Jodoh Dari Masa Kecil

Jodoh Dari Masa Kecil
Will you marry me Amalia Ayu


__ADS_3

Pagi yang cerah, namun tidak bagi ameli yang harus terkurung di rumah sakit. bangun dari tidur ameli langsung tak bersemangat mengingat ia tak bisa melakukan apa-apa padahal hari ini adalah hari pementasan seni yang ia dan teman-temannya rencanakan.


Mata ameli tertuju pada sofa yang tak jauh dari ranjangnya. Ameli tersenyum kecil melihat putra yang masih tertidur pulas.


dia lucu juga yah kalau lagi tidur kayak gini.


" aduh aku mau ketoilet tapi gimana yah, susternya mana sih" gumam ameli pelan yang tengah menahan rasa ingin pipisnya.


ameli memencet tombol untuk meminta bantuan kepada suster. namun, suster yang ia tunggu tak kunjung datang.


Akhirnya ameli yang sudah tak tahan lagi memutuskan untuk ke kamar mandi sendiri.


"aw..awh aduh kok kaki sama perut aku sakit banget sih" rintih ameli yang berusaha turun dari ranjang.


gubrakkk...ameli terjatuh dari ranjang dan membuatnya merintih kesakitan.


Putra terbangun mendengar keributan di dekatnya. ia langsung terbelalak melihat ameli yang sudah tersungkur ke lantai dan merintih kesakitan.


" Ameli" teriak putra menghampiri ameli.


ameli tak menjawab.


" kamu mau kemana?" tanya putra kesal atas keadaan ameli.


ameli sedikit malu kalau ia sudah kebelet pipis.


" a...aku mau ke kamar mandi"


putra menahan tawanya melihat ekspresi ameli yang malu dan langsung menundukkan kepalanya itu.


" ya sudah biar aku bantu, entar kamu pipis disini lagi" goda putra membuat wajah ameli memerah.


" permisi tuan nona, maaf saya terlambat datang apakah ada masalah nona" suster yang baru saja datang merasa tidak enak.


" suster darimana saja, harusnya anda profesional kalau bekerja apakah anda tau ameli merintih kesakitan" putra meluapkan kekesalannya membuat suster itu tertunduk.


" udah aku nggak apa-apa kok, sus tolong bantu saya ke kamar mandi"


" baik nona"


*****


tok tok...


" Hai ameli" sapa tiga temannya bersamaan dan dibalas senyum hangat oleh ameli.


" kamu kenapa bisa jadi kayak sih mel, atau jangan-jangan ini semua gara-gara orang itu ya" ujar septi yang melirik putra tidak suka.


" Bukan kok sep ini karena kecerobohan aku sendiri, aku udah baikan kok"

__ADS_1


" oh iya mel, kita kasih kejutan loh buat kamu" septi mengerdipkan matanya.


"kejutan apaan" penasaran ameli.


Sosok laki-laki bertubuh tinggi pun melangkah masuk.


" Hai ameli" sembari tersenyum.


" Ka..kak dwiki" ameli terbata dan melirik ke arah putra yang tengah memperhatikan dwiki tidak suka.


" kamu gimana mel, udah baikan?" dwiki mendekat dan meletakkan parcel berisi buah segar ke atas meja kecil disamping ranjang ameli.


" udah baikan kok kak" ameli merasa tidak nyaman.


Putra yang merasa tidak nyaman dengan kehadiran dwiki memutuskan untuk pulang dengan perasaan cemburu.


" Put kamu mau kemana" tanya ameli melihat putra yang akan pergi.


" Pulang, kan udah ada dwiki" jawab putra dingin dan langsung berlalu pergi tanpa memperdulikan ameli.


Ameli hanya diam, ia paham mengapa putra bersikap seperti itu. Meskipun mereka sudah tidak punya hubungan lagi tapi mereka masih saling mencintai.


" Gila dingin banget tu cowok" celetuk septi yang memang lebih setuju ameli dengan dwiki.


" Bukan dingin sep, tapi putra tuh cemburu" jawab siti.


" Hooh keliatan banget dari mukanya sih putra kayak nggak suka gitu lihat kak dwiki" tambah lyna.


Mereka berempat dan dwiki pun asik mengobrol seputar kegiatan kuliah mereka.


*****


Putra memutuskan untuk pulang ke rumah kedua orangtuanya.


" assalamualaikum pa ma" putra lesu menyalami kedua orang tuanya yang tengah bersantai di ruang tengah.


" waalaikumussalam" mirna heran melihat wajah lesu anaknya itu.


" kamu kenapa sayang, nggak biasanya muka kamu di tekuk kayak gitu" tanya mirna khawatir.


" nggak apa-apa kok ma" memendam perasaan nya yang tengah panas.


" Ameli baik-baik aja kan?" tanya mirna lagi sedangkan hartono hanya memperhatikan percakapan kedua orang tercintanya itu.


" baik kok ma" putra masih lesu.


apa aku ngomong aja yah sama mama sama papa kalau aku nggak bisa jauh dari ameli aku nggak mau hubungan ku dengan ameli kayak gini.


" ma pa, putra mau nikahin ameli" putra membulatkan tekadnya.

__ADS_1


" kamu yakin sayang, kalo mama sih terserah kamu aja lagian mama juga suka sama ameli" mirna sangat senang.


Hartono yang mendengar itu pun juga merasa senang karena memang ini keinginannya dari awal. Apalagi hartono dan mirna sangat menyukai sosok ameli.


" papa sama mama tolong lamarkan ameli kepada kedua orangtuanya untuk putra"


" Nak tapi kamu ingat ya pernikahan bukanlah permainan ini merupakan suatu hal yang sangat sakral bukan karena emosi sesaat" nasihat Hartono karena ia tidak mau putra melakukan pernikahan hanya karena emosi sesaat.


" Putra yakin pa, putra cinta ameli tapi putra tidak mau berjalan di jalan yang salah" putra merasa yakin.


" Tapi apakah ameli tahu tentang ini sayang?" tanya mirna lagi.


" dia belum tahu, tapi putra yakin jika memang ameli mencintai putra maka ia akan menerima lamaran putra"


" Ya sudah besok papa dan mama akan datang menemui keluarga ameli dan kamu harus memberitahu ameli langsung" ucap hartono merasa senang.


Sebenarnya putra tidak siap untuk menikah muda namun ia juga tidak siap untuk jauh dari ameli. apalagi melihat ameli bersama dengan dwiki ia sangat tidak menyukainya.


" ya udah pa ma, putra kekamar dulu"


Putra yang tak sabar ingin memberitahu ameli tentang pilihannya ini pun akhirnya memutuskan untuk menelpon ameli.


trrrrtt... trrrrtt....


ameli yang memang tengah memegang ponselnya pun langsung mengangkat panggilan dari putra.


" Halo assalamualaikum put"


" wa.. waalaikumussalam" putra gugup


" ada apa put"


" Mel a...aku mau ngomong sesuatu sama kamu"


" iya ngomong aja put" ameli merasa heran mengapa tiba-tiba putra menelponnya padahal tadi ia bahkan tidak mau melihatnya.


" will you marry me Amalia Ayu, aku putra Hartono Apri mencintaimu seperti aku mencintai diriku sendiri bahkan lebih" putra gugup jantungya seakan akan copot sewaktu itu juga.


Ameli terdiam, tak tau apakah ini benar atau hanya lelucon.


" ka..kamu gila yah put, kamu nggak lagi sakit kan"


" aku serius mel, aku tidak tahan meihatmu dengan pria lain. aku mencintaimu tapi kita tak bisa saling bersama hanya dengan cara ini kita bisa bersama"


" ta...tapi kita kan sudah berjanji tiga tahun lagi put, aku nggak siap" air mata ameli mengalir tanpa bisa ia kendalikan. ia tidak tau apa yang membuatnya meneteskan air mata.


" kamu bisa jawab nanti mel, aku sudah meminta kedua orangtuaku untuk menemui keluarga mu"


" aku mencintaimu" putra menutup sambungan teleponnya.

__ADS_1


Baik putra maupun ameli masih termenung dan memikirkan apa yang akan terjadi.


aku harus bagaimana, apakah aku menerima lamaran putra atau aku menolaknya dan menyesalinya seumur hidupku karena membohongi hatiku sendiri. aku mencintainya tapi apa aku siap untuk menikah muda. pikir ameli yang masih bingung akan keputusan apa yang akan ia ambil.


__ADS_2