
Selepas mandi dan sholat Maghrib Ameli membuka hpnya dan ia melihat chat yang lumayan banyak dari Putra.
~ameli kok nggak dibales sih? lagi sibuk yah~
~nanti kalo udah selesai urusannya bales chat aku yah😊~
~P~
~Q~
~R~
~S~
~T~
~U~
~V~
" Ya ampun ini anak malah nyepam gini nggak sekalian sampe z aja" gumam ameli lirih namun tidak bisa dibohongi perasaannya sangat senang terbukti senyumnya mengembang diwajahnya yang manis itu.
~Nggak usah nyepam juga kali~ Balas ameli karena melihat ulah teman satu sekolahnya itu saat SD.
Di kossannya Putra yang baru pulang dari masjid selesai sholat Maghrib, langsung mengembangkan senyumnya begitu melihat balasan dari ameli, entah mengapa senyumnya mengembang dengan sendirinya walaupun hanya dibalas singkat dan terkesan judes.
~Alhamdulillah akhirnya dibales juga~ balas Putra cepat dengan perasaan yang ia juga tak mengerti.
~ berasa dapat uang satu karung yah, sampe ngucap Alhamdulillaah segala~ jawab Ameli cepat
~kalo ini mah berasa dapet berlian satu truk wkwk~
entah mengapa ameli yang biasanya lama dan males untuk membalas chat meskipun itu orang yang dekat dengannya. tapi kali ini ia juga bingung kenapa ia nyaman saat chatting dengan Putra.
__ADS_1
mereka berdua pun chatting-an sampai larut malam dan membicarakan hal-hal konyol serta berbagai topik yang membuat mereka berdua senyum-senyum sendiri.
******
Pukul 04.30 WIB
Alarm hp membangunkan Putra dari tidurnya yang lelap setelah semalaman ia chatting-an dengan ameli. Dengan malas Putra turun dari ranjangnya dan bergegas ke kamar mandi untuk bersiap sholat subuh.
Sebelum berangkat ke masjid Putra ingat akan ameli, dan ia berniat untuk mengingatkan ameli untuk sholat subuh.
~hai Ameli jangan lupa sholat subuh yah~
Ameli yang sudah bangun dan sudah bersiap untuk sholat subuh melihat notifikasi pesan dari Putra membuat ia tersenyum kecil namun ia hanya membaca pesan tersebut dan bergegas untuk melaksanakan sholat subuh.
Sejak hari itu Ameli dan Putra sering berkomunikasi lewat chatting dan telpon hampir setiap hari. Tanpa mereka sadari perasaan saling suka dan menyayangi serta rasa nyaman tumbuh di hati mereka karena intensnya komunikasi mereka berdua.
*****
2 bulan kemudian
Seperti biasa untuk berangkat ke kampus ameli selalu mengandalkan angkot sebagai kendaraannya menuju kampus. Namun, sialnya hari ini tidak ada angkot yang lewat setelah ia menunggu hampir setengah jam.
" Ya ampun mana sih nih angkot nggak lewat - lewat dari tadi" gerutu Ameli yang sudah kesal.
" Masa iya tiba-tiba semua angkot lagi rusak sampek nggak ada satu pun, terpaksa deh naik ojek tapi ongkosnya kan lumayan kalo naik ojek" tambah Ameli yang masih merasa kesal dengan keadaan karena ia harus mengeluarkan uang lebih untuk naik ojek. padahal keuangannya sudah mulai menipis.
Sebuah mobil BMW hitam berhenti tepat di depan Ameli.
" Hai Ameli, lagi nungguin angkot yah?" sapa Putra yang tak sengaja melihat Ameli berdiri di pinggir jalan dengan muka lesu.
Ameli yang tak menyangka kalau mobil yang berhenti di depannya itu adalah mobil Putra.
" Iya nih angkotnya pada sakit hari ini" jawab ameli sekenanya.
__ADS_1
jawaban ameli yang singkat namun sangat lucu itu membuat Putra tertawa kecil apalagi melihat ekspresi kesal dan lesu yang ditunjukkan ameli.
" yaudah ikut aku aja mobil aku sehat kok" tawar Putra seraya tersenyum manis berharap ameli ikut dengannya.
" nggak usah, entar ngerepotin lagi" jawab ameli tidak enak.
" nggak kok nggak ngerepotin, aku juga mau ke kampus kok . jadi satu arah" Sambung Putra meyakinkan ameli.
Ameli mulai tertarik dengan tumpangan yang ditawarkan Putra karena menurutnya itu dapat menghemat uangnya plus ia juga bisa merasakan naik mobil mewah wkwk.
" Yaudah deh boleh, makasih yah" ucap ameli tersenyum kecil ke arah Putra.
Putra pun membukakan pintu mobilnya untuk ameli dan ameli pun menurut.
Di dalam mobil ameli atau pun putra bingung mau memulai pembicaraan dari mana. namun akhirnya, Putra lah yang berinisiatif memulai pembicaraan.
" Kamu suka nggak sama aku mel?" tanya Putra membuka pembicaraan dengan nada bercanda namun sebenarnya dalam hati ia benar-benar ingin tau, setelah mereka intens berkomunikasi beberapa waktu ini.
" Suka kok, suka banget malahan nggak ada yang lain selain kamu haha" jawab ameli yang juga membalas dengan candaan.
" Nggak usah ketawa-ketawa gitu entar suka beneran loh kamu sama aku " balas Putra kembali menggoda ameli yang tengah tertawa kecil.
" iya gak papa lah " goda ameli membalas celetukan Putra. walaupun sebenarnya ia pernah menyukai Putra saat masih kecil dulu.
" aku juga suka kok sama kamu bahkan aku cinta banget sama kamu dari dulu malah, tapi aku malu buat ngungkapin" tambah Putra dengan raut muka yang berubah menjadi serius itu seketika membuat suasana dalam mobil itu berubah.
Ameli tersontak kaget dengan perkataan Putra yang tiba- tiba dan begitu serius itu mampu membuat jantungnya meronta-ronta seperti akan keluar saja.
" jangan bercanda gitu dong, aku jadi maku tau" ucap ameli membalas dengan nada yang masih bercanda karena ia masih tak percaya dengan perkataan Putra.
Putra tiba-tiba menghentikan mobilnya di tepi jalan yang sebenarnya hampir tiba di kampus mereka.
"Amalia Ayu aku tuh lagi serius sekarang, aku beneran suka dan cinta sama kamu mel" Ucap Putra dengan nada serius dan didukung ekspresi yang juga tak kalah serius sambil menatap ameli.
__ADS_1
Sebenarnya Putra ingin menggenggam kedua tangan ameli untuk meyakinkan ameli namun ia tahu ameli tidak mau bersentuhan dengan yang bukan makhromnya.