunyai menantu.


"hmm" putra hanya mendengarkan cuek.


*****


Siska sibuk menyiapkan beberapa hidangan makanan, hendra sudah rapi menunggu di ruang tamu sedangkan ameli berdandan secantik mungkin di dalam kamar.


tin..tin...suara klakson mobil dari depan membuat hendra berlari kecil ke depan dan menyambut kedatangan hartono dan keluarga.


" Selamat datang pak, silahkan masuk" sambut hendra hangat.


" Iya terimakasih pak hendra" mereka masuk kedalam rumah sederhana itu.


Putra yang tidak peduli hanya diam saja dan tidak memusingkan masalah perjodohan ini karena baginya ini merupakan langkah yang baik untuk melupakan ameli.


Mereka berbincang-bincang diruang tamu membicarakan tentang pernikahan yang akan diadakan tiga hari lagi secara sederhana sedangkan resepsi akan menyusul.


"oh iya pak, calon menantu saya mana kok belum keliatan kasian putra udah penasaran" goda hartono membuat semua tertawa.


Putra hanya diam dan tidak bergeming.


tak lama Ameli pun masuk keluar dari kamarnya dengan menggunakan dress panjang dan kerudung. ia terlihat begitu anggun dan cantik.

__ADS_1


Putra yang melihat sosok yang keluar dari kamar itu langsung berdiri dan kaget tak percaya.


" Ameli, itu kamu" putra kaget.


" Putra, kamu yang akan dijodohkan dengan aku" ameli yang juga tak kalah terkejutnya.


Sedangkan kedua orangtua mereka tertawa melihat ekspresi keduanya yang terkejut dan tak percaya.


" Maafkan kami tidak memberitahu kalian, tapi kami sengaja merahasiakannya" hartono memberitahu yang sebenarnya.


Putra pergi keluar dari rumah ameli, ameli pun mengejar putra ikut keluar.


" Put" panggil ameli pelan


" Kenapa kamu hadir dalam hidup aku lagi ameli" putra menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap ameli.


" aku juga tidak put, ini takdir" ameli menatap putra dalam


" kamu wanita egois, apakah kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau sekarang atau kamu akan mencampakan aku nanti" nada suara putra meninggi membuat ameli ketakutan dan hanya mampu meneteskan air matanya.


" tidak usah menangis itu tidak akan memperbaiki apapun" putra menurunkan nada suaranya meninggalkan ameli dan masuk kedalam.


aku akan membalas semua sakit hatiku selama ini ameli, aku membuat semua berbalik padamu.putra


Ameli melihat punggung putra yang semakin jauh darinya, ia menghapus air matanya dan menyusul putra masuk ke dalam rumah lagi.


apakah putra akan menolak pernikahan ini? jika ia menolak nya aku paham kamu begitu tersakiti empat tahun yang lalu. tapi aku bisa apa. Ameli seraya berjalan masuk.


" eh nak putra, ayo duduk dulu" ucap hendra menyuruh putra duduk.


putra tersenyum seraya duduk, tak lama ameli juga sudah kembali dan duduk disamping ibunya.


" Bagaimana nak putra, apakah nak putra menerima perjodohan ini?" hendra menatap lekat putra.


" Saya menerima perjodohan ini paman" semua orang disana mengucap Alhamdulillah tapi tidak dengan ameli.


mengapa putra menerima perjodohan ini, bukannya tadi ia sangat marah dan seolah tak ingin melihatku.


" baiklah kalau begitu, kita akan sibuk beberapa hari ini menyiapkan pernikahan putra dan ameli" hartono senang


" wah senangnya sebentar lagi kita bisa nimbang cucu ya bu siska" goda mirna menatap ameli dan putra.


Baik ameli dan putra hanya diam mendengarkan perbincangan orangtua mereka. mereka berdua berada dalam pikirannya masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2