
Saat tengah asik mengobrol di ruang keluarga, seorang pelayan di rumah tersebut memberitahu sang majikan kalau hidangan untuk makan malam sudah siap.
"Permisi tuan, makan malamnya sudah siap" ujar bik arni sopan, memberitahu majikannya.
" Oh iya makasih ya bik" ucap Hartono seraya tersenyum kepada bik arni yang sudah mengabdi untuk keluarga nya hampir 10 tahun.
" Mari kita makan" ajak Mirna seraya menggandeng tangan ameli lembut.
Mereka berempat pun berjalan menuju meja makan yang berada tak jauh dari tempat mereka berada.
Sesampainya di meja makan, ameli kaget melihat ada makanan kesukaannya yaitu gado-gado. Ameli pun tersenyum kecil melihat perhatian keluarga putra kepadanya sampai-sampai menyiapkan makanan favoritnya itu.
Putra yang menyadari tingkah ameli yang senang karena melihat gado-gado pun langsung menggoda ameli di depan orang tuanya.
" Ma gado-gado nya buat aku semua yah, soalnya putra udah lama banget nggak makan gado-gado" ucap Putra sambil melirik ameli yang mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Putra.
" Udah ah kamu nggak usah jailin ameli terus, ayo duduk nanti makanannya kabur lagi" celetuk mirna menghentikan aksi jail putra.
Mereka pun duduk di meja makan yang besar itu dan terdapat banyak makanan. Mereka menyantap makanan yang terhidang di meja seraya mengobrol dan bercanda.
__ADS_1
" Oh iya ameli, tante seneng banget Putra bisa kenal sama wanita sebaik kamu, tante sama om bahkan langsung menyukai kamu saat pertama kali putra menceritakan tentang kamu sayang" ucap Mirna mencurahkan isi hatinya karena selama ini Putra tidak pernah menceritakan tentang wanita lain selain ameli.
" Makasih tante" ucap ameli lembut seraya melemparkan senyum manisnya.
" Ameli juga merasa senang bisa kenal dengan om dan tante. om dan tante udah baik banget sama ameli" sambung ameli menjelaskan rasa bahagia nya bisa lebih akrab dengan mereka.
" Oh iya nak kalo kamu butuh sesuatu, jangan sungkan-sungkan minta tolong sama om. Om sudah menganggap kamu sebagai anak om juga" Tambah Hartono yang juga merasa senang dengan hubungan Putra dan ameli.
"Wah mama sama papa kayaknya sejak kenal sama ameli udah lupa sama anak sendiri" ujar putra menggoda kedua orangtuanya.
" Makanya kamu cepet-cepet nikah sama ameli Put biar mama sama papa bisa nimang cucu" ujar mirna membalas candaan putra tadi.
Mendengar hal yang diucapkan Mirna, Ameli dan Putra yang sedang makan pun tiba-tiba langsung tersedak dan batuk kecil karena kaget akan perkataan Mirna.
" Apaan sih ma pa, Putra dan ameli t masih muda banget. Masih 18 tahun mau masuk 19 tahun" jawab putra karena merasa tidak masuk akal akan perkataan kedua orang tuanya.
Sedangkan ameli hanya diam dan salah tingkah. Masa iya aku nikah muda, terus gimana nasib kuliah aku, aduh amit-amit cabang bayi deh, gumam ameli dalam hati.
" Lah kan nggak ada salahnya nak nikah muda kalau sanggup itu malahan bagus karena akan menghindari dari dosa" tambah Hartono menjelaskan pada putra.
__ADS_1
" Tunggu tiga tahun lagi pa, tunggu ameli dan putra selesai kuliah baru deh papa sama minta cucu ama putra" ucap putra cepat sambil menatap serius mama dan papanya.
" Iya om tante, bener kata putra kita masih sangat muda untuk menikah. Apalagi menikah itu merupakan hal yang sangat sakral" celetuk ameli sopan karena ia juga tidak mau menikah muda.
" Oke deh, Tante tunggu tiga tahun lagi yah calon mantu mama" goda Mirna kepada ameli.
Ameli pun semakin salah tingkah dengan ucapan mirna.
" Tapi apakah kalian akan tetap pacaran selama tiga tahun ini?, kalau tiba-tiba kalian putus gimana" ujar Hartono yang ingin Putra segera menikah karena memang Putra hanya satu-satunya yang menjadi harapannya.
" yah jangan dong pa, jangan sampe putus" celetuk putra seraya berdoa dalam hati kalo ia dan ameli selalu bersama terus.
Ameli dan Putra pun memikirkan kalau mereka akan berpacaran selama tiga tahun maka akan sebanyak apa dosa yang akan mereka tanggung karena berpacaran. Karena baik Putra maupun ameli juga mengerti tentang agama bahkan mereka tidak pernah bersentuhan sama sekali.
" Kalo papa sama mama dateng melamar ameli gimana?" ujar mirna mengagetkan ameli dan Putra.
" ih mama, Putra dan ameli kan belum siap" ujar putra yang merasa belum siap untuk menikah.
" yaudah papa sama mama nggak bakal maksa kalian untuk menikah, tapi kalian harus siap akan dosa karena kalian berpacaran" ujar Hartono serius menatap putra dan ameli.
__ADS_1
Sebenarnya Hartono dan Mirna sudah merencanakan hal ini, yaitu mendesak Putra dan ameli untuk segera menikah karena mereka tidak mau putra terperosok dalam dosa serta karena mereka juga sangat menyukai sosok ameli yang baik.
Kira-kira mereka bakal nikah muda atau nggak yah, atau mungkin mereka akan menunggu tiga tahun lagi