
Setibanya di cafe Putra duduk di kursi dekat jendela kaca besar. Putra pun juga sudah memesan minuman untuknya dan ameli.
apa yang harus aku katakan pada ameli, aku tidak mau melepasnya. gumam putra.
Tak lama seorang wanita cantik yang mengenakan hijab langsung menghamburkan pandangannya mencari sosok yang ia cari.
Matanya pun terhenti ke arah jendela kaca besar yang sudah ada sosok putra yang tengah duduk dan tampak gelisah. ameli pun melangkah menghampiri putra.
" Putra" ucap ameli membuyarkan lamunan putra.
" Eh ameli, kamu udah dateng" ujar putra cepat seraya mengembangkan senyumnya.
" Silahkan duduk ameli" sambung putra.
Ameli pun duduk setelah di persilahkan putra.
" eh kamu udah pesenin minum aja put, makasih yah" ucap ameli melihat minuman dingin yang sudah tersaji di meja yang tempati.
" Iya sama-sama mel, aku pesenin minuman kesukaan kamu es matcha" sahut putra.
Ya Allah put segininya kamu perhatian sama aku, aku nggak siap buat kehilangan kamu. tapi bener kata siti kalo kita jodoh insyaallah kita akan dipersatukan dalam ikatan yang halal.
" Mel...a..aku mau ngomong sesuatu sama kamu" ucap putra terbata-bata
Ya Allah semoga keputusanku ini adalah yang terbaik, dan semoga ini adalah keputusan yang benar-benar tidak akan aku sesali. gumam putra dalam hati.
" aku juga mau ngomong sesuatu put" ucap ameli lirih seraya menatap putra dalam.
Baik putra maupun ameli sama-sama dalam perasaan yang kacau balau.
" Ya udah kamu aja duluan mel" ujar putra.
Ameli menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkan nya pelan. begitupun dengan putra menghela nafasnya dan berusaha ikhlas apapun keputusan dari ameli.
" Aku mau kita pu...tus put, tapi kamu harus tau ini bukanlah kemauan ku. Aku udah terlanjur sayang sama kamu put. tapi benar kata orangtua mu bahwa yang kita jalani ini tidaklah baik. Aku yakin kalau memang kita jodoh maka kita akan dipersatukan dalam ikatan yang halal" ucap ameli sendu dan tak terasa air matanya mengalir deras sampai oa segugukan meluapkan semua perasaannya.
__ADS_1
Putra yang mendengar semua ucapan ameli pun menerima keputusan ameli karena ia tahu betul bahwa itu bukanlah keputusan yang ia ataupun ameli mau.
" Aku tau mel aku juga mengerti ini bukanlah keputusan yang aku ataupun kamu yang mau. Tapi aku akan tetap menyebut namamu dalam setiap doa ku. Aku sayang kamu mel. aku janji tiga tahun lagi aku akan datang kembali kepada kamu dan mendatangi orang tua mu untuk menjadikanmu pendamping hidupku. Aku mohon jangan berubah tetapkan hatimu kepadaku" ucap putra panjang sembari menatap ameli dalam sedangkan ameli terus menangis segugukan.
" Aku tidak akan berubah put, aku berjanji akan menjaga hatiku untukmu" jawab ameli lirih dengan terus menangis.
" Ameli sayang, kamu jangan menangis lagi. nanti kamu jelek lagi" goda putra guna menghibur ameli.
" Put kamu juga harus janji sama aku kalau kamu nggak boleh berubah" ucap ameli sembari menghapus air matanya.
" Iya aku janji" jawab putra seraya tersenyum.
" Kita masih akan tetap berteman kan" sambung putra.
" Iya tapi kita tidak bisa sedekat dulu put, kita harus tetap menjaga silaturahmi sesama manusia kan" ucap ameli membalas senyum putra.
" Ya udah put aku pulang dulu yah" ucap ameli lembut karena ia sudah tak sanggup berada lama-lama dengan putra sebab ia takut tak bisa melepas putra.
" Hati-hati ya mel" ucap putra lirih.
Entah apa yang akan aku lakukan tanpamu ameli, hari-hariku akan kosong hanya akan ada kesibukan menyelesaikan kuliahku dan belajar untuk mengurus bisnis keluargaku.
gumam putra yang masih menatap ameli yang semakin menjauh.
******
Di kamar
Ameli masih menangis mengingat apa yang terjadi pada dirinya dan putra. Meskipun ia sadar tak seharusnya ia memulai sesuatu yang tidak Allah sukai.
kenapa aku harus begini kenapa aku terus menangis atas kesalahanku sendiri, tidak seharusnya aku berpacaran karena itu adalah dosa. aku harus berhenti menangis kalau memang jodohku adalah putra maka ia akan kembali kepadaku. gumam ameli dalam hati seraya menghapus air matanya menguatkan dirinya sendiri agar tak larut dalam kesedihan.
drrrrtt...drrrttt...drrrrtt....suara dering hp ameli membuat ameli langsung mengambil hp nya dan melihat siapa yang menelponnya. ternyata yang menelponnya adalah septi.
" Assalamualaikum mel" sapa septi dari seberang sana.
__ADS_1
" Waalaikumussalam, ada apa sep?" tanya ameli masih lesu.
" Ini nih mel, gue sama siti sama lyna lagi ada deket kossan lo nih, kita lagi mau cari makan gabung sama kita yuk" ajak septi antusias.
" gimana ya sep, aku lagi males nih" jawab ameli yang memang dalam keadaan kacau.
" Ayolah mel, nggak seru tau kalo nggak ada lo" bujuk septi yang membuat ameli tidak enak untuk menolak.
" Ya ya gue ikut deh, kalian tunggu aja di deket minimarket yang deket tikungan ya" ucap ameli yang akhirnya mau ikut bergabung dengan tiga temannya itu.
" Oke deh" ucap septi mematikan ponselnya.
Tak lama sosol ameli datang menghampiri tiga temannya yang sudah menunggunya.
" Hai gaess" ucap ameli dengan suara parau.
" hai mel" sapa siti dan lyna, sedangkan septi salfok dengan tampilan ameli.
" Lo kenapa mel, kok mata lo sembab gitu suara lo juga parau kayak gitu?" tanya septi yang tak pernah melihat ameli dalam keadaan seperti itu selama ini.
" nanti gue cerita, tapi nggak disini entar ditabrak mobil lagi disini" ucap ameli karena memang mereka berada pada sebuah tikungan yang rameh dilintasi kendaraan.
Mereka memilih sebuah warung pecel lele di pinggir jalan. Mereka berempat memang seringkali menghabiskan waktu makan mereka di warung pecel lele selain rasanya yang enak pecel lele juga relatif murah untuk kantong mahasiswa seperti mereka.
" Nah mel, sekarang lo harus cerita sama kita, lo kenapa" ucap septi yabg memang penasaran sedari tadi.
" Sebenernya gue males banget buat cerita ini tapi karena lo maksa ya jadi harus deh" ucap ameli malas.
Ameli pun menceritakan apa yang terjadi antara ia dan putra dengan jelas dan terperinci supaya ketiga temannya tidak ada kesempatan untuk menanyakan apapun lagi kepadanya.
" yang sabar yah mel, gue doain lo jodoh sama putra" ucap siti dan di aminkan oleh septi dan lyna.
to be continue
o
__ADS_1