Jodoh Dari Masa Kecil

Jodoh Dari Masa Kecil
Tak Sengaja Bertemu


__ADS_3

Setelah selesai mengikuti kelas Ameli izin kepada tiga temannya untuk pergi lebih dulu karena ia harus hadir dalam kegiatan organisasi daerahnya.


" gaes gue duluan yah" Ucap Ameli sambil berangkat dari bangkunya.


" Kamu mau kemana mel?, buru-buru amat baru juga mau ngajak ke kantin" celetuk Septi sambil memanyunkan mulutnya ke depan.


" Aku ada urusan, organisasi kedaerahan gue ngadain rapat buat ngebahas acara yang bakal kami adakan minggu depan" jelas Ameli kepada tiga temannya.


Lyna, Septi, dan Siti mengangguk paham dengan yang dikatakan Ameli. karena mereka juga tahu kalo Ameli memang aktif dalam berbagai organisasi.


" bye" tambah Ameli melambaikan tangan kepada tiga temannya dan disambut senyuman oleh ketiganya.


*****


Angkot berhenti tepat di depan sebuah gedung yang tidak terlalu besar namun cukup rapi dan terawat. Ameli turun dari angkot dan membayar ongkos angkot dan tak lupa mengucapkan terimakasih, karena memang sudah kebiasaan ameli setiap turun angkot dia akan mengucapkan terimakasih kepada mamang angkotnya. Ameli langsung berjalan ke arah gedung tersebut yang ramai oleh anggota-anggota lainnya.


" uh ternyata udah rame aja yang dateng, tumben pada on time banget " gumam Ameli pelan berbicara pada diri sendiri.


" Lagi rajin aja, emang nggak boleh" jawab seseorang dari belakang yang membuat Ameli tersontak kaget karena tidak menyangka gumaman pelannya itu terdengar oleh orang lain dan ia pun refleks menoleh kebelakang.

__ADS_1


" Pu..Put... Putra" ucap Ameli yang masih tak menyangka kalo ternyata yang menjawab gumamannya adalah putra.


" iya aku Putra, emang kenapa?" jawab Putra santai


" nggak apa-apa sih cuman kaget aja kamu juga ada disini" timpal Ameli kikuk karena tak terbiasa berbicara dengan sosok putra.


" Kan kita satu daerah yah wajarlah kalo aku juga ada disini" jawab Putra sembari tersenyum kecil mendengar pertanyaan aneh itu.


" eh btw, baru kali ini loh kita ngobrol. selama ini kita cuma sebatas tau aja dan hanya melihat kamu dari jauh" tambah Putra masih dengan santai namun mulai bersemangat untuk bicara lebih banyak lagi bersama Ameli.


Karena memang selama ini mereka tak pernah bertegur sapa atau pun mengobrol kalau pun bertemu mereka hanya saling diam saja.


" Itu tuh gara-gara kamu tuh sombong cuek-cuek gimana gitu, jadinya aku nggak enak kalo mau ngajak ngajak ngomong" cerocos putra sekenanya, tiba-tiba hanya kalimat itu saja yang terpintas dikepalanya.


" Ya Allah, aku mau nyombongin apa coba. terus nuduh aku cuek lagi" jawab Ameli dengan lembut.


" terus apa dong namanya kalo bukan sombong ama cuek wkwk" sambung Putra sambil cekikikan.


" Aku tuh emang gitu orangnya nggak terlalu muda beradaptasi sama orang, terus kalo sama orang yang nggak terlalu deket aku agak pendiem, tapi kalo udah kenal dan deket malahan aku yang paling rameh dan berisik" jawab Ameli panjang kali lebar dengan raut muka cukup serius menatap putra.

__ADS_1


" berarti aku harus lebih kenal dan deket kamu dong kalo gitu biar kamu berisik dan mau ngomong sama aku hahaha" tambah putra dengan nada bercanda namun sebenarnya ia serius mengatakan itu ia ingin mengenal lebih jauh wanita manis itu.


" nggak boleh, udah ah aku mau masuk duluan" kesal Ameli karena jawaban Putra barusan yang membuat jantungnya berdetak tak karuan.


Putra melihat langkah Ameli yang menjauh masuk kedalam gedung dan diikuti oleh Putra yang juga ingin masuk. Sebenarnya Putra tau kalo Ameli adalah sosok yang periang namun tidak ia tunjukan pada semua orang hanya pada orang-orang yang dekat dengannya saja. mungkin orang yang tidak mengenal Ameli akan menganggap Ameli adalah sosok yang pendiam dan cuek. Namun hal itulah yang membuat Putra merasa tertantang dan tertarik akan sosok Ameli yang cuek dan tidak peduli dengannya.


Sambil berjalan masuk ke dalam gedung Ameli menggerutu dalam hati. " Ya Allah ini nggak mimpikan, tadi itu Putra, ngomong sama aku, nyapa aku, aduh jantung aku kayak udah mau copot tadi ditatap putra kayak gitu" gerutu Ameli dalam hati yang membuat wajahnya memerah seketika.


sesampainya di dalam gedung Ameli memilih untuk duduk dikursi yang sudah disediakan sambil menunggu rapat dimulai. Begitu pun dengan Putra yang juga sudah memasuki gedung langsung duduk dan bergabung dengan beberapa temannya. Sambil bercanda dengan teman-temannya Putra sesekali melihat ke arah Ameli yang juga sedang mengobrol dengan beberapa wanita di sekeliling Ameli.


Ameli yang merasa ada seseorang yang memperhatikannya langsung mencari-cari siapa yang sedang memperhatikannya. Matanya pun melihat ke arah sebelah kanannya dan mendapati putra sedang menatapnya. Mata Ameli dan Putra pun bertemu namun keduanya langsung mengalihkan arah pandangan mereka ke sembarang arah.


Tak lama kemudian seseorang dari depan dengan menggunakan microphone meminta semua anggota organisasi kedaerahan itu untuk berkumpul dengan rapi dan memulai rapat yang akan membahas acara untuk memperkenalkan kesenian daerah mereka yang akan diadakan minggu depan. Semuanya pun memperhatikan dengan seksama termasuk juga Putra dan Amalia.


**To be continue


Gaes dukung author dong dengan cara vote dan like yah gaes😊


author janji bakal up terus tiap hari buat kalian**

__ADS_1


__ADS_2