
Setelah selesai makan malam bersama, ameli dan Putra ijin kepada mirna dan hartono untuk pamit pulang ke kossan mereka masing-masing karena besok mereka harus kuliah.
" Pa ma putra sama ameli pulang dulu yah, nanti besok lusa pulang ke rumah deh putra janji" ijin putra kepada kedua orangtuanya. Putra pun berjanji kepada mamanya akan pulang besok lusa karena melihat mukanya mamanya yang manyun mendengar putra yang pamit untuk kembali ke kossannya.
" Sayang kenapa kamu nggak tinggal di rumah aja sih sama mama sama papa, mama sama papa kan cuma punya kamu" ujar mirna yang selalu saja seperti itu kalau putra akan kembali ke kossannya.
" Putra mau mandiri ma, Lagian kalo dirumah putra juga jarang ketemu sama mama dan papa kan" jawab putra lembut sembari merangkul mamanya. putra memang jarang bertemu dengan kedua orangtuanya meskipun ia tinggal di rumah karena kedua orangtuanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Hartono sibuk dengan urusan bisnisnya sedangkan mamanya adalah seorang desainer ternama yang sering berpergian kemana-mana.
Ameli dan Hartono tersenyum secara bersamaan melihat kedekatan antara putra dan mamanya yang begitu hangat.
" Udah ma, Kasian tuh Putra dipeluk terus nanti nggak bisa nafas lagi putranya" Celetuk hartono meledak istrinya karena terus memeluk putra seakan-akan tak mau ia lepaskan.
"Ih papa, yah nggak apa-apa dong, sama anak sendiri juga" jawab mirna cepat seraya melepas pelukannya dan beralih memeluk ameli.
" Semoga kamu berjodoh dengan putra yah nak, kamu anak yang baik" bisik mirna ke telinga ameli yang membuat ameli tersenyum kecil.
Setelah mereka bercengkrama sebentar yang terdapat beberapa drama perpisahan itu. Akhirnya ameli dan putra pulang juga.
*****
Pagi ini ameli bersiap untuk pergi ke kampus, ia berencana menceritakan semua yang terjadi pada dirinya termasuk juga tentang putra. ia ingin meminta pendapat teman-teman baiknya itu. Karena ameli bingung, Apakah ia akan terus melanjutkan hubungannya dengan Putra atau tidak mengingat kedua orang tua putra tidak mendukung jika putra dan ameli berpacaran dengan alasan tidak mau mereka masuk dalam kubangan dosa.
Sesampainya di kampus langsung masuk kelas dan mengikuti kelas tersebut. Selama mengikuti kelas ameli tidak terlalu fokus karena ia tidak sabar untuk menceritakan semuanya pada tiga temannya itu. Begitu kelas selesai ameli langsung mendekati lyna, Septi, dan Siti.
__ADS_1
" Gaes gue mau curhat nih" ujar ameli dengan gaya manjanya.
" Curhat apa ni mel jangan-jangan tentang kak dwiki yah" goda septi yang tidak tahu tentang hubungan ameli dengan putra.
" Ih bukan tau, ini tentang Putra" sahut ameli mengagetkan tiga temannya seketika.
" Maksudnya Putra temen SD lo dulu mel?" tanya Siti yang hanya mengetahui kalau putra teman ameli sewaktu SD.
" Iya Sit, tapi aku tuh nggak temenan sama Putra dulu cuma satu SD doang" jelas ameli.
" Tapi bukan itu sekarang masalahnya" sambung ameli dengan muka lesu.
"terus apa mel? cepetan cerita udah penasaran nih gue" tanya septi penasaran.
" What!!!" teriak tiga temannya bersamaan.
" lo udah pacaran sama si putra kok kita nggak di kasih tau mel" tanya septi yang merasa tak percaya akan apa yang ia dengar barusan.
" aduh belom selesai ngomong juga, bukan itu masalahnya. Tapi gue mau dinikahkan sama putra" sambung ameli lagi melanjutkan penjelasannya tadi.
" What!!! nikah!!!" ucap tiga temannya lagi secara bersamaan.
"Kok bisa sampe mau dinikahkan sih mel? kalian kan masih muda banget" tanya lyna yang sedari tadi sudah penasaran.
__ADS_1
Ameli bingung mau menceritakan darimana.
"Jadi gini orang tuanya putra nggak suka kalo gue sama putra pacaran apalagi sampai bertahun-tahun karena mereka nggak mau gue sama putra berlumuran dosa jadi mereka mau gue sama putra nikah muda" jelas ameli kepada tiga temannya yang menatap ameli dengan serius.
" Ya udah tinggal tolak aja sih mel, lagian kan kalian masih kuliah" celetuk siti cepat.
" Tapi kalo gue nggak segera nikah sama putra, gue harus putus sama putra" jelas ameli lesu seraya menundukkan kepalanya.
" Iya nggak apa-apa lah mel kalo putus, percaya deh sama gue kalo jodoh nggak bakal kemana kok" ujar Siti lagi memberi saran kepada ameli.
Ameli hanya diam dan memikirkan kata-kata teman-temannya tadi. ia bingung harus bagaimana. Apa gue putus kali yah sama sih putra? lagian kan gue juga nggak siap buat nikah muda, gumam ameli dalam hati.
*****
Putra yang tengah duduk di sebuah ruangan yang tak lain adalah ruang kelas yang ia ikuti. Meskipun kelas telah usai namun putra masih duduk termenung sendirian di sana. Pikirannya dipenuhi oleh sosok ameli.
Gue nggak mau kehilangan kamu ameli, gue udah terlalu cinta sama kamu. Tapi untuk nikah muda adalah hal yang sulit bagi kita, tapi jika tidak kita tidak boleh berpacaran lagi.
" Oh tuhan" ucap putra seraya mengusap mukanya kasar. ia tak siap untuk melepas ameli tapi ia juga tak siap untuk menikah.
Putra yang terlihat sangat kacau karena dihadapkan pilihan berlumur akan dosa atau menikah muda. Karena ia tahu betul dengan orang tuanya yang sangat mengedepankan urusan agama.
" Aku harus segera bertemu dengan ameli" ucap putra pelan meskipun sebenarnya ia tidak tau harus berkata apa saat bertemu dengan ameli nanti.
__ADS_1
Ia langsung mengambil hpnya dan segera menghubungi ameli. Ia meminta untuk bertemu dengan ameli di sebuah cafe dekat kampus mereka dan ameli pun mengiyakan karena memang ameli sendiri pun ingin mengatakan keputusan yang sudah ia ambil.