
" kamu doyan apa laper sih mel" goda putra karena melihat aksi ameli yang begitu bersemangat melahap es krimnya sendok demi sendok itu.
" udah lama banget aku nggak makan es krim pun sampe lupa rasanya makan es krim gimana" cengir ameli menjawab godaan putra yang tengah menatapnya gemas.
" Ya udah makan yang banyak jangan sampe tersisa yah" perintah putra seraya tersenyum kecil.
" atau mau aku pesenin lagi es krimnya?" sambung putra agar ameli merasa puas memakan es krim.
" eh nggak usah put ini aja udah banyak banget kok" jawab ameli yang merasa tidak enak dan juga ia sudah merasa puas dengan es krim yang ia makan.
" Kamu nggak usah nggak enak gitu mel, uang aku masih banyak kok kalo cuma buat beliin kamu es krim doang" celetuk putra sambil tertawa kecil menggoda ameli.
ameli yang merasa kalo ia sedang digoda oleh putra pun menanggapi hal tersebut dengan balik menggoda Putra.
" Ih bukan gitu, aku takut kalo aku jadi gemuk terus kamu kabur lagi" goda ameli balik yang membuat tawa putra pecah.
" Yah nggak lah, mau kamu gemuk kayak balon udara juga aku tetep sayang sama kamu kok" goda Putra lagi yang seketika membuat pipi ameli memerah.
" ih udah ah, kamu mah nggak seru" ucap ameli takut putra menyadari kalo jantungnya sedang berdetak kencang saat mendengar ucapan putra tadi.
Padahal putra sudah mengetahui kalo ameli sedang tersipu malu karena godaannya tadi bagaimana tidak tiba-tiba saja pipi ameli langsung memerah ketika ia menggodanya tadi. Namun, sikap ameli yang seperti itu lah yang membuat putra senang menggoda ameli sampe ia mati gaya.
" udah nggak usah malu kayak gitu mel, kasian muka kamu udah merah kayak tomat" goda putra untuk kesekian kalinya.
" Apaan sih, muka aku merah kayak gini tuh gara-gara disini tuh panas aja" jawab ameli mengelak padahal memang benar yang dikatakan putra.
Putra yang mendengar jawaban ameli pun langsung mengembangkan senyum lebarnya.karena bagaimana mungkin disana panas sebab di toko es krim tersebut terdapat sebuah pendingin ruangan yang menurut putra itu cukup dingin.
" orang disini ada pendingin ruangannya juga, masa iya bisa panas haha" goda putra lagi sambil menatap ameli yang semakin salah tingkah.
" ih ngeselin banget sih kamu, pokoknya sekali panas yah tetap panas" kesal ameli karena terus-menerus digoda oleh Putra.
" Iya deh emang panas kalo gitu" ucap Putra agar ameli tidak salah tingkah lagi.
Ameli dan Putra pun lanjut makan es krim mereka dengan penuh kebahagiaan yang menyelimuti hati mereka.
__ADS_1
Setelah selesai makan es krim, Putra dan ameli pun bergegas untuk pulang karena memang hari yang sudah semakin sore. Ditengah perjalanan Putra melihat sosok wanita yang ia sangat kenal sedang membeli bunga di sebuah toko bunga ternama disana.
" Mama" ucap Putra pelan seraya melajukan mobilnya ke arah toko bunga itu.
" Hah apa Put, kamu barusan ngomong apa?" tanya ameli yang tidak mendengar dengan baik apa yang dikatakan putra barusan.
" eh kok kita ke toko bunga sih put?" tanya ameli lagi yang melihat Putra membelokkan mobilnya kearah toko bunga.
" Itu mel ada mama aku di sana, aku mau nyamperin mama sebentar" jawab Putra menatap ameli sebentar.
" aku nggak ikut nemuin mama kamu yah Put, aku nggak berani" ucap ameli pelan.
Selama ini ameli memang tau akan keluarga Putra. Namun, untuk bertegur sapa atau pun hanya melihat mereka saja ameli tidak berani apalagi bertemu dengan orang tua putra merupakan tantangan besar bagi ameli. Karena ia tahu siapa keluarga Putra yakni orang yang mempunyai kekuasaan dan kekayaan yang ameli sendiri tak berani membayangkannya.
" nggak apa-apa mel, mama aku baik kok dia nggak bakalan gigit kamu" pungkas Putra meyakinkan ameli karena ia ingin memperkenalkan ameli kepada mamanya.
Putra memang pernah beberapa kali menceritakan tentang ameli kepada mamanya termasuk perasaannya pada ameli. Putra memang cukup dekat dengan mirna mamanya, karena memang putra merupakan anak cowok satu-satunya di keluarga Putra dan menjadi harapan Hartono papanya untuk meneruskan perusahaan keluarganya.
" Aduh tapi aku takut mama kamu marah lagi karena kamu jalan sama aku yang jelas-jelas nggak sepadan sama kamu Put" jelas ameli semakin gugup karena mobil yang mereka kendarai semakin mendekat toko bunga yang ada mirna mamanya Putra.
" Ih main cerita aja kamu" celetuk ameli cepat sambil mengerucutkan bibirnya.
Putra pun memarkirkan mobilnya dan mengajak ameli menghampiri mamanya untuk sekedar menyapa mirna sekaligus Putra mau mengenalkan ameli secara langsung kepada mamanya.
" Hai ma" sapa Putra sembari mencium pipi dan memeluk mamanya.
" Assalamualaikum tante" sapa ameli mengikuti Putra seraya mencium tangan mirna.
" Waalaikumussalam" jawab mirna lembut mengembangkan senyumnya seraya mengelus kepala ameli sebentar.
" Ini ameli yang sering kamu ceritain yah Sayang" tanya Mirna kepada Putra.
" Iya ma ini ameli yang pernah Putra ceritain ke mama" jawab putra sambil tersenyum lebar.
Ameli hanya tertunduk malu dan diam, karena ia bingung harus melakukan apa dan berkata apa ia sungguh salah tingkah. Bahkan untuk memperkenalkan diri saja ia tak berani rasanya.
__ADS_1
"Cantik banget kamu nak, Beruntung Putra kenal sama kamu sayang" ucap Mirna sambil terus menatap ameli yang ada dihadapannya.
" Makasih tante, tapi..." jawab ameli namun belum sempat ameli melanjutkan perkataannya tiba-tiba Putra memotong kalimatnya.
" Dia emang agak pemalu ma kalo sama orang yang belum begitu akrab aku aja sering di cuekin sama ameli" celetuk Putra membuat mirna tertawa kecil mendengar penjelasan anaknya itu.
" Kamu yang sabar ya Ameli ngadepin Putra yang suka nggak jelas kayak gini, tapi dia sebenarnya baik dan perhatian kok" ucap mirna memberikan petuah kepada ameli yang disambut senyuman manis oleh ameli, begitupun dengan Putra yang hanya diam seraya tersenyum lebar.
" oh iya kamu itu satu-satunya cewek yang dikenalin putra ke tante loh, selama ini Putra nggak pernah ngenalin cewek manapun ke tante" jelas mirna sambil yang semakin membuat ameli salah tingkah bahkan pipi ameli langsung memerah seperti biasanya.
Putra yang mulai menyadari kalo ameli yang salah tingkah pun meminta ijin kepada mamanya untuk mengantarkan ameli pulang.
" Oh iya ma ini kan udah mau sore, Putra mau nganter ameli Pulang dulu yah entar ke maleman lagi" ucap putra lembut kepada mamanya.
" Ya udah kalo gitu hati-hati yah sayang, jagain ameli" jawab mirna sambil mengelus bahu Putra.
" oh iya nak kalo bisa besok kamu pulang ke rumah ya, Papa kamu udah kangen sama kamu katanya dia mau makan malem sama kamu, sekalian ajak ameli juga yah" tambah mirna yang menyampaikan pesan suaminya yang memang sudah lama tidak bertemu dengan anaknya itu karena kesibukkannya dan juga Putra yang memang lebih memilih untuk mengekos dengan alasan ia ingin mandiri.
" Iya mah, nanti besok Putra pulang sekalian kenalin ameli ke papa" jawab putra sambil tersenyum kecil seraya menatap ameli.
" gimana ameli sayang kamu mau kan?" tanya mirna kepada ameli yang hanya diam saja.
" i..iya tante ameli mau kok" jawab ameli gugup karena ia merasa tidak enak jika menolak permintaan mamanya Putra.
" Yaudah kalo gitu Putra sama ameli pamit dulu ya ma" sambung Putra seraya mencium tangan mamanya.
" Ameli juga pamit ya tante, assalamualaikum" ucap ameli juga sambil mencium tangan mirna lembut.
" waalaikumussalam, hati- hati ya nak" jawab mirna lembut.
" Iya ma" sahut Putra sambil melambaikan tangannya.
Ameli dan Putra pun memasuki mobil dan melaju menjauh dari toko bunga tersebut. Hari ini merupakan hari yang penuh kejutan bagi ameli karena ia pertama kali bertemu langsung dengan mamanya Putra namun ia merasa senang karena perlakuan mamanya putra yang baik kepadanya.
to be continue yah
__ADS_1