
Hari ini Ameli mengenakan Baju biru pastel yang ia padukan dengan kulot putih serta kerudung berwarna biru dongker. serta memakai flat shoes warna biru dongker. Tak lupa ameli juga merias wajahnya dengan polesan make up tipis yang membuatnya terlihat tambah cantik dan anggun. Ameli sengaja berdandan agar dia dapat menyesuaikan dengan lingkungan keluarga putra karena ameli diundang mama putra untuk makan malam bersama.
Setelah selesai bersiap ameli menunggu Putra diteras kossannya karena Putra yang akan menjemputnya sebentar lagi.
Tak lama Putra pun tiba dengan menaiki mobil mewahnya itu. Putra langsung turun mengitari mobilnya karena akan membukakan pintu mobil untuk ameli yang sudah menjadi kebiasaannya melayani ameli.
Ameli pun melangkah masuk ke dalam mobil seraya mengucapkan terimakasih atas perhatian Putra kepadanya.
" Makasih" ucap ameli lembut seraya masuk ke dalam mobil.
" Ini kan udah kewajiban aku untuk melayani masa depan aku" goda putra menjawab ameli dengan perasaan bahagia.
Putra pun kembali mengitari mobilnya dan menyusul ameli masuk kedalam mobil.
Di dalam Mobil Putra sesekali menatap ameli, ia merasa begitu terpesona dengan kecantikan ameli karena baru kali ini ia melihat ameli berdandan yang membuat Ameli yang memang sudah cantik terlihat tambah cantik saja.
" Hari ini kamu cantik banget mel" ujar Putra jujur seraya mengembangkan senyumnya yang membuat ameli salah tingkah.
" Iya dong emang kamu baru sadar kalo aku tuh cantik" jawab ameli bercanda seraya tertawa kecil menatap putra.
"enggak gitu, tapi seriusan deh kau hari ini tuh tambah cantik aja" goda putra membalas candaan ameli tadi.
Ameli hanya diam dengan mengerucutkan bibirnya lucu. Tiba-tiba ameli merengut kan wajah cantiknya karena ia merasa sangat gugup akan bertemu dengan orang sekelas Hartono yang sangat terhormat di matanya.
Putra yang menyadari perubahan sikap ameli pun merasa penasaran kenapa ameli tiba-tiba menjadi diam dan memasang wajah lesu.
" Kamu kenapa mel, kok lesu gitu?" tanya putra penasaran melihat ameli yang tiba-tiba diam dan lesu itu.
__ADS_1
" aku takut pun buat ketemu keluarga kamu, kamu kan tau aku hanya...." ucap ameli terhenti karena putra langsung memotong ucapannya.
Putra mengerti akan perasaan ameli pun langsung memotong perkataan ameli.
" nggak usah takut mel, papa ku itu nggak pernah melihat orang dari status sosial yang mereka miliki. Papa melihat seseorang dari sikap dan sifat mereka mel" jelas putra seraya menatap ameli yakin.
" tetep aja aku nggak nyaman put, nggak setara aja rasanya" ucap ameli lirih seraya menggigit tipis bibir bawahnya.
" Mau setara atau enggak aku nggak peduli mel, yang penting itu adalah kamu" ujar putra serius kepada ameli. Karena menurutnya ameli adalah sosok yang tak mungkin tergantikan.
" Makasih ya Put kamu begitu tulus menyayangi aku meskipun aku belum memberikan jawaban ku atas perasaanmu" balas Ameli lembut.
" Udah bisa sama-sama kamu aja aku udah seneng kok mel, dan lagian tanpa menunggu jawaban dari kamu aku udah anggap kamu itu sebagai calon pendamping hidup aku" ujar putra serius sambil sesekali menatap ameli karena memang putra yabg sedang menyetir.
" Aku mau kok put, aku juga sayang sama kamu" jawab ameli malu seraya menundukkan kepalanya.
Putra hanya diam dan mengembangkan senyum diwajah tampannya. Mendengar perkataan ameli tadi rasanya putra ingin melompat-lompat dan berteriak memberitahu dunia kalau ameli juga menyayanginya. Tapi hal itu hanya ia pendam karena ia ingin meluapkannya diwaktu makan malam nanti.
Sekitar satu jam perjalanan, akhirnya mereka tiba di kediaman mewah keluarga Hartono. Ameli yang tak heran lagi melihat penampakan rumah mewah itu langsung turun dari mobil setelah Putra membukakan pintu untuknya.
Jantung ameli serasa akan melompat keluar saja sangking gugupnya. Putra mengajak ameli masuk dengan menyuruh ameli berjalan di sampingnya. Ameli merasa heran melihat ekspresi wajah putra yang berbinar-binar dengan terus menyunggingkan senyum manis diwajah tampannya itu.
" Kamu kenapa sih Put kok senyum-senyum sendiri gitu" tanya ameli pelan sambil terus mengikuti langkah Putra masuk kedalam rumah.
" nggak kenapa-kenapa, cuma pengen senyum aja" jawab putra santai sembari terus tersenyum sendiri.
Ameli hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah aneh Putra.
__ADS_1
Disebuah sofa sudah duduk kedua orang tua yang tak lain adalah Hartono dan Mirna. Mereka memang sudah menunggu kedatangan Putra dan Ameli.
" Assalamualaikum pa ma" ucap Putra sambil menyalami kedua orang tuanya itu.
" Assalamualaikum juga om tante" ucap ameli seraya menyalami kedua orang tua ameli.
" Waalaikumussalam" jawab orang tua Putra seraya mengembangkan senyum mereka kepada Putra dan ameli.
" kamu kenapa Put, kok seneng banget kayaknya?" tanya Papa Putra melihat putra yang tak berhenti tersenyum.
" Sekarang Ameli dan Putra udah pacaran pa" jawab putra membuat tawa kedua orang tuanya pecah.
Mirna dan Hartono merasa senang melihat satu-satunya anak mereka merasa senang. sedangkan ameli tersipu malu dan salah tingkah mendengar ucapan putra.
" oh jadi ini yang namanya Ameli, pantesan Putra tergila-gila" celetuk Hartono seraya menatap ameli dengan tatapan bahagia.
" emang Putra sering cerita tentang ameli yah om?" tanya ameli sopan karena penasaran.
" Setiap pulang putra selalu menceritakan tentang kamu ameli, bahkan ia bersikeras menyuruh om dan tante mengundang kamu untuk makan malam bersama" jelas Hartono memberitahu ameli tentang rahasia dibalik rencana makan malam ini.
" Bahkan Putra sampai minta tante untuk menyiapkan menu kesukaan kamu loh sayang" celetuk mirna menceritakan tentang kelakuan anak lelakinya itu.
Ameli, Hartono, dan Mirna pun tertawa membicarakan kelakuan putra yang begitu perhatian terhadap ameli. Sedangkan putra hanya diam tersipu malu karena semua rahasianya di bukak oleh kedua orang tuanya.
" Ya ampun berarti Putra bohong dong tante sama ameli dia bilang om dan tante yang mengundang ameli" goda ameli seraya menatap usil putra yang sudah tersipu malu itu.
Ketiganya pun tertawa melihat ekspresi putra yang gugup dan salah tingkah itu. Semakin banyak mengobrol dengan kedua orang tua Putra ameli merasa nyaman dan menyatu dengan keluarga putra. Putra pun yang melihat keakraban ameli dengan orang tuanya pun tersenyum bahagia.
__ADS_1
to be continue yah
nanti bakalan ada Makan Malam Bersama 2 lanjutan ini.